Pak, selamat ulang tahun
.
-->

Ku ingin ceritakan padanya cerita dunia ...
-->

Karya Adhie Massardi*
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Oktober-November 2009
*) Adhie Massardi adalah mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Label: poem
Jeju island terlihat cerah. Matahari bersinar terik, tapi tak menyengat. Semuanya tampak nyaman dan hangat. Saat ini Seoul musim semi. Bunga sakura warisan Nipon tumbuh sehat di pinggiran jalan, menambah keromanisan negeri ini.
"Ji woo .... "
" Ya ..."
" Ji woo ... "
" Ya ..."
" Chou Ji woo."
"Emmmh ... we? Kenapa? "
" Tidak, aku hanya ingin mencoba mengingat namamu."
Gadis bernama Ji woo itu tersenyum. Disampingnya, seorang lelaki muda. Sama dengan JI woo, masih terbalut dalam seragam sekolah berwarna gelap. Memang tak seharusnya mereka disini. Tunggu sajalah esok, sebuah hukuman telah disiapkan oleh Tuan Muka Penuh bagi mereka berdua.
"Ji woo suka salju. Karena ia akan mencicipi butiran salju itu seperti ice cream. Emm."
Gadis itu tersipu. Ia menutup bibirnya dengan kedua telapak tangannya. Bola matanya berputar-putar jenaka. Lembutnya salju seakan terasa nyata dibibirnya saat ini. Tiba-tiba ia merindukan musim dingin.
"Ji woo tak suka Soju. Karena ia bukan gadis pemabuk yang menyebalkan."
Ji Woo, gadis muda itu. Bibirnya mengerucut, kedua pipinya mengembung. alis matanya menukik naik. Wajah yang jenaka. Membuat semua orang yang melihat akan tertawa terpingkal-pingkal. JI woo dengan satu gelas Soju, mabuk, sangat buruk sekali.
"Ji woo menyukai warna putih, karena putih adalah salju. Tapi entah kenapa ia selalu memakai sarung tangan musim dingin berwarna pink."
Gadis muda itu susah payah menahan tawa. Tampaknya lelaki disampingnya itu tak sembarang, ia tahu segala hal tentangnya. Tak perlulah ia menyesali tindakannya untuk kabur saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung. Ikut bersama lelaki muda itu. Lihatlah dimana ia saat ini, Jeju Island, surga terindah yang pernah ada.
"Ji woo, suka melukis wajah. Karena ia ingin selalu mengingat setiap orang. "
Gadis muda itu terdiam. Wajahnya datar tak terbaca.
"Ji woo, adalah penipu. Karena ia selalu menutupi kesedihannya dengan menangis dibelakang tembok sekolah."
Gadis muda itu mengalihkan pandangannya ke arah lelaki muda itu. Sebentar. Ia kemudia tertunduk. Diam. Hanya helaan napasnya saja yang terdengar.
”Ji Woo, aku akan selalu mengingat namamu, 10, 20, 100 tahun hingga di kehidupan yang akan datang sekalipun.”
Tanah Basah. Negeri para peri bersayap tipis. Sibaklah kelopak mawar maka kau akan temukan makhluk mungil nan rancak itu terlelap disana. Negeri para kurcaci. pagi dan petang melantunkan mars penyemangat. Yeho ... yeho ... yeho ...
Hanya padanya kugadaikan sumpahku. Tidak untuk Banih, Mantik apalagi Lani.
Gadis hitam manis. Lani, sejak kutahu ia telah terpilih, ia berwajah sehat walafiat. Steril dari kuman. Senyum mengembang dipipi tembemnya. Dulu ia bukan siapa-siapa, tak hidup, hanya berbayang, yang kadang terasa ada dan membuatmu menengok cukup sekali kebelakang. Tak penasaran sepenuhnya.
Bukan karena aku membenci atau iri padanya. Saat ini wajah bulat melonnya sepenuh pandang. Mengganggu bukan main.
Berkali-kali aku berpikir dan sebuah pertanyaan besar memenuhi otak kecilku. Tak pernah terjawab. Betah bersemayam hingga kini. Mengapa wanita ini hadir dalam perjalanan hidupku? Durasi pelakonannya hanya sekian detik namun aku merasa perannya tak bisa dianggap remeh. Bahkan bisa saja ialah penjahat sesungguhnya.
Mantik lain lagi. Perannya lebih halus. Ia mengenalku dengan sedikit kepentingan. Lumayan, transparan tak terlalu menyakitkan. Mengingatnya aku seolah menjelma menjadi seorang tua yang bijak bestari. Duduk tepekur menunggu antri sungkeman anak menantu yang minta doa restu. Khidmat mendengar petuahku seolah ia adalah pemuda yang telah penuh ilmunya dan siap turun gunung. Baginya aku adalah tetua, penuh pengalaman, sakti, petuahku adalah mantra pembasmi kutukan, dalilku adalah undang-undang. Mungkin seperti itu, kaliii!!!!
Mantik adalah rat-rata.
Dan Banih. Ia adalah seingatku saja. Tak banyak yang kutahu dan ingin kuketahui tentang dia. Rambutnya pirang, kuning seperti rambut jagung. Kulitnya juga kuning. Ia suka sekali menggunakan asesoris berwarna kuning. Anting kuning, gelang kuning, sepatu kuning, tas kuning. Giginya sedikit menguning, bukan karena terkena lunturan dari asesoris yang dipakainya, tentunya. Sepertinya di masa kecilnya ia adalah seorang yang penyakitan. Terpaksa meneguk antibiotik demi melanjutkan hidup.
Ia tipe-tipe pesolek. Aku yakin ia bukanlah sebuah ancaman besar. Hanya kameo.
KAy ... Kurang lebihnya, ialah pemangku sumpah itu. Banih, Mantik dan Lani bukan apa-apa. Kay, Ia mengenalku baik sekali.
Gadis ini luar biasa baik sekali. Setidaknya bagiku. Karena satu perihal yang inginku kabarkan padamu kawan ...
Dengan sadarku, aku adalah Mantik, atau Banih atau juga Lani bagi Kay .... Sadis
Label: Memoar
Mimpi adalah kunci, bagi kita menaklukan dunia ... Berlarilah .... nanananananna ....
Ini mah lirik lagunya Nidji Laskar Pelangi, tentang mimpi di dunia nyata. Tapiiii, kali ini gue mau cerita tentang mimpi di duniaaaaa ... apa ya ? Dunia maya bukan ... dunia akhirat juga bukan ... dunia dalam berita apalagi tambah deh ngaconya, apa dunia dani ya (Biar ada pasangan buat mayanya ... hehehe).
Nih gue mau cerita macam ragam mimpi gue, buat perbandingan aja buat yang baca. Apakah mimpi-mimpi kita itu temanya hampir sama alias ga jauh beda. Baik itu settinganny, jalan ceritanya, watak tokoh2nya maupun endingnya.... gubrak!!! Dah kayak mau bikin film aja ... sekalian aja budgetnya berapa ... hehehe
1. Mimpi terbang, inilah mimpi yang sering banget menghampiri gue di tengah malah (yakin banget ngimpinya jam 12 teng). Prosentasenya hampir mencapai 50 s/d 60% dari total mimpi2 gue. Setiap gue mimpi terbang, jangan kalian membayangkan gue terbang kayak superman. Gue cuma ngambang gitu di udara. Semakin tinggi ... tinggi ... dan enakbanget rasanya. Badan gue ringan seperti bumi kehilangan gravitasi.
2. Mimpi telat, nah mimpi kayak gini rata-rata 20 s/d 30%. Mimpinya gue telat kesekolah padahal bentar lagi ada ujian, dan gue telat karena hal sepele KEHILANGAN KAUS KAKI. Telat apalagi ya? Telat datang bulan ... wah ini sich engga dong. Emmm, telat kesekolah doang deh kayaknya. Kalo mimpi telat ke kantor dan gue krasak krusuk sih ga pernah tuh mimpinya. Mungkin karena gue sering telat di kehidupan nyata makanya proposalnya ga diusulin buat gue impiin malamnya ... wekekeke
3. Mimpi gelap, nah ini juga pernah. Biasanya dalam mimpinya gue pulang kemalaman dari suatu tempat. Gue lewatin jalanan yang gelaaap banget. Kadang gue lari .... takuuuut banget soalnya ga ada yang bisa dilihat. Prosentasenya 5 s/d 10%
4. Mimpi dikejar2 penjahat. Nah ini jarang sih, biasanya gue mimpi kayak gini karena kecapekan atau lagi ga enak badan. Dalam mimpi gue berantem tuh sama penjahatnya, kayak gue jagoan benaran ... karate, kungfu, silat, taekwondo dkk gue pake tuh buat menghajar penjahatnya. Alhasil bangun2 badan gue rontok, kayak habis digebukin orang sekampung. Ngilu2 Prosentasenya 3 s/d 8% dech
5. Mimpi lihat langit. Langit disini yang gue mimpiin bermacam ragam, maksudnya gue pernah mimpi lihat langit bolong trus terjadi hujan meteor dari angkasa luar sana. Trus gue mimpi di langit itu ada gambar2, kayak tulisan2 arab, letusan kembang api ... pokoknya indah banget deh
Klo kakak gue pernah mimpi lihat makhluk mengerikan yang keluar dari atas langit ... Nah mimpi kayak gini biasanya cuma 3 s/d 8% juga.
6. Mimpi setan atau hantu. Wah yang ini jarang banget. Mungkin karena gue rajin doa sebelum tidur kali ya ....
7. Mimpi dikejar orang gila, ini juga jarang. Mana ada orang gila dikejar orang gila ... loh?!!!!!
8. Mimpi jalan-jalan, jarang juga nih ... Kalau bisa mimpi jalan2 gue pengen jalan2 ke jepang, korsel, swiss, mekah, medinah ... keliling dunia. Berapa kali mimpi dong ya kalau kayak gitu? Trus budgetnya ????
9. Mimpi sama kekasih hati ..... Emmmmm ??? Ada ga ya? Emmmmmm ada sih ... Tapi kalian jangan mikir yang aneh2 dulu. Yang pasti mimpinya lulus sensor kok, jadi dijamin halal ups ga neko2 loh ... suerrrr dah
Sebagian besar 9 ini deh yang sering gue mimpiin... Walaupun sebenarnya masih banyak kali ya. Cuma ga ingat kali . Soalnya yang pernah gue baca kalau manusia itu ketika bangun hanya bisa mengingat 50% mimpinya, bahkan 5 menit setelah itu ia akan banyak lupa dengan mimpinya sehingga hanya mengingat potongan2 kecil saja dari mimpinya.
Nah, bagaimana dengan kalian? Apa rata2 sama ga ya?
Label: Curhat
“Ih mba, satpam aja ga ada yang berani patroli malam-malam ke tempat itu.” Wajah lelaki muda sedikit menegang. Mencoba meyakinkan. Tak usah susah payah dia berargumen , aku juga percaya. Apalagi dilihat dari wajah lelaki muda itu, sepertinya ia sudah ditakdirkan untuk selalu berkata benar, menjunjung tinggi dasar Negara, berKTP dan tak akan terlibat tindak pidana apapun. Paling parah yang pernah diperbuatnya mungkin hanya kentut diam-diam dan tidak mengaku setelah penciuman sekitarnya terpolusi. Wajahnya, gurat yang gampang sekali untuk dibaca. Wajah orang
“Syukurlah, tapi ga lagi-lagi dech.” Aku terengah-engah. Jari jemariku masih terasa gemetar dan memang gemetar. Kejadian yang baru aku alami adalah sebuah takdir buruk. Bila mengambil perbandingan maka akan muncul angka 1 berbanding 100. Karena ini memang langka terjadi di dunia. Ketika bola golf terlempar di tengah padang yang luas, dan ”puuuk” bola kecil itu mengenai jidat nong nongmu. Bukankah itu sebuah kesialan? Kenapa harus jidatmu, masih banyak tempat lain tempat bola itu mendarat, bukan? Pohonkah, tanahkah, batukah atau terlempar jauh ke angkasa luar sanakah. Seperti itulah perumpamaannya. Tiga hal saja yang mungkin bisa menjadi penyebab utama kesialan ini terjadi padaku. Pertama, faktor kurang inteleknya aku sebagai korban, lebih jelasnya kebodohan atau ketololanku sendiri, internal problem, you know! Faktor kedua adalah karma. Aku percaya karma. Simplenya kalau kau berbuat jahat cepat atau lambat kau akan terkena ganjarannya juga. Mungkin dosa di masa lampau dibalas dengan ini. Seperti suatu waktu aku telah berlaku jahat karena berghibah. Hasilnya batang hidungku hampir patah karena menyenggol tiang palang kereta. Itulah peringatan dibalik karma.
Faktor ketiga datang dari luar, lingkungan. Yup, bisa keisengan seseorang atau keisengan makhluk kasat mata. Xixixixixixi. Iam not kidding, you know.
Hari itu, 28 Mei 2009 untuk pertama kalinya setelah sekian lama tak menginjakkan kaki tepat ketika sidik jariku menempel pada mesin absen pukul delapan kurang. Butuh perjuangan yang keras untuk mendengar kata thank you dari mesin absen pada jam segitu. Perutku sakit. Wajar sekali karena tadi pagi aku belum ke toilet seperti pagi-pagi biasanya. Buru-buru ke kantordemi sebuah kata thank you. Toilet lantai dua tak bisa dipakai karena sedang dibersihkan. Sedangkan toilet bawah penuh terisi, mungkinkah semua orang sepertiku yang tak sempat p****p hanya karena mengejar waktu, hingga seluruh toilet terisi penuh pagi ini?
Toilet lantai 3 gedung baru, belum ada penghuninya. Emmm, maksudku belum semua karyawan dipindahkan kesana karena tak sepenuhnya selesai direnovasi. Apalagi kata-kata lelaki muda berKTP itu terngiang-ngiang di telingaku. Ih mba, satpam aja ga ada yang berani patroli malam-malam ke tempat itu.”
”Tapi toiletnya udah berfungsi kok.” Sebuah pesan yang kuingat. Kuseret langkah kesana. Berat memang, karena aku adalah si komplikasi. Penyakit penakutku akut, hayalan hororku luar biasa, nama-nama hantu kukantongi. Tapi perut dan hasrat untuk p****p lebih kuat. Ya sudahlah aku disana.
Singkat cerita si komplikasi ini menemui karmanya, dipermainkan oleh kekurang intelekannya dan terakhir diisengi what ever, karena kau tahu, AKU TERKUNCI DI DALAM TOILET. Mendorong pintu setan itu dengantenaga kuda. Mengetok-ngetok dan memanggil siapa saja yang mungkin kebetulan kesasar lewat ke sana. Panas bukan main. Memang tak sampai lima menit aku terkurung disana. Karena kau tahu, bukan tenaga kuda atau teriakan minta tolong yang dibutuhkan saat itu juga. Tapi ketenangan, don’t be panic, you know!
Pintu terbuka, walaaaaaaaaaah. sebegitu mudahnya. Tak ada pangeran penyelamat, atau paling tidak OB.
Satu yang pasti. Ini peringatan dibalik karma. Saranku janganlah kau berghibah, mengunyah petai atau jengkol ketika hendak diwawancarai atau hal bodoh dan buruk lainnya. Karena lambat laun semua akan dibalas.
Percaya padaku, kalau tidak kau akan terkunci didalam toilet. YOU KNOW!
Label: Curhat
I am a dreamer