Nyaris Diculik Alien


.

Namanya Slamet. Temen dari temennya temen gue yang berakhir menjadi temen gue, ribet. Simplenya sekarang dan selamanya dengan rasa terpaksa Slamet adalah temen gue. Bagi gue, Slamet adalah manusia imaginatif yang boros. Ngayalnya lebay. Dan gue selalu menjadi sparing partner buat bogem mentah hayalan tingkat tinggi Slamet. Cerita-cerita Slamet inilah yang tidak terdeteksi sama dokter sebagai penyebab terbesar yang membuat tekanan darah gue naik, bikin gue pusing-pusing, mual, beseran, sampe jerawatan. Dari Slamet gue belajar satu hal, nama tak selalu menggambarkan kepribadian seseorang. Slamet bukannya membuat hidup gue selamat dan tenang, tapi dialah faktor utama yang bikin manusia yang dekat dengannya berumur pendek.

Sumber Gambar : Google


Sore itu bersama Slamet (bagian pertama)

”Loe pernah mikir ga Dis? Tutur Slamet tanpa rasa berdosa.

Sebelum gue mengeluarkan kata-kata sakti mandraguna buat mendamprat manusia satu ini Slamet melanjutkan omongannya.

”Loe balik kantor jam berapa sih? Maghriban ya? Naik bis ya?” Ya elah, ga nyambung banget sih nih anak. Tadi nanya apaan sekarang nanya yg lain lagi.

”Hati2 klo naik bis ....” Gue mulai nangkap sinyal kalo Slamet bakal kumat.

”Loe pernah mikir ga?” Gubrak, balik lagi. Sabar .. sabar, orang sabar mukanya lebar.

”Naik bis malam2, penuh gitu. ” Tampang horor Slamet semakin mengerikan bahkan kuntilanak, pocong dan tuyul aja lewaaat. Misiiii oooooommm.

”Para penumpang yang berjejelan itu, apa loe yakin semua dari mereka itu ...”


Stop. Kalian para pembaca harap sabar, cerita ini hanya diperuntukkan untuk usia 17 tahun keatas. Kalau yang belum 17, boleh aja asal dengan bimbingan orang tua, klo ga ada orang tua panggilin tetangga dulu deh. Asal ada wali. Buruan ditungguin, penghulunya dah ga sabaran nih .... *ngaco made on.

”Apa loe yakin orang-orang dalam bis itu manusia semua?!” selamat, Slamet kambuh sodara-sodara ....

”Coba loe teliti dan telaah, kemudian loe resapi dalam hati.” Bahasa Slamet mulai roaming.

“Paling engga, loe liat orang yang duduk disamping loe. Pastiin mukanya rata apa engga.” Tips pertama ala slamet.

”Klo dianya nengok ke jendela mulu, alias ga liat gue gimana dong?” Tips menghadapi orang saraf, loe harus pura2 saraf minimal loe ketawa sendiri buat ngeyakinin dia klo kalian satu komunitas yang solid.

”Usaha dong ... dan jangan lupa berdoa. Karena usaha tanpa doa sama aja loe itu sombong, dan sebaliknya klo doa tanpa usaha sama aja bo’ong.” Satu-satunya ucapan yang paling benar keluar dari mulut Slamet. Congrat, pertahankan nak!!!

”Klo mukanya ga rata, loe liat giginya betaring apa engga? Liat ada sisa darah ga di bibirnya? Klo giginya cuma kuning dan bolong2 doang, nah itu bisa jadi ladang amal buat loe *Aa Gim made on. Sekalian loe anjurin buat ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali dan mengganti sikat giginya setiap 3 bulan sekali. Habis tuh suruh ikut lomba senyum pepsodent deh .... ” Gue mengangguk angguk, mulai ga sadar kalo agen Slamet telah mencuci otak gue, tanpa dibilas dan langsung dijemur.


”Loe coba liat deh, orang2 yang berdiri berjejelan di bis itu. Wajah2 mereka. Apa loe yakin 100% mereka manusia semua. Kalau bukan setan atau dedemit, bisa jadi salah satu dari mereka ..... ”

Stop. sebelum berlanjut. Gue cuma mau ngingetin, efek samping seperti gatal2, bibir pecah2, sariawan, bisulan, kutuan dan sesak napas karena membaca cerita ini diluar tanggungan penulis. Okeh!!

”Bisa jadi salah satu dari penumpang itu bukan makhluk dari bumi ini ... ”

”Maksud loe alien, Met?” Jeng jeeeeeeng.

”Ya iyalah ... coba loe teliti dan telaah kemudian di... “Slamet berhenti sejenak, ia tahu gue gerah dengan bahasa roaming yg sukses diconteknya dari kata pengantar buku Mengenal Huruf untuk murid taman kanak2.

”Mereka bisa dimana saja, tak terbatas ruang dan waktu.” Bahasa Slamet mulai kacau balau.


”Salah satu dari mereka bisa jadi alien. Agen2 luar angkasa yang punya misi menguasai bumi ini. Loe harus waspada bahkan dengan orang disamping loe sendiri.”

”Elo dong Met.” Mata gue bergidik tajam menatap Slamet. Sebuah sinar melesat. Tubuhnya terpental berguling2 dan akhirnya terkapar terkena ajian gue. susah payah tubuh ceking Slamet berdiri. Ia duduk bersila dengan kedua tangan bersedekap. Mulutnya komat kamit. Dan duaar cahaya silau. Selamat, gue lulus jadi murid tersableng suhu Slamet Gendeng. Yup, intermezo, mari kita kembali ke jalan yang benar, ups kembali ke jalan cerita.


”Loe kan pernah dengar dan liat berita tentang penampakan UFO, Dis. Nah berarti alien itu ada. Bisa jadi alien itu menyamar dalam wujud supir, kenek, ataupun penumpang. Masak jauh2 ke bumi mereka ga pernah nyobain naik bis sih. Rugi dong. Ke Monas udah, taman mini udah, ancol apalagi, tapi ga pernah naik busway, metro mini atau bajaj. Belom ke Jakarta namanya. Ya ga?!!

”Iya sih ...” Gue dah saraf 100%


Pulang kerja. Karena keburu azan maghrib, akhirnya gue milih shalat dulu di masjid kantor. Habis shalat seperti biasa gue nungguin bis ke arah Senen. Lampu jalanan sudah menyala semua, pertanda malam mulai menjelang ... jiaaah bahasa gue.


Alhamdulillah walaupun bis ini berjubel penuh oleh para penumpang, tapi satu tempat duduk masih tersisa buat gue. Entahlah, mungkin ini namanya rezeki orang baik. Hohoho .... Disamping gue duduk seorang cewek. Lima menit perjalanan. Hening. Sampai sebuah colekan mengagetkan gue. Ternyata cewek di sebelah gue.


”Mba, senen masih jauh ya?” Tanya cewe itu. “Masih ... turun di Senen ya? Saya juga, nanti bareng saya aja.” jawab gue basa basi. Hiks. Cewek di sebelah gue itu mengangguk.

“Maklum saya baru di Jakarta. Belum hapal.” Seru cewek itu tanpa ditanya. “Memang sebelumnya dimana?” Tanya gue lagi.

“Tinggal di luar mba, lima hari yang lalu baru mendarat di Jakarta.” jawabnya. Ooooooh luar negeri, pikir gue sok tahu.

“Udah kemana aja selama di Jakarta?” Basa basi gue basi.

”Monas, taman mini sama Ancol.” Jawabnya sembari tersenyum.

”Kalo naik busway dimana yah, mba?” lanjut tuh cewe lagi.

“Emangnya mau kemana?”

“Ah engga, Cuma pengen mau ngerasain naik bus way ajah. soalnya ada yang bilang kalo ga pernah naik busway, berarti belom ke jakarta.” Dejavu, gue ngerasa pernah denger deh kata2 itu sebelumnya.


“Namanya siapa?” Tanya gue lagi

“Emmmm Alen mba ... “ seru cewek itu. Gue bergidik. Tiba2 suasana terasa mencekam. Muka horor Slamet berkelebat seketika di depan gue. Namanya Alen. Alen ... Alen ... emmmh. Kalo menurut kamus bahasa lebay. Aku jadi akiu, kamu jadi kamiu. Alen ... Alen ... jadiiii, Alien. Betis, beda tipis. Cuma beda satu huruf, berarti taraaaaaaaaaa, ups salah backsound, jeeeeeeeeeeeeng ...


Suhu Slamet bilang, harus diteliti dan telaah kemudian diresapi dalam hati.

Pertama, Alen berasal dari luar, luar angkasa maksudnya?!!! Baru mendarat? Mendarat dengan pesawat UFO?!!! Udah ke Monas, Ancol dan taman mini, persis seperti kata Slamet. Klo ga naik busway belom ke jakarta namanya, Slameeeeeet. Aiiiih, gue spontan berdiri. Menerobos para penumpang menuju pintu keluar. Gue harus turun. Suara Slamet mengaung2 di telinga gue.

“Loe yakin isi bis itu manusia semua?”


“Mbaaaa ... mba ....tung .... tungguuuuuu ... woiiiiiiiiiii.” Suara lain terdengar. Gue melompat, berguling ke kiri dan ke kanan, tubuh gue melayang sebelum sempat meraih pintu keluar. Sebuah tangan menncengkram lengan gue. Gue terkepung.


“Mba, jangan main kabur gitu dong. kalo ga ada uang jangan naik bis. Jalan sana .... Ongkosnya mana?!!!” seru si kenek bete. Seluruh mata tertuju ke gue. Dari kejauhan tampak wajah Alen yang terkantuk-kantuk. Dasaaaar Slameeeeeeeeeet ......


Bumi, 30052010

Gang Buntu


.

Gang buntu, siang ini. Seperti hari biasa persis serupa taman pemakaman sunyi sepi. Hanya suara angin yang terdengar. Setan pun malas rasanya bertandang disini. Tak ada yang bisa diganggu. Lihatlah deretan rumah tua yang berjejer di gang ini, usang, seperti penghuni di dalamnya, tak lebih dari lelaki dan perempuan paruh baya. Sesekali orang berlalu lalang, itu pun karena mereka kesasar tak tahu jalan. Tukang roti, donat, penjual jepit rambut, penjual kerupuk. Berharap ada yang memanggil dan membeli satu dua barang dagangannya. tapi nihil, ia hanya bertemu dengan angin dan tembok besar yang tercoret moret. Bagiku ialah tembok berlin, pemisah gang sempit ini dengan peradaban. terpisah hingga ribuan kilometer kecepatan cahaya.


”Buntu Bang!” Suara yang terdengar dari balik salah sebuah rumah. Orang-orang yang kesasar itu terkomando membalikkan badan. Tanpa babibu langsung menghilang di pintu gerbang depan. Berjualan di gang buntu ini tak akan membuat mereka kaya raya.


Tapi saat sore menjelang, gang ini tersulap menjadi lapangan hijau. Tempat para bocah mengekspresikan kegilaannya akan bola. Tak ada lahan yang tersisa untuk mereka. hanya gang sempit selebar rentang tangan orang dewasa ini saja. Ada kalanya pantulan bola mengenai pintu-pintu rumah mereka. Dinding hingga kaca. Tapi tak ada yang marah. Seolah mengerti, tak ada namanya tuan tanah disini. Dulu pada masa hitam putih, para pendatang membuat rumah kardus disini. Yang sebagian tanahnya masih rawa. Mereka beranak pinak, dalam beberapa masa, sampai mereka tercatat dan berKTP. Tinggal disana dengan rumah tetap tak bersertifikat. Adalah gang buntu ini sekarang.


Ih sereeem, kok pada tega ya sama saudara sendiri. Mau jadi apa negeri ini.... Status facebook seorang teman kubaca. Beragam komentar berderet dibawahnya. Aku bergeming. Penyitaan lahan milik warga ricuh. Korban luka puluhan orang, meninggal dua orang. Seorang lelaki paruh baya terpaksa dilarikan ke RS karena babak belur dihajar p*****s. Dia bersikeras mempertahankan tanah dan rumah yang telah didiaminya puluhan tahun.


Gang buntu siang ini, seperti biasa. Mirip lahan pekuburan sepi, hening, seolah tiap sudutnya bermeditasi. masih ada yang berlalu lalang, bukan mereka yang kecolongan tak tahu jalan. bukan tukang roti, donat, penjual kerupuk kering atau penjual jepit rambut. Mereka ratusan, berseragam. Mengerikan, semuanya. Aku bergeming. memutar pandang pada gang sempit ini. Tembok besar coret moret itu telah runtuh kejayaannya. Bukankah akan lebih baik? Kami akan punya peradaban baru. Apalagi lihatlah kemudian ajaibnya gang sempit ini yang berubah menjadi lapangan seluas 100 x 64 meter, bahkan lebih. Bocah-bocah kecil itu pasti senang luar biasa sore ini, mereka akan merasakan bagaimana menjadi David Becham sambil menggiring bola di lapangan luas ini.


Paradoks, yang kupahami dengan kenyataan. Bocah-bocah itu tak melonjak kegirangan. Hanya ada air mata dengan pelipis robek dan darah yang mengucur tak berhenti. Berkali-kali aku mengetik huruf perhuruf di laman status facebookku. Kuketik dan kuhapus kembali. Tak jelas sebenarnya status apa yang perlu kubagi. Didepanku, wajah Mak, Bapak dan Mung, bocah kecil gundul tertunduk lemah. Mata polos Mung yang masih basah tertuju pada bola sepak yang telah kisut diantara puing-puing rumah kami.


”Mak, dimana kita akan tidur malam ini?” Desah Mung kecil terisak.



Gang Buntu, april 2010

DEATH NOTE


.


Bagus banget. Dua kata yang mewakili film ini. Death Note, awalnya gue nonton film ini secara ga sengaja. Cdnya gue beli tahun 2007 silam, namun ga sekalipun gue tonton. Long weekend di awal bulan april ini sempat membuat gue sedikit membongkar-bongkar kembali isi laci yang full oleh kepingan cd yang berantakan. Maunya sih hunting cd untuk film terbaru. Tapi putar-putar otak dan buka tutup dompet. Beli, engga, beli, engga .... hasilnya gue ngalah deh. Engga beli!!! Dan karena film ini belum pernah gue liat, maka jatuhlah pilihan ke Death Note.


Death Note, kurang lebih berarti buku/catatan kematian. Film ini berkisah tentang Light Yagami seorang mahasiswa Jepang yang pintar. Ia sangat membenci dunia kriminal dan beranggapan hanya kematianlah hukuman yang paling tepat bagi para penjahat. Tidak ada tempat bagi mereka untuk hidup diatas bumi ini. Suatu malam Light dalam perjalanan pulangnya menemukan sebuah buku yang bertuliskan Death Note (DN).


Buku ini adalah milik dari Shinigami (dewa kematian) yang bernama Ryuk. Siapa saja yang menyentuh Death Note maka ia akan bisa melihat sosok Ryuk. Gambaran fisik Ryuk sangat menakutkan. Tapi tidak bagi Light. Ia adalah pemuda yang pemberani. Ryuk sengaja menjatuhkan DN ke bumi dengan alasan ia merasa bosan. Bagi gue tampilan Ryuk sedikit nyentrik tapi asyik. Ryuk punya satu keunikan yaitu hanya memakan apel.


Death note punya aturan sendiri. Seseorang akan meninggal tiba-tiba beberapa saat setelah namanya ditulis dalam DN. Penyebab kematian adalah serangan jantung. Hebatnya DN dapat menjadi skenario bagaimana kematian seseorang bisa terjadi. Para penjahat yang tidak mendapatkan hukuman yang semestinya bahkan bebas berkeliaran tanpa mempertanggungjawabkan kejahatannya adalah sasaran empuk bagi Light. Ia menuliskan nama-nama para penjahat itu dalam DN. Dalam waktu singkat terjadi kematian besar-besaran di Jepang. Light yang jenius berhasil menyusup ke dalam data kepolisian. Dengan mudah ia mendapatkan daftar nama para kriminal dan kemudian membunuh mereka melalui DN.


Light bersembunyi dibalik nama Kyra. Tak ada seorang pun yang tahu siapa Kyra sebenarnya. Bagi sebagian masyarakat Kyra adalah pahlawan, karena aksi yang dilakukan oleh Kyra dianggap mengurangi tingkat kriminal di Jepang. Tapi bagi sebagian lainnya Kyra adalah pembunuh karena dianggap melanggar HAM.

Kebetulan ayah Light adalah kepala kepolisian yang menangani kasus Kyra. Hal ini bukan menjadi halangan bagi Light untuk melanjutkan aksinya. Parahnya Light semakin ganas, tidak hanya para kriminal yang dibunuhnya. Para anggota FBI yang ditugaskan menyelidiki kasus Kyra menjadi korban DN. Light membunuh siapa saja yang menghalangi aksinya.


Sampai akhirnya datanglah L.

Ini bagian yang paling gue suka. L adalah detektif handal yang misterius. Ia dan Light pernah tercatat sebagai mahasiswa terjenius di Jepang. L sangat berkarakter. Wajahnya putih pucat seperti wajah pemain kabuki. Ia sangat suka dengan segala makanan yang manis, permen, coklat, dan gula. Karena menurutnya makanan manis akan lebih mencerdaskan otak. Tubuhnya kurus bungkuk. Selalu duduk berjongkok diatas kursi. Dan hanya menggunakan tiga jarinya dalam beraktivitas. Ia juga punya sebuah topeng penutup wajah yang lucu. Karena gue suka dengan L, makanya penggambarannya sedikit panjang..... hehehe. L punya asisten yang sangat ia percaya, Watari.



Singkat cerita, L mencurigai Light sebagai Kyra yang sebenarnya. Namun Light semakin pintar menutupi identitasnya sebagai Kyra. Bahkan Light memberikan bukti-bukti yang membuat orang-orang semakin percaya bahwa ia bukanlah Kyra. Agar bisa bergabung dengan tim penyidik kasus Kyra, Light bahkan rela membunuh pacarnya Naori. Dengan bergabungnya ia dalam tim penyelidik kasus Kyra akan memudahkan Light untuk meneruskan aksinya dengan DN. Satu hal yang tidak bisa dilakukan oleh Light yaitu membunuh L, karena L tidak pernah menyebutkan nama aslinya. L menyamar dengan nama Ryuzaki.


Kisah berlanjut dengan munculnya Rem, yaitu dewa kematian kedua. Rem juga memiliki Death Note. Kali ini DN jatuh ke tangan Misa Amine, seorang artis yang tengah naik daun. Misa yang seluruh keluarganya dibunuh oleh penjahat sangat mengidolakan Kyra. Dan setelah tahu Light adalah Kyra yang sebenarnya, Misa pun jatuh hati pada Light. Misa yang juga memiliki DN akhirnya bergabung dengan Light. Cerita makin seru. Karena tidak hanya satu Kyra yang harus dihadapi, tapi dua yaitu Light dan Misa Amine.

Pekerjaan L semakin berat. Belum selesai dengan Kyra I, ia harus dihadapkan dengan Kyra II. Tapi L sangat pintar. Diakhir cerita L berhasil mengungkap siapa Kyra yang sebenarnya. Walau nyawa yang harus menjadi taruhannya.


Film Death Note terdiri dari tiga bagian. Death Note, Death Note:The Last Name dan Death Note 3.5 (L Change The World). Film ini diadaptasi dari komik jepang yang berjudul sama. Cerita di komik memang sedikit berbeda dari filmnya. Yang gue baca Light menjadi tokoh sentral dalam komik, namun dalam film justru L lah yang ditonjolkan. Buktinya dibuatkan film ketiga yang berjudul L Change the World, khusus bercerita tentang L.

Setelah mengungkap kasus Kyra, L harus mengungkap kasus lain dalam waktu 23 hari. Lawliet, nama L sebenarnya telah tertulis dalam Death Note, dan akan meninggal karena serangan jantung dalam waktu 23 hari lagi. Mampukan L mengungkap kasus yang tidak kalah serunya dalam kejaran waktu kematiannya? Nah ini yang membuat film ini menarik.

Sekali lagi, two thumbs up deh buat death Note. Gue yang biasanya hanya suka dengan drama korea melankolis romantis akhirnya bisa juga jatuh cinta sama film ini. Dengar-dengar Hollywood akan mengadaptasi DN untuk dibuat dan dikemas ala Amerika sana. Hebaaaaaaat. Wajib tonton deh buah DN. Dijamin ga nyesal. ^ ^

Pak, selamat ulang tahun


.


-->

"Penting. Ini rahasia." Suara diseberang terdengar berbisik. Ia paham betul kondisi saat ini, bila pembicaraan kami disadap dan rekamannya diperdengarkan ditengah-tengah sidang. Memalukan, bukan? Menjadi konsumsi umum, dibahas, dijadikan kajian dan studi kasus dan tercatat dalam sejarah. Akan sangat buruk bila dilihat oleh anak keturunan kami.
"Semua harus datang. rencana ini tak boleh bocor." Lelaki di seberang sana mempertegas. Nada suaranya kembali normal.
"Kami akan masuk dan membawa K**nya dari luar. Kalian harus siap. tidak boleh lengah sedikitpun... " Di seberang sana, spertinya lelaki itu sedang mengusap wajahnya yang kusut.
"Lepas ashar, tunggu aku." Kalimat akhir sebelum lelaki itu menutup telpnya tanpa salam, seperti biasa.
09 Januari 2010, 15:00 WIB. Sebentar lagi ashar. Lepas ashar, tunggu aku. Suara itu kembali mengaung dibenakku, seperti alarm yang tepat berbunyi sesuai setingan.
Aku gusar. Semua harus datang, begitu salah satu pesan lelaki itu yang tercatat dalam memori otak kecilku.
Semua tidak sesuai rencana. Belum semua hadir disini, tak lengkap. Persiapan pun ala kadarnya. Lelaki itu pasti marah besar.
15.20 WIB.
"Assalamualaiiiikummmm ..." Suara lelaki itu, koor bersamaan dengan salam 2 bocah disampingnya. Seperti apa yang dikatakan oleh lelaki itu kemaren, ia membawanya. Sebuah kotak seukuran 30x 30 cm. Bagian atas nya dibiarkan terbuka. Membiarkan bagi siapa saja melihat isi yang ada dalam kotak tersebut. Sebuah benda bulat padat berwarna coklat tua. Ada lekukan-lekukan motif itik pulang petang menghiasi pinggiran atasnya, melingkar berwarna pink kental. Serutan serupa serbuk gergaji berwarna coklat terserak di bagian atasnya menutupi permukaan. Tidak hanya itu, pada bagian atas tertera tulisan berwarna merah stroberi. HAPPY BIRTHDAY KAKEK. Uda Nopi, lelaki itu tak lupa dengan janjinya, membuatkan sebuah kejutan dan membawa sebuah kue ulang tahun untuk Bapak.
Ya, hari itu Bapak berulang tahun. Untuk pertama kalinya, ide Gila terlintas di benak Uda. Memutar otak untuk memberikan kejutan buat Bapak. Lihatlah senyum tak henti-hentinya mengambang dari bibir kering lelaki yang sangat kusayangi itu, Bapak. Mungkin ini adalah perayaan ulang tahun untuk pertama kalinya dalam hidup beliau.Walau kami tak lengkap, tak sesuai rencana. Karena hanya memberikan kado ala kadarnya.

Bapakku sayang, selamat ulang tahun. Semoga, Allah SWT selalu menyayangimu, mengampuni segala dosa2mu. Melimpahkan kesehatan dan umur yang berkah untukmu. Walaupun kami anak-anakmu tak lengkap hadir disini, aku yakin doa kami akan selalu hadir untukmu.
Bapakku sayang, terimakasih atas segalanya. SELAMAT ULANG TAHUN PAK

Negeri Para Bedebah


.

Karya Adhie Massardi*

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan


Oktober-November 2009
*) Adhie Massardi adalah mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Bukan Drama Asia !!!


.

Jeju island terlihat cerah. Matahari bersinar terik, tapi tak menyengat. Semuanya tampak nyaman dan hangat. Saat ini Seoul musim semi. Bunga sakura warisan Nipon tumbuh sehat di pinggiran jalan, menambah keromanisan negeri ini.


"Ji woo .... "

" Ya ..."

" Ji woo ... "

" Ya ..."

" Chou Ji woo."

"Emmmh ... we? Kenapa? "
" Tidak, aku hanya ingin mencoba mengingat namamu."

Gadis bernama Ji woo itu tersenyum. Disampingnya, seorang lelaki muda. Sama dengan JI woo, masih terbalut dalam seragam sekolah berwarna gelap. Memang tak seharusnya mereka disini. Tunggu sajalah esok, sebuah hukuman telah disiapkan oleh Tuan Muka Penuh bagi mereka berdua.

"Ji woo suka salju. Karena ia akan mencicipi butiran salju itu seperti ice cream. Emm."

Gadis itu tersipu. Ia menutup bibirnya dengan kedua telapak tangannya. Bola matanya berputar-putar jenaka. Lembutnya salju seakan terasa nyata dibibirnya saat ini. Tiba-tiba ia merindukan musim dingin.

"Ji woo tak suka Soju. Karena ia bukan gadis pemabuk yang menyebalkan."

Ji Woo, gadis muda itu. Bibirnya mengerucut, kedua pipinya mengembung. alis matanya menukik naik. Wajah yang jenaka. Membuat semua orang yang melihat akan tertawa terpingkal-pingkal. JI woo dengan satu gelas Soju, mabuk, sangat buruk sekali.

"Ji woo menyukai warna putih, karena putih adalah salju. Tapi entah kenapa ia selalu memakai sarung tangan musim dingin berwarna pink."
Gadis muda itu susah payah menahan tawa. Tampaknya lelaki disampingnya itu tak sembarang, ia tahu segala hal tentangnya. Tak perlulah ia menyesali tindakannya untuk kabur saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung. Ikut bersama lelaki muda itu. Lihatlah dimana ia saat ini, Jeju Island, surga terindah yang pernah ada.

"Ji woo, suka melukis wajah. Karena ia ingin selalu mengingat setiap orang. "

Gadis muda itu terdiam. Wajahnya datar tak terbaca.

"Ji woo, adalah penipu. Karena ia selalu menutupi kesedihannya dengan menangis dibelakang tembok sekolah."

Gadis muda itu mengalihkan pandangannya ke arah lelaki muda itu. Sebentar. Ia kemudia tertunduk. Diam. Hanya helaan napasnya saja yang terdengar.

”Ji Woo, aku akan selalu mengingat namamu, 10, 20, 100 tahun hingga di kehidupan yang akan datang sekalipun.”

Tanah Basah. Negeri para peri bersayap tipis. Sibaklah kelopak mawar maka kau akan temukan makhluk mungil nan rancak itu terlelap disana. Negeri para kurcaci. pagi dan petang melantunkan mars penyemangat. Yeho ... yeho ... yeho ...

Bersambung ...

PERTAMA (JIlid atu)


.


Ngomongin yang pertama ga bakalan ada habis-habisnya. BAyangin aja, dari kita kecil ampe dewasa, ribuan bahkan jutaan hal-hal yang berbau pertama *bukanpertamax...* selalu ada. Namanya juga kehidupan. Ga mungkin kan kita mengenal, tahu, ngerti atau pun mengalami sesuatu tanpa disertai kata “untuk pertama kalinya”. Misalnya nih, ulang tahun pertama, pacar pertama, cinta pertama, malam pertama ... ups kebablasan.
Eiiiiiiiiit ... tapi jangan pernah anggap enteng ya segala hal yang bernama Pertama. Kenapa? Ya pasti karena dia bukan yang kedua, ketiga atau keseratus. Trus? Emmm, pertama itu spesial, bukan karena ia terbuat dari campuran telur, tepung, irisan daging, bawang, wortel. Bukan martabak!!! Tapi segala sesuatu yang pertama akan selalu terekam kuat dalam memori otak kita. Tul kan, tul dong???
TING TING DUL .... penting-penting jadul ato boleh juga Things jadul (kerennya). Apa tuuuuh?He. Ini adalah benda2 atau barang2 yang menurut gue memenuhi kriteria untuk disebut pertama.
1. The blue one
Ini adalah buku raport pertama gue, Raport SD. Bangga buka main, karena inilah buku resmi pertama gue yang diakui oleh Negara. Negara loh, ga main-main kan? Berarti buku ini juga diakui oleh lingkup kepresidenan dan mentri2nya pada waktu itu.
2. Poto apa voto?
Ini adalah poto hitam putih gue yang pertama kalinya dibuat diatas bumi ini. Poto ini ditempel di buku raport SD gue dan disampingnya tertera nama gue juga untuk pertama kalinya, SALAH ejaan. Hurup V pada nama gue berganti P. Ga ava2, karena gue yakin 100% guru gue ga suka PITNAH. Ups satu lagi, PUTRI nama belakang gue ditulis PUTRA. Hehehe. Orang tidak akan jatuh pada lubang yang sama kan. gue yakin guru gue bukan tukang gali sumur. Makanya ia ga salah. Sayangnya guru gue lupa, mengganti nama gue menjadi nama laki-laki sama aja nantangin Fir’aun. Makanya gue hapus kaki A kedua menjadi I.
3. Motivator
Sebelum adanya Mario Teguh, I Gede Prama, AA Gym,
mamah dedeh, gue udah punya motivator sendiri. Lihat dibuku raport ini. Inilah kata2 motivasi pertama kalinya yang gue terima dari seseorang yang juga bukan sembarang. Guru gue. Tepatnya guru pertama gue. Guru yang mengajarkan gue apa itu huruf dan angka. Hingga dari huruf dan angka itu gue mengenal dunia. Terimakasih yang tak terhinggaku untukmu ibu Ros.
Dan disana juga tertera tandatangan beliau untuk pertama kalinya. Plus tanda tangan bapakku tercinta.
4. Jube.
Bukan Jupe ya sekali lagi bukan. Jube adalah komputer pertama gue. Gue beli dari hasil keringat gue sendiri, bau dong beli pake keringat? Duit sendiri, maksudnya. Nama aslinya sih Zubaidah, Siti Zubaidah binti Marjuki. Tapi biar keren gue panggil Jube. Laporan sampai saat ini baru rusak satu kali. Tapi udah ok, kecuali speakernya yang udah tewas. Jadiiiii ... Klo mau nonton DVD pake bahasa tubuh eh musti liat gerak mulut sama gerak tubuhnya. Capek!
5. Sauqi
Ni bocah adalah ponakan pertama gue. Sekarang udah 12 tahun, SMP tepatnya. Adanya dia di dunia ini membuat status gue naik level menjadi tante2. TANMUD. Tante imut.Weiiiks. Kabarnya Sauqi adalah nama seorang penyair islam dari Arab sana. Tapi panggilannya Ido. Tanya kenapa? Ya karena itu nama belakangnya. Walaupun tidak menjadi penyair, setidaknya suatu hari nanti gue berharap ia bisa menjadi orang besar. “Do, mau jadi apa ?” SPIDERMAN itu jawabnya lima tahun yang lalu.
6. Eitoku Case
Ini adalah tulisan pertama gue yang dimuat di majalah. Teens tepatnya. Happy sich, sampai gue ga tau lagi harus ngomong apa2 lagi. Speechless.
7. Klo ada duit kuganti.
Jeng jreeeeng, benda ting ting dul terakhir yang gue cantumin buat PERTAMA jilid satu ini *Lagi musim jilid2an sekarang* adalah laptop .... Hehehe, engga dong, orang gambarnya jelas gitu masak dibilang laptop? Yap TELEPON RUMAH. Gaban Ring-Ring, namanya. Karena bagi gue ukurannya cukup besar dan berat banget buat ngangkatnya klo bunyi. Berat bukan karena gagangnya 1 ton. Tapi keberatan pantat. hehehe, alias Malas.
Coba tebak oi oi siapa dia???
Telepon pertama dirumah ya?Bukan! Atau ditelp ini Dude Harlino pernah masuk karena salah sambung untuk pertama kalinya? Bukan!!! Atau ini telp pertama yang berhasil nembus quiz di tv ya? Engga laaah!!!! Atau ini telp pertama yang dibuat Graham Bell? Bukaaaaaaaaan!!!
Gue mau buat pengakuan dosa. Gaban Ring-Ring adalah telepon rumah pertama gue yang pernah mengalami KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Wahhh serius nig kasus. Sekarat di TKP. Lebam2. Identifikasi polisi menyebutkan, berdasarkan hasil visum keadaan Gaban Ring2 cukup parah.
Gaban Ring2 adalah telepon pertama yang gue banting sampai gagangnya rusak. Gue menyesal. Tulus dari dalam hati. Walaupun ia tak sepenuhnya gugur, bisa terima telp masuk tapi tak bisa dipakai untuk menelepon keluar, gue merasa berdosa. ia seperti seorang yg cacat. Satu pelajaran penting yang bisa gue ambil. Jangan memperturutkan emosi dan kemarahan. karena semua akan akan si2 ketika sadar itu datang.
Walau suatu hari nanti gue punya uang dan membeli yang baru menggantikan Gaban Ring2, tapi tak akan bisa menghapus kesalahan gue. Sorry Gaban Ring2, sorry Graham Bell ....
Ting Ting Dul Jilid satu nya sekian dulu ya. Tar klo ada rejeki, umur, jodoh dan waktu disambung lagi deh. Klo kamu juga punya sesuatu yang berbau pertama boleh dishare juga. Dadaaaaaaa, CILUKBAAAAAAA ...