Quote 24 Feb 2014
.
bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia
adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
Ku ingin ceritakan padanya cerita dunia ...
Ada Orang tua menghampiri Nabi dan ia berkata : " Ya Rasulallah, aku kelaparan, berilah aku makan, aku tidak punya pakaian, beri aku pakaian dan aku miskin beri aku kecukupan ". Rasul yang dermawan itu berkata : " Aku tak punya apapun untukmu, akan tetapi orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan ganjarannya sama dengan orang yang melakukannya, karena itu cobalah datang ke rumah orang yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai oleh Allah dan RasulNya, tentu dia akan mendahului Allah ketimbang dirinya sendiri, pergilah ke rumah Fatimah, hai Bilal, tolong antarkan ia ke rumah Fatimah.
Maka berangkatlah mereka ke rumah putri Rasul yang mulia Fatimah, sesampainya didepan rumah Fatimah, ia memanggil dengan suara keras : assalamu`alaikum, wahai keluarga Nabi shallallahu alaihi wa sallam, keluarga dimana Jibril as menurunkan alqur`an dari Rab semesta alam ". Setelah menjawab salam, Fatimah bertanya : " siapakah bapak? " Ia menjawab : " aku orang tua dari suku arab baduy, aku telah bertemu ayahmu, pemimpin umat manusia, sementara aku wahai putri Rasul, adalah orang yang tidak berpakaian, lapar dan miskin, bantulah aku, semoga Allah memberkahimu ".
Fatimah mengambil kalung yang dikenakanya dan hanya itulah satu-satunya milik yang paling berharga, diserahkanya kalung tersebut sambil berkata : " Ambillah ini dan juallah. Semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik ". Orang itupun menerima kalung itu dengan gembira lalu pergi ke masjid untuk menjumpai Rasulullah, sesampainya di masjid ia menigatakan kepada Rasulullah : " Ya Rasulallah, Fatimah putrimu telah memberikan kalung ini dan ia berkata : " Juallah kalung ini, semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik ".
Mendengar itu, Rasulullah pun menangis. Ammar pun berdiri seraya berkata : "Ya Rasulallah apakah anda mengizinkanku untuk membeli kalung itu? ". Rasulullah menjawab : ”Belilah wahai Ammar..”. Ammar bertanya : ”Dengan harga berapa engkau akan menjual kalung itu wahai saudaraku?”. Orang itu menjawab :”Seharga roti dan daging yang akan menghilangkan rasa laparku, selembar kain yaman yang akan menutupi auratku agar aku dapat shalat menghadap Rabbku dan satu dinar uang untuk pulang menemui keluargaku”.
Kemudian Ammar menjual bagian harta rampasan perang yang didapatkannya dari Rasulullah, tidak ada yang tersisa sedikitpun, ia berkata kepada orang arab baduy itu : "Anda akan saya beri uang 20 dinar 200 dirham, sehelai kain yaman, kendaraanku untuk mengantarkanmu sampai ke rumahmu dan rasa kenyang dari roti dan daging”. Orang itu berkata : “Duhai, betapa pemurahnya tuan ini. Semoga Allah memberkahi anda wahai tuan yang mulia”.
Ammar mengajak orang itu ke rumahnya dan memberikan semua yang dijanjikan kepadanya. Kemudian orang itu menjumpai Nabi shallallahu alaihi wa sallam, yang kemudian berkata : ”Sudahkah anda kenyang dan berpakaian?” Orang itu berkata : "Sudah Ya Rasulallah, bahkan demi Allah, aku menjadi orang yang kaya saat ini”.
Ammar pulang ke rumahnya mengambil kalung itu lalu meneteskan minyak misik dan membungkusnya dengan kain Yaman, ia memiliki seorang budak yang bernama Sahmun yang ia beli dari ghanimah yang didapatkannya saat perang kahibar. Kalung itu diserahkan kepada budaknya seraya berkata : ”Berikan ini kepada Rasulullah dan engaku sendiri aku hadiahkan untuk beliau”.
Budak itupun mengambil bungkusan kalung tersebut dan membawanya kepada Rasulullah lalu menyampaikan apa yang dikatakan Ammar. Rasulullah bersabda : "Pergilah kepada Fatimah, berikan kalung itu kepadanya dan engkau menjadi miliknya”. Datanglah budak itu menyampaikan apa yang dikatakan Rasulullah kepada Fatimah, Fatimah lalu menerima kalung itu, kemudian membebaskan Sahmun dari statusnya sebagai budak. Sahmun pun tertawa.
Fatimah bertanya :” Apa yang membuatmu tertawa ya ghulam?” Sahmun berkata : "Betapa besarnya keberkahan kalung ini, inilah yang membuatku tertawa. Kalung ini telah mengenyangkan orang yang lapar, memberi pakaian orang yang telanjang, menjadikan kaya orang yang miskin dan memerdekakan seorang budak, lalu kembali kepada pemiliknya”.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan Bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (QS. Ali Imran 190)
Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk, dan dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi sambil berkata: "Ya Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan ini dengan sia-sia! Maha Suci Engkau! Maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran 191)
Label: agama, Al Qur'an, buku, Curhat, doa, ilmu, iseng
Label: agama, buku, ilmu, islam, kisah, novel, tokoh
Label: agama, Al Qur'an, doa, ilmu, quote
Label: agama, Al Qur'an, doa, quote
Label: agama, Jalan-jalan, kisah, kota
Berduka dan berdoa untuk Mesir,
Berikut kutipan yang saya copi dari FB Ustadz Felix Siauw
Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun | sekali lagi, semoga Allah memberi kesabaran bagi syahid-syahidah di bumi Mesir
"Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya" (QS 3:54)
"Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya" (QS 8:30)
Banyak anggota Ikhwan berpulang pada Allah dengan MENUTUP MATA | agar kita semua dapat MEMBUKA MATA atas kedzaliman yang nyata
Kalau nggak mau ikut mikir soal Mesir, minimal jangan ikutan nyinyir | Muslim itu satu badan, satu luka yang lain merasakan
-----------------------------------------------------------------------
Dialog
A : Mengapa harus pusing-pusing ngurusin negara orang, liat tuh negara sendiri, kemiskinan, kelaparan, korupsi, pembunuhan merajalela dimana-mana. Jangan sok-sok perhatian sama negara yang letaknya saja kau tak tahu dimana. Sudahlah, urusin aja dulu negara sendiri ....*sinis
B : Ya, kau benar, begitu banyak masalah di negeri ini. Oleh karena itu, mari duduk disampingku, sama-sama kita mengangkat tangan, memohon kepadaNya. Berdoa. Memohon yang terbaik kepada yang Maha mengabulkan segala permintaan dan harapan. Mintalah apa saja, mintalah kebaikan, untuk dirimu, untuk orang tuamu, untuk negeri ini, untuk Mesir, untuk Yaman, untuk suriah, untuk Afganistan, untuk Irak, untuk Palestina, dan untuk seluruh umat muslim di dunia ini.
Tak ada yang menyuruhmu mengangkat senjata, cukup berdoa. Apa salahnya ...
Kalau nggak mau ikut mikir soal Mesir, minimal jangan ikutan nyinyir | Muslim itu satu badan, satu luka yang lain merasakan (felix siauw)
Salam
Label: agama, Al Qur'an, doa, ilmu
I am a dreamer