<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609</id><updated>2012-02-16T19:44:06.314-08:00</updated><category term='Memoar'/><category term='kuliner'/><category term='korea'/><category term='novel'/><category term='poem'/><category term='iseng'/><category term='tokoh'/><category term='Minang'/><category term='Televisi'/><category term='Raun'/><category term='kisah'/><category term='pic'/><category term='film'/><category term='lagu'/><category term='Cerpen'/><category term='ulang tahun'/><category term='lomba'/><category term='Curhat'/><title type='text'>My story</title><subtitle type='html'>Ku ingin ceritakan padanya cerita dunia ...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-5419458876151119037</id><published>2011-05-29T22:43:00.000-07:00</published><updated>2011-05-30T22:32:01.991-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Barisan Sakit Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-5H9O0SA58Zc/TeR293fAvuI/AAAAAAAAAUY/B-iVKd8uXIg/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 259px; height: 194px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5H9O0SA58Zc/TeR293fAvuI/AAAAAAAAAUY/B-iVKd8uXIg/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612741840848600802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini hari baru kataku. Walaupun hampir setiap hari kuulang-ulang, meyakinkan. Sejak peristiwa itu. Sulit untuk mengikhlaskan. Menengok kembali hal-hal yang selama ini kuacuhkan. Perang telah usai kawan. Pekik merdeka telah lama redam. Musuh telah menyerah pulang ke kandang. Pengorbanan tanpa imbalan sudah tak jaman. Perjuangan, bambu runcing, tinggal sejarah yang dihapal berulang-ulang di sekolahan tanpa dipahami dan direnungkan. Yang penting saat ujian kau bisa mengisi jawaban nama pahlawan. Imam Bonjol namanya, itupun kau tahu dari uang gocengan untuk membeli sepuntung rokok. Disana ada gambar lelaki berjanggut dan bersorban. Itu dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama. Deklarasi kemerdekaan sudah ditandatangan. Kertasnya pun sudah menguning bolong-bolong dan kini terbingkai rapi di gedung tua sana yang mereka bilang namanya mesium. Sudah terlalu banyak yang kutinggalkan. Di hari ini tak ada lagi yang namanya demi bangsa, semua sibuk demi mengurus perut. Kewajiban diabaikan, hak dituntut. Aku terlalu lena seperti mereka. Makanya Tuhan tak suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seperti bangun dari tidur panjang. telah banyak yang berubah. Revolusi, reformasi. entah apalagi nanti. Sudahlah aku tak peduli. karena kini asa dipaksa sirna. Cinta sudah tak ada. Hanya duka. benci. Dan aku terlanjur sakit hati. Titik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber gambar : Google&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 31052011&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-5419458876151119037?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/5419458876151119037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=5419458876151119037&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/5419458876151119037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/5419458876151119037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2011/05/barisan-sakit-hati.html' title='Barisan Sakit Hati'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5H9O0SA58Zc/TeR293fAvuI/AAAAAAAAAUY/B-iVKd8uXIg/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-2196994270644726032</id><published>2011-02-22T16:33:00.000-08:00</published><updated>2011-05-31T18:10:56.250-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Cinta Cenat Cenut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-lzStVNJNDZk/TeR5-4eGpMI/AAAAAAAAAUg/GZF0rrrAx3Q/s1600/images2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 276px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-lzStVNJNDZk/TeR5-4eGpMI/AAAAAAAAAUg/GZF0rrrAx3Q/s320/images2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612745156827980994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk kamu ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini sama seperti malam2 sebelumnya, tak jelas sudah berapa lama, dua bulan ini tepatnya. Kembali kuselipkan sebuah pinsil 2B tumpul di telingaku. Dasi pramuka merah putih ponakanku yang baru dilantik  jadi anggota pramuka siaga kamis petang kuikat kuat melingkar dikeningku. Ikatannya sedikit membantu mengurangi beban berat yang sekarang hinggap di kepalaku. Menyusun strategi terbaik, fokusku. Jangan sampai semua seperti yang sudah2. Aku berpikir keras. Berkali2, kutulis, kuhapus, kultulis, kuhapus, kutulis lagi, kuhapus lagi .... begitu seterusnya. Hampir satu jam lebih. Bulir2 keringat mulai membasahi wajahku, maklumlah,  beberapa hari ini listrik di rumahku lagi naik turun tensinya, awalnya sedikit sensitif. Lama2 malah hidup dan mati sesukanya. Hingga penggunaan alat eletronik seperti kipas angin pun harus sedikit dikurangi dalam rangka peningkatan toleransi terhadap daya listrik yg pas2an. Mulai tahu diri, bahasa kerennnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otakku mulai kendor, uapan berkali2 meluncur dari mulutku, mataku merah basah. Semangatku anjlok ke titik terbawah. Tatapanku mulai kabur, aku mulai menyerah. Hasilnya tidak bisa dibilang buruk. Coretan2 disana sini, sebuah konsep. Penuh dengan alur2 rumit yg hanya dimengerti olehku saja. SOP (Standar Operating Prosedur) untuk Para Pejuang, judulnya. Kutulis besar2. Tepat dibawahnya kutulis sebaris kalimat, Kali ini Harus Berhasil Tak Boleh Gagal Lagi, dengan 10 pentungan  tanda seru di belakangnya.  Memang tak jauh beda dari yg sebelum2nya. Cuma ada perbaikan sedikit disana sini. Walaupun sudah kukerahkan segala macam ilmu dan pengalaman, mulai dari baca artikel dikoran, majalah, internet, minta asupan nasihat sana sini, dengan sedikit menekan rasa malu, bahkan aku juga belajar dari cerita2 yg ada di drama. Tapi tetap saja konsep strategi ini masih compang camping kurasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini, semangatku menyala2, tubuhku panas, menggelinjang tak bisa tenang. Kertas konsep itu, SOP untuk Para Pejuang masih tergenggam rapat ditanganku. Resah bukan main. Persis seperti menunggu pembagian raport kenaikan kelas. Lamat2 kulatih hapalan yang kukonsep semalam suntuk. Sekali2 kucuri lihat salinan mantra sakti SOP. Mataku mengerjit mengingat2 bila ada bagian yg terlewati, karena hari ini harus sempurna. Apapun itu, pilihan kata, mimik wajah, intonasi suara, bahasa tubuh sampai helaan nafas jangan sampai ada yg meleset dari yg telah direncanakan. Aku anggukkan kepala mencoba meyakinkan diri. memberi semangat diantara keraguan yang hilang timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai, selamat pagi. Kebetulan saya bawa makanan nih, kamu mau?" Sebuah suara mengagetkanku. Lelaki itu. SOP sang pejuang lepas dari genggamanku. Aku kalut. Udara tiba2 beku menyesakkan. Tak ada oksigen, terlalu berat dan padat. Napasku memburu berhembus cepat2. Detak jantungku kacau balau. Tubuhku seolah menciut hingga seujung kuku, tinggal dilentingkan atau terinjak, tamatlah aku. Aku seperti orang tasapo atau terkena si jundai. Resah. Konsep yang kukarang semalam suntuk rontok satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu kenapa?' Tanya lelaki itu lagi.&lt;br /&gt;"Engga". Sebuah suara pendek datar, kaku, seperti baru saja keluar dari alam kubur, mengerikan, terngiang2 di telingaku. Oh tidak, suara itu adalah milikku, keluar begitu saja. Intonasinya jauh dari yg direncanakan. Persis seperti sebuah suara penolakan seorang istri yang diminta balik oleh mantan suaminya setelah ditalak 3 kali dan diselingkuhi berulang2. semua menjadi tidak karuan. Tubuhku menegang, tulang2ku seolahbermetamorfosis menjadi besi2 tua rongsok. gerakku kaku. Berderik2. Wajahku nanar. Hawa panas mengitar senang diatas ubun2ku. Aku siap meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beneran ga mau?" Suara lelaki itu lagi. terdengar mulai tida antusias. Mungkin ia menyesal luar biasa telah menawariku sebelumnya. ia menatapku serius.&lt;br /&gt;"Emmm, engga. Makasih." Tolak suaraku lagi. Kali ini lebih santun tapi tetap terdengar aneh. Persis seperti suara si inem pelayan seksi yang menolak ajakan mesum majikan prianya. Lelaki itu beranjak cepat tak berani kulihat. Mungkin saja ia setengah berlari meninggalkanku. Menyelamatkan diri tepatnya. Tempatku ini terlalu horor baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tinggalaah aku sendiri. Lunglai. sedih bukan kepalang. Kemana konsep2 gila itu. Aku meradang. Perih sungguh. Lamat2 kembali kulafazkan hapalanku.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai, apa kabar? Weekend kemana aja? Wah, kangen nih sama kamu. Udah sarapan belum? aku bawa roti nih khusus buat kamu. Enak kan?&lt;/span&gt; Suaraku terdengar normal, ringan dan renyah. Tidak seperti suara istri yang ditalak 3 kali atau suara memelas inem si pelayan seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kamu yang tak pernah tahu. Malam ini kembali ku berpikir keras. Pinsil 2B tumpul menyelip betah di kupingku. Tak lupa lilitan dasi pramuka terikat kuat di keningku. Aku frustasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang jatuh cinta berjuta rasanya. Bagiku, cenat cenut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 24022011&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-2196994270644726032?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/2196994270644726032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=2196994270644726032&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/2196994270644726032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/2196994270644726032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2011/02/cinta-cenat-cenut.html' title='Cinta Cenat Cenut'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lzStVNJNDZk/TeR5-4eGpMI/AAAAAAAAAUg/GZF0rrrAx3Q/s72-c/images2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-7865173361690841789</id><published>2011-02-18T00:19:00.000-08:00</published><updated>2011-05-31T02:22:19.231-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Minang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagu'/><title type='text'>Kasiah Tak Sampai</title><content type='html'>Kasiah tak sampai artinya kasih yang ga kesampaian kurang lebih itu deh artinya. Ini bukan cerita tentang Siti Nurbaya dan Samsul Bahri yang kisah kasihnya tidak sampai, apalagi drama korea endless love yang mengisahkan kasih dua saudara Ensu dan Jusu yang juga berakhir tragis. Bukan, bukan banget. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-_gqiJBLSaac/TeSypZ06DwI/AAAAAAAAAU4/pzV7EczY44s/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 245px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_gqiJBLSaac/TeSypZ06DwI/AAAAAAAAAU4/pzV7EczY44s/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612807459987656450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber gambar : Google&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kasiah tak sampai adalah judul lagu Minang yang dipopulerkan oleh Elly Kasim (semoga tidak salah). Nah, saya yang secara de euro dan defakto adalah asli cetakan Minang, sudah akrab dengan lagu-lagu Minang. Dan salah satunya adalah Kasiah Tak sampai. Dan ini adalah salah satu lagu Minang favorit saya.&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=UB5kzR4Xwts"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; http://www.youtube.com/watch?v=UB5kzR4Xwts&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut liriknya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kasiah Tak Sampai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Malang bacinto bintang jo bulan&lt;br /&gt;Kasiah digungguang dek matoari&lt;br /&gt;Bia bacarai nyao jo badan&lt;br /&gt;Putuihlah tali jantuang jo hati&lt;br /&gt;Cinto ka uda den baok mati&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Ka dalam tanah maik bakubua&lt;br /&gt;Datang malaikaik yo nan batanyo&lt;br /&gt;Apo kadayo yo nan takana&lt;br /&gt;Kasiah ka uda nan indak sampai&lt;br /&gt;Yo nan takana, kasiah ndak sampai&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Cinto den indak ado duonyo&lt;br /&gt;Cinto den hanyo ka uda surang&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Bia mangamuak topan jo badai&lt;br /&gt;Cinto den indak ado duonyo&lt;br /&gt;Bia di dunia kasiah ndak sampai&lt;br /&gt;Yo di akhiraik den nanti juo&lt;br /&gt;Uda den nanti dalam sarugo&lt;br /&gt;Cinto den indak ado duonyo&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 204, 0);"&gt;(Ciptaan Syahrul Tarun Yusuf, Dipopulerkan oleh Elly Kasim)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-7865173361690841789?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/7865173361690841789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=7865173361690841789&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/7865173361690841789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/7865173361690841789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2011/02/kasiah-tak-sampai.html' title='Kasiah Tak Sampai'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-_gqiJBLSaac/TeSypZ06DwI/AAAAAAAAAU4/pzV7EczY44s/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-521471408125609524</id><published>2011-02-07T18:50:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T19:21:05.274-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poem'/><title type='text'>Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia</title><content type='html'>&lt;p&gt;By. Taufik Ismail&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;I&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga&lt;br /&gt;Ke Wisconsin aku dapat beasiswa&lt;br /&gt;Sembilan belas lima enam itulah tahunnya&lt;br /&gt;Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia&lt;br /&gt;Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia&lt;br /&gt;Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda&lt;br /&gt;Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,&lt;br /&gt;Whitefish Bay kampung asalnya&lt;br /&gt;Kagum dia pada revolusi Indonesia&lt;br /&gt;Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya&lt;br /&gt;Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama&lt;br /&gt;Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya&lt;br /&gt;Dadaku busung jadi anak Indonesia&lt;br /&gt;Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy&lt;br /&gt;Dan mendapat Ph.D. dari Rice University&lt;br /&gt;Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army&lt;br /&gt;Dulu dadaku tegap bila aku berdiri&lt;br /&gt;Mengapa sering benar aku merunduk kini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;II&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak&lt;br /&gt;Hukum tak tegak, doyong berderak-derak&lt;br /&gt;Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,&lt;br /&gt;Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza&lt;br /&gt;Berjalan aku di Dam, Champs Ã‰lysÃ©es dan Mesopotamia&lt;br /&gt;Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata&lt;br /&gt;Dan kubenamkan topi baret di kepala&lt;br /&gt;Malu aku jadi orang Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;III&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,&lt;br /&gt;Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi&lt;br /&gt;berterang-terang curang susah dicari tandingan,&lt;br /&gt;Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu&lt;br /&gt;dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek&lt;br /&gt;secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,&lt;br /&gt;Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,&lt;br /&gt;senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan&lt;br /&gt;peuyeum dipotong birokrasi&lt;br /&gt;lebih separuh masuk kantung jas safari,&lt;br /&gt;Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,&lt;br /&gt;anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,&lt;br /&gt;menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,&lt;br /&gt;agar orangtua mereka bersenang hati,&lt;br /&gt;Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum&lt;br /&gt;sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas&lt;br /&gt;penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,&lt;br /&gt;Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan&lt;br /&gt;sandiwara yang opininya bersilang tak habis&lt;br /&gt;dan tak utus dilarang-larang,&lt;br /&gt;Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata&lt;br /&gt;supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,&lt;br /&gt;Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,&lt;br /&gt;ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,&lt;br /&gt;sekarang saja sementara mereka kalah,&lt;br /&gt;kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka&lt;br /&gt;oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,&lt;br /&gt;Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia&lt;br /&gt;dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,&lt;br /&gt;kabarnya dengan sepotong SK&lt;br /&gt;suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,&lt;br /&gt;Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,&lt;br /&gt;lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,&lt;br /&gt;Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,&lt;br /&gt;fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,&lt;br /&gt;Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat&lt;br /&gt;jadi pertunjukan teror penonton antarkota&lt;br /&gt;cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita&lt;br /&gt;tak pernah bersedia menerima skor pertandingan&lt;br /&gt;yang disetujui bersama,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di negeriku rupanya sudah diputuskan&lt;br /&gt;kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,&lt;br /&gt;lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil&lt;br /&gt;karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,&lt;br /&gt;sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,&lt;br /&gt;Di negeriku ada pembunuhan, penculikan&lt;br /&gt;dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,&lt;br /&gt;Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,&lt;br /&gt;Nipah, Santa Cruz dan Irian,&lt;br /&gt;ada pula pembantahan terang-terangan&lt;br /&gt;yang merupakan dusta terang-terangan&lt;br /&gt;di bawah cahaya surya terang-terangan,&lt;br /&gt;dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai&lt;br /&gt;saksi terang-terangan,&lt;br /&gt;Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,&lt;br /&gt;tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang&lt;br /&gt;menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;IV&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak&lt;br /&gt;Hukum tak tegak, doyong berderak-derak&lt;br /&gt;Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,&lt;br /&gt;Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza&lt;br /&gt;Berjalan aku di Dam, Champs Ã‰lysÃ©es dan Mesopotamia&lt;br /&gt;Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata&lt;br /&gt;Dan kubenamkan topi baret di kepala&lt;br /&gt;Malu aku jadi orang Indonesia.&lt;/p&gt; 1998&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-521471408125609524?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/521471408125609524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=521471408125609524&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/521471408125609524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/521471408125609524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2011/02/malu-aku-jadi-orang-indonesia.html' title='Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-1116766363889167151</id><published>2011-01-31T22:38:00.000-08:00</published><updated>2011-01-31T22:44:43.101-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>HAMKA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TUeripjqjUI/AAAAAAAAAUM/W1NWVO_Pku8/s1600/hamka.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TUeripjqjUI/AAAAAAAAAUM/W1NWVO_Pku8/s320/hamka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568608076026252610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Sumber : &lt;/b&gt;Wikipedia, the free encyclopedia&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;b&gt;Haji Abdul Malik Karim Amrullah&lt;/b&gt;, known as &lt;b&gt;Hamka&lt;/b&gt; (born in kampung Molek Sungai Batang &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Maninjau" title="Maninjau" class="mw-redirect"&gt;Maninjau&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/West_Sumatra" title="West Sumatra"&gt;West Sumatra&lt;/a&gt; February 17, 1908 - and died in Jakarta July 24, 1981) was a prominent &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesian&lt;/a&gt; author, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ulema" title="Ulema" class="mw-redirect"&gt;ulema&lt;/a&gt; and politician. His father, syekh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Abdul_Karim_Amrullah" title="Abdul Karim Amrullah"&gt;Abdul Karim Amrullah&lt;/a&gt;, known as Haji Rasul, led and inspired the reform movement in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sumatra" title="Sumatra"&gt;Sumatra&lt;/a&gt; upon his arrival from the holy land Mecca in 1906.. In 1970's, Hamka was the leader of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Majelis_Ulama_Indonesia" title="Majelis Ulama Indonesia" class="mw-redirect"&gt;Majelis Ulama Indonesia&lt;/a&gt;, the biggest Muslim organizations in Indonesia besides &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nahdlatul_Ulama" title="Nahdlatul Ulama"&gt;Nahdlatul Ulama&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammadiyah" title="Muhammadiyah"&gt;Muhammadiyah&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;In the &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dutch_colonialism" title="Dutch colonialism" class="mw-redirect"&gt;Dutch colonial&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; era, Hamka was the chief editor of Indonesian magazines, such as Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat, and Gema Islam.&lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;He was given the title Buya, derived from the Arabic word Abi or  Abuya meaning Father or someone respectable. Hamka was only getting a  relatively low education in Maninjau Elementary School. He reached only  until grade 2. But when he was about 10 years old, his father founded  the Thawalib or religious teaching school in his hometown &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Padang_Panjang" title="Padang Panjang"&gt;Padang Panjang&lt;/a&gt;. Hamka then learned and mastered &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arabian_language" title="Arabian language" class="mw-redirect"&gt;Arabian language&lt;/a&gt;.  He also took mentors from famous Muslim scholars such as Syeikh Ibrahim  Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto and Ki Bagus  Hadikusumo.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;At the beginning Hamka worked as a religion teacher in 1927 at a plantation in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tebing_Tinggi" title="Tebing Tinggi"&gt;Tebing Tinggi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Medan" title="Medan"&gt;Medan&lt;/a&gt;  and also in Padang Panjang around the year 1929. Hamka then worked as a  teacher in University of Islam, Jakarta and University of Muhammadiyah,  Padang Panjang from 1957 to 1958. After that, he became the rector in  High Institute of Islam, Jakarta and given the title Professor from  University of Mustopo, Jakarta. From 1951 to 1960, he was given in the  position as a Religion High Officer by the Ministry of Religion,  Indonesia, but he deliberately step off from the position when the  former Indonesian first President Sukarno asked him to choose between  taking up with the position of civil employee or becoming a political  activist in Muslim organization Majelis Syuro Muslimin Indonesia (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Masyumi" title="Masyumi" class="mw-redirect"&gt;Masyumi&lt;/a&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hamka was an autodidact in many subjects such as philosophy,  literature, history, sociology and politics, both from Islamic side and  Western side. With his skillful ability in Arabic language, he mastered  the works from those Middle Easterners high scholars such as Zaki  Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti and Hussain  Haikal.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Through his skill in Arabic Language also he examined the works of  French, British and German scholars such as Albert Camus, William James,  Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx and Pierre  Loti. Hamka was a hungry reader and like to do discussions with famous  figures in Jakarta such as HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Surjopranoto,  Haji Fachrudin, Ar Sutan Mansur and Ki Bagus Hadikusumo, while sharpen  his talent as a gifted and talented public speaker.&lt;/p&gt; &lt;h2  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Islamic_Activist"&gt;Islamic Activist&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hamka also active in the Islamic movement through Muhammadiyah  Organization. He was following the belief of Muhammadiyah since 1925 to  fight off ‘khurafat’, ‘bidaah’, ‘tarekat’ and other misinterpretation  and mistreatments of the Islamic teachings for the Padang Panjang  region. Starting the year 1928, he became the leader of Muhamadiyah  Organization branch in Padang Panjang. In 1929, Hamka established a  training center for preaching in Muhammadiyah and two years later he  became Muhamadiyah Consul in Makassar. Following the year, Hamka was  elected to be the leader of Leadership Committee of Muhammadiyah in West  Sumatera by the Muhammadiyah Conference, replacing S.Y. Sutan Mangkuto  in the year 1946. He had reorganized the development in the 31st  Muhammadiyah Congress in Yogyakarta in the year 1950. In 1953, Hamka was  chosen to be the counselor in Muhammadiyah Center. On July 26, 1977,  the Indonesian Religion Minister Prof. Dr. Mukti Ali elected Hamka as  the Leader of Majlis Ulama Indonesia (The Counsel of Muslim Scholars of  Indonesia) but then Hamka resigned from this post in the year 1981 when  his advices were ignored by the Indonesia government.&lt;/p&gt; &lt;h2  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Politician"&gt;Politician&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hamka’s political activities started in 1925 when he became the party  member in Islamic Trade Political Party. In 1945, he helped to  fight-off the efforts from Netherlands to return to Indonesia through  campaigns, speeches and participated in guerrillas’ war in the jungle.  In 1947, Hamka was elected leader of Indonesian National Defence Force.  He then became Masyumi Constituent and became the main speaker in The  Grand Public Election in 1955. Masyumi Party was then banned by the  Indonesian Government in 1960. There was a misunderstanding between  Hamka and then Indonesian President Sukarno about whose side was Hamka  in, in the controversy pro-contra Malaysia. From the year 1964 to 1966,  Hamka was imprisoned with in-house prison by President Sukarno. Hamka  was actually felt grateful for his time in jail. He was always saying,  “If I wasn’t in prison, then I wouldn’t have had the time to finish  writing the Al Azhar’s Tafsir (translation and teachings of the  ‘Koran’). Hamka started to write and finish the Tafsir, which then would  turn out to be his greatest scientific work. When he was out from jail  Hamka was elected as a member of the National Committee of Integrity  Conference, Indonesia, a member of The Indonesian Hajj Travel Committee  and a member of National Culture Association, Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;h2  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Author"&gt;Author&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Other than his activities in the religious and political sectors,  Hamka was also a journalist, a writer, and a publisher. Since the 1920s,  Hamka was working as the journalist of several newspaper such as Pelita  Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam and Seruan Muhammadiyah. In 1928,  he was the editor-in-chief of the magazine ‘Kemajuan Masyarakat’. In  1932, he became the editor of the magazine ‘Al-Mahdi’ in Makasar. Hamka  also once became the editor for the magazine Pedoman Masyarakat, Panji  Masyarakat and Gema Islam.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hamka also wrote a number of Islamic scientific works, novels and  short stories. His biggest scientific works, ‘Tafsir al-Azhar (5  volumes) and many of his novels captured the public’s attention and  became the standard text books all the way to Singapore and Malaysia.  Among these works are the novel ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck’, ‘Di  Bawah Lindungan Ka’abah’ and ‘Merantau ke Deli’.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hamka was awarded with several titles, both national and  international scope such as the title ‘Doctor Honoris Causa, from  University of Al-Azhar Cairo Egypt, 1958; Doctor Honoris Causa,  Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974; and the title ‘Datuk Indono’ and  dan ‘Prince Wiroguno’ from Indonesian government.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hamka died on July 24, 1981, but his works and influence are still  present until today, especially in the growth and modernization of  Islam. Not just as a scholar and a writer in his country, but he was  also highly appreciated in Malaysia and Singapore.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-1116766363889167151?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/1116766363889167151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=1116766363889167151&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1116766363889167151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1116766363889167151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2011/01/hamka.html' title='HAMKA'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TUeripjqjUI/AAAAAAAAAUM/W1NWVO_Pku8/s72-c/hamka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-8133844402797081260</id><published>2011-01-26T22:32:00.000-08:00</published><updated>2011-05-30T22:32:50.758-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memoar'/><title type='text'>Lelaki Kertas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-cHaYMbu0NDA/TeR8HuljhGI/AAAAAAAAAUo/iqJii2t3G8Q/s1600/images3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 266px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-cHaYMbu0NDA/TeR8HuljhGI/AAAAAAAAAUo/iqJii2t3G8Q/s320/images3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612747507816957026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; Sumber Gambar : Google&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;           Tubuhnya tipis dengan tinggi yang menjulang hingga mendekati tiga rentang tangan orang dewasa. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bila berjalan ia sempoyongan, meliuk-liuk seperti sehelai kertas yang dipermainkan angin. Pasrah menunggu sang bayu penat dan menghamburkan tubuh cekingnya terserak lemah. Angin tak sepenuhnya musuh baginya, karena angin jugalah yang membantunya mendorong sendi tubuh lusuhnya bergerak. Menggoda aliran darahnya untuk terus berkonvoi, menyentak saraf dan menyadarkan otak kalau tubuh kertas itu masih bernyawa. Angin dan ia adalah sebentuk simbiosis mutualisma, kerjasama dua makhluk alam yang membutuhkan dan dibutuhkan. Saat angin berbisik, lelaki kertas itulah pendengar setianya. Menaikkan daun telinga caplangnya, serius mendengarkan tanpa interupsi. Itulah keistimewaannya dibanding manusia lainnya, tak banyak cincong. Ia penyimpan rahasia yang baik, tahu cerita mana yang harus dikabarkan dan mana yang harus disimpannya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Beralih ke wajah lelaki kertas itu. Satu kata cukup mewakilkan roman pemilik tubuh tipis kering itu. Kacau. Tidak ada keseimbangan disana. Timpang, centang perenang. Bola matanya besar laksana gajah jumbo yang dipaksa masuk dalam kerangkeng monyet. Membiarkan bokong besarnya menyembul keluar. Biji mata itu tertanam dalam lubang yang sempit dan pengap. Seakan ingin meloncat keluar meninggalkan sarangnya. Bulu kudukmu akan berdiri bila lama-lama menatap mata itu. Hidungnya bulat besar. Sangat memakan tempat di area wajah lonjongnya. Menggusur anggota wajah yang lain untuk menepi. Bibirnya seperti kerucut. Kecil, tipis. Ketika berbicara seperti mulut ikan yang megap-megap di permukaan &lt;i style=""&gt;tabek&lt;/i&gt; mencari udara yang tidak sepekat dibawahnya. Didalamnya teronggok deretan gigi yang tidak rata. Laksana barisan rumah yang porak poranda akibat hempasan angin puting beliung. Menyisakan puing-puing atau bangunan miring tak beratap. Bicaranya tidak begitu jelas. Kalau kau malas bertanya untuk yang kedua kalinya, berarti kau harus mengira-ngira dan menebak apa yang sedang dibicarakan oleh lelaki kertas itu. Kusarankan untuk menjaga pendengaran dan penglihatan agar tak keliru. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kepalanya &lt;i style=""&gt;sulah&lt;/i&gt; dengan rambut tipis bewarna merah kecoklatan&lt;i style=""&gt;.&lt;/i&gt; Tandus, helaian rambut tumbuh ala kadarnya. Membentuk lingkaran tepat diubun-ubunnya seperti bekas pendaratan pesawat UFO di ladang gandum. Kulitnya kering terbalut warna coklat tua pekat. Jari-jari tangannya suka bergetar sendiri, tak mau diam, tak terkendali. Gemetar. Seolah punya dunia sendiri yang terpisah dari induk semangnya. Maka tak jarang lelaki itu sering menjatuhkan benda-benda yang sedang berada dalam genggamannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Maik, begitulah orang kampung sering memanggilnya. Aku tak tahu pasti nama panjang lelaki kertas itu. Aku mengenalnya telah berada di kampung aur ini dengan nama yang tak ubahnya seperti sebuah gelar. Sindiran nyata tentang roman dan perawakannya yang tak jauh beda dengan &lt;i style=""&gt;mayit &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;atau mayat.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; Ia sering meracau tak jelas, tapi tak mengganggu. Dengarlah sekali-kali racauan itu. Ada sejuta makna disana. Tak asal. Bukan sekadar gurauan. Ada peringatan, nasihat, petuah, sindiran halus bahkan kekocakan yang membuat kau tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Maik tak pernah protes dengan hidupnya. Sepi interupsi. Bahkan ia terlihat senang dengan kondisinya. Tak menyalahkan Tuhan. Apapun itu sempurna dimatanya. Tak ada hitam  apalagi abu2. Semua bersih, suci, putih. Maik yang tak sempurna di mata awam kami, adalah manusia terpilih. Pilihan Zat yang maha tinggi. Pemilik jagat semesta. Mungkin karena itu pulalah ia diberi keistimewaan. Ia tak pernah alpa. Tak pernah lupa diri, tak pernah lupa kami, tak pernah lupa sembahyang, tak pernah lupa untuk saling mengingatkan. Ia laksana dengungan alarm penyentak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Maik lelaki kertas itu. Si yatim yang dicintai orang kampung justru karena kekurangannya ... Helaian kertas berterbangan terserak di angkasa. Udara dingin menusuk2, angin bertiup tenang. Di ranah ini, di tanah jirek tanah wakaf lokalisasi peristirahatan abadi lelaki kertas itu kini berbaring. Lelaki kertas itu telah menulis sendiri amal2 baiknya di helaian kertasnya. Ia telah siap melapor kepada pemilik hidup. Maik, Ahmad ... Lahir Jumat 12 Januari, Wafat Jumat 12 Januari ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;xml&gt;&lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;xml&gt;&lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;/div&gt;&lt;xml&gt;&lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 0.5in;"&gt;Juanda, 27012011&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-8133844402797081260?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/8133844402797081260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=8133844402797081260&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8133844402797081260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8133844402797081260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2011/01/lelaki-kertas.html' title='Lelaki Kertas'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-cHaYMbu0NDA/TeR8HuljhGI/AAAAAAAAAUo/iqJii2t3G8Q/s72-c/images3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-1731056355454264978</id><published>2010-12-30T23:37:00.000-08:00</published><updated>2010-12-31T01:11:28.313-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korea'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Serial Korea Terbaik</title><content type='html'>Serial Korea. Ah, rasanya sudah lamaaaaa sekali saya ga nyinggung2 bahasan ini di blog saya. Jadi kangen. Status saya yang sedikit bergeser menjadi "Mendadak Mahasiswa kembali" bikin waktu seolah makin sempit aja. Emmmm, bukannya habis digunain buat belajar loh, tapi habis buat nonton. Apalagi demam bola akhir tahun ini. Wahhhh, sedikit banyak menyita energi, karena bikin deg2an dan full kejutan. Walaupun akhirnya kalah. Ya sudahlah, Still I Love Timnas, much much much. Jadi pengen bahas bola juga, tapi lain kali deh.&lt;br /&gt;Sekian lama dalam pengembaraan. Emm, akhirnya saya membuat keputusan diakhir tahun ini. Taraaaaaaaaaaaaaa .... penghargaan. Emmmm, satu kata yg manjur buat mengapresiasi hobi saya nonton serial korea. Sekaligus, award ini adalah harapan besar saya, agar perang antar korea segera berakhir. Hopefully. Kasihan, aktor dan aktrisnya. Ngungsi kemana mereka? Lee Min Ho, come to mama .... huhuhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah judul serial2 korea terbaik versi saya. Maaf2 seblumnya, ini bukan dikhususkan hanya untuk serial korea yang lahir tahun 2010 saja. Tapi versi ngacak. Kriteria penilaian: tiap episode selalu bikin penasaran, lucu, mampu  memaksa penontonnya (saya) buat begadang-tidur jam 1,2,3 pagi hanya buat  nonton serial ini. Kalo pun dah kelar episodenya, masih tetap disetel  berulang kali. Pemainnya lucu2, cantik2, ganteng2. Jalan cerita walau  ngawur tapi tetap menghibur. Ga vulgar, dalam arti adegan2nya cukup  sopan. Dan berikut adalah serial2 terbaik ituh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Personal Taste.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TR2aqz3y5XI/AAAAAAAAATM/KZmz2A_Vweo/s1600/Personal%2BTaste.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 249px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TR2aqz3y5XI/AAAAAAAAATM/KZmz2A_Vweo/s320/Personal%2BTaste.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556767575514473842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. My Girl Friend is Gumiho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TR2bfCGQCvI/AAAAAAAAATU/kAx9ORCQ_9M/s1600/my-girlfriend-is-a-gumiho-ost.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TR2bfCGQCvI/AAAAAAAAATU/kAx9ORCQ_9M/s320/my-girlfriend-is-a-gumiho-ost.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556768472686398194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Who Still Marry Me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TR2bxdf18dI/AAAAAAAAATc/wKb4fkRYnKk/s1600/still-marry-me-korean-drama-sinopsis.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 219px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TR2bxdf18dI/AAAAAAAAATc/wKb4fkRYnKk/s320/still-marry-me-korean-drama-sinopsis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556768789279142354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. He Is Beautiful&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TR2b9bUAxRI/AAAAAAAAATk/vvj2gRKYgxQ/s1600/youre-beautiful-becomes-korean-favorit.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TR2b9bUAxRI/AAAAAAAAATk/vvj2gRKYgxQ/s320/youre-beautiful-becomes-korean-favorit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556768994851079442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. Playfull kiss 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TR2dfRuMYiI/AAAAAAAAAT0/uFmOftvFTGs/s1600/playfull%2Bkiss%2Bposter.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TR2dfRuMYiI/AAAAAAAAAT0/uFmOftvFTGs/s320/playfull%2Bkiss%2Bposter.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556770675903717922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. Thank You&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TR2dUiWXSBI/AAAAAAAAATs/HqXxb82bndk/s1600/ThankYouDrama.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TR2dUiWXSBI/AAAAAAAAATs/HqXxb82bndk/s320/ThankYouDrama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556770491388610578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah, sodara2 itulah beberapa serial korea terbaik menurut saya, Maaf2 klo ada yang ga sepaham. Soalnya, hanya serial2 inilah yang baru bisa saya tonton tahun ini. Hehhehehe.&lt;br /&gt;Selamat yah buat para pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juanda, 31 Desember 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-1731056355454264978?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/1731056355454264978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=1731056355454264978&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1731056355454264978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1731056355454264978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2010/12/serial-korea-terbaik.html' title='Serial Korea Terbaik'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TR2aqz3y5XI/AAAAAAAAATM/KZmz2A_Vweo/s72-c/Personal%2BTaste.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-16251246847316218</id><published>2010-12-20T02:25:00.001-08:00</published><updated>2011-05-31T02:40:10.774-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Mas Dafi dotkom</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-l434Xu-_xXA/TeS2KVEMoMI/AAAAAAAAAVA/o1PVA6LvWM8/s1600/5.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 100px; height: 76px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-l434Xu-_xXA/TeS2KVEMoMI/AAAAAAAAAVA/o1PVA6LvWM8/s320/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612811324180177090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Mas Dafi ... mas Dafi, ada? Apa masih belum masuk?" Wanita itu celingak celinguk. Ia bertanya, suaranya nyaring, cara bicaranya cepat-cepat seperti orang buru-buru ingin buang hajat. Tak ada jawaban, padahal tak mungkin tidak seorang pun yang tak mendengar. Kami pura-pura tuli. Kompak untuk satu ini. Yayi menyikutkan lengannya. Aku memandingi ia yang mulai bertingkah. "Mas Dafi ... Mas Dafiiiiii." Godanya setengah berbisik. Aku menahan geli. Geli untuk dua kata ini, Mas Dafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu minggu yang lalu. "Mas Dafi, bisa kan ngerjainnnya? Bisalah, pasti Mas Dafi mengerti, orang Mas Dafi kerjanya juga di Bank. Studi2 macam ini sudah makanan sehari2 bukan?" Seru wanita itu, masih tetap dengan nada cepat2 dan penuh percaya diri. Yayi menyenggolkan lengan&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-NdrmyiVUSZ0/TeS3GuoS5_I/AAAAAAAAAVQ/Jf_cA_o1kqo/s1600/5.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 100px; height: 76px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-NdrmyiVUSZ0/TeS3GuoS5_I/AAAAAAAAAVQ/Jf_cA_o1kqo/s320/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612812361834620914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;nya. Ia memperlihatkan kesepuluh  jarinya. Sembari tertawa geli. Aku paham betul, angka 10 itu pastilah hitungan dua kata "Mas Dafi" yang sudah berkali2 keluar dari bibir wanita setengah baya di depan kami ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Dafi, siapa yang tidak mengenalnya. Paling tidak untuk kelas ini saja. Yang penting terkenal, ceritanya. Di zaman yang katanya edan ini, popularitas sedikit menolong bagi siapa saja. Katanya, mau jadi bupati atau walikota saja harus gandeng artis buat jadi wakilnya. Setidaknya bisa membantu, karena artis banyak dikenal. Hitungannya biaya bisa sedikit lebih ditekan. Cerdik kan. Artis apa saja, yang penting populer. Nah, begitu pula dengan Mas Dafi. Disebut berkali2 diruang kelas ini cukuplah membuat kami terhipnotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Voluntir menjawab soal, Mas Dafi. Mahasiswa dengan nilai tertinggi, Mas Dafi. Ketua kelas, Mas Dafi. Potokopi, Mas Dafi. Hapus papan tulis, Mas Dafi. Menenteng laptop, Mas Dafi. Penerangan di kelas bermasalah, Mas Dafi. Ac tewas, Mas Dafi. Ada yang pilek, sesak napas, muntah2, mual, tetap nama Mas Dafi yang disebut. Entah apa korelasinya. Hingga lantai kotor, bangku peyot, gedung amblas, Mas Dafi ada disitu. Mungkin itulah akibat asupan kata yang berlebihan hingga siswa tidak bisa membedakan Mas dafi sebagai mahasiswa atau kacung. Kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita itu ngeblur kali yah. Ga nyata. Kok yang dipanggil Mas Dafi terus. Payah." yayi bersungut2. Aku ikut. Mas Dafi bukan segala2nya toh?! Peristiwa2 besar seperti gempa, tsunami, tornado, tak ada kaitannya dengan namanya mAs Dafi. Cukup saja di ruangan kelas ini. Karena prestasinya dan bentuk fisik yang diatas rata2, ia menjadi terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti kesimpulannya Mas Dafi yang buat ...."&lt;br /&gt;"Ini periodenya harus dikali dengan rasio yang ada, begitu yah mas Dafi yah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisinya ruangan kelas penuh oleh puluhan mahasiswa. Tapi cuma Mas Dafi yang tidak absen dimata dosen kami itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"MAs .... Mas .... MAs Dafiiiiiii. Jangan pergiiiiiiiii, Mas Dafiiiiiii ........ Mas dafi, jangan tinggalin yayi sendiri ...... Mas Dafiiiiiiiiiiiiii." Yayi bergumam, bibirnya mencong kanan kiri. Kelopak matanya masih menutup rapat, dengan bola mata yang liar bergerak. Tangan terangkat seperti deklamator berorasi. Sungguh hebat, Mas Dafi terbawa hingga ke dalam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandangi Yayi lekat. Komat-kamit kuberkonsntrasi penuh. Memanjatkan doa sekhusuk2nya.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Aku menyapu wajahku yang sudah merona merah lada. Malu bukan main. Kuinsut tubuhku diam2 membelah kerumunan penumpang. Aku kabur, meninggalkan Yayi yang terbengong2. Sebait doa kupersembahkan untuk Yayi yang malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tuhanku, tolong lindungi yayi. Cukupkanlah Mas Dafi hanya tenar di kelas kami, jangan juga dikereta ekonomi ini. Amiiiin"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juanda, 21 Des 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-16251246847316218?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/16251246847316218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=16251246847316218&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/16251246847316218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/16251246847316218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2010/12/mas-dafi-oh-mas-dafi.html' title='Mas Dafi dotkom'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-l434Xu-_xXA/TeS2KVEMoMI/AAAAAAAAAVA/o1PVA6LvWM8/s72-c/5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-3900040191546939182</id><published>2010-08-19T22:44:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T22:49:12.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Terimakasih Nayna</title><content type='html'>&lt;span&gt;”Saya tidak tahan melihat dia menderita.” Ada gurat kesedihan luar biasa di wajah lelaki itu. Kantung matanya bengkak. Hampir setiap malam ia harus tetap terjaga, berjuang melawan rasa kantuk dan letih yang menjalar di setiap sendi tubuhnya. Putrinya membutuhkannya, membantu meminumkan butiran-butiran tablet beraneka warna sebagai penawar yang bersifat sementara. Menunggui dan hanya mampu membatin bila sang putri mulai mengeluh merintih dan berteriak-teriak mengerang kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini sudah hampir tujuh bulan. Saya sangat berharap Nay bisa kembali normal seperti sebelumnya. Saat ini Nay sudah sangat tergantung pada obat itu. Entah sampai kapan ia bisa bertahan.” Lelaki itu menyapu wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Air mukanya mendung. Didongakkannya kepalanya keatas. Bola matanya bergerak menatap langit-langit ruangan mencoba membendung lelehan air mata yang telah menggenang. Setiap tarikan napasnya seolah untaian doa yang tak terputus-putus demi kesembuhan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ia tidak mau dikemo. Baginya kemo adalah sebuah eksekusi kematian. Penyakit itu tiada mengenal ampun. Setiap tangisan dan jerit kesakitan Nay seperti sebuah teriakan kemenangan nasofaring. Penyakit itu seolah menantang saya dan lantang menyuarakan bahwa ia tidak akan pernah musnah walau dihantam dengan berbagai jenis obat. Saat ini Nay butuh tiga butir obat penahan rasa sakit setiap harinya. Dosisnya akan selalu bertambah. Dokter bilang bila obat itu tidak mempan lagi terpaksa Nay harus diberi morfin.” Tangis lelaki itu akhirnya pecah. Bola matanya merah basah. Ia tergugu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ia sudah tidak mampu lagi berjalan. Berdiri saja badannya sudah oleng. Berat badannya mulai menurun. Tidak ada makanan yang bisa ditelannya. Semua makanan harus dihaluskan dan dibantu dengan air agar bisa terdorong masuk melewati tenggorokan. Langit-langit Nay sudah bolong menganga membentuk sebuah lobang. Suaranya pun terdengar mengecil. Rongga hidungnya menutup sehingga Nay harus bernafas lewat mulut. Bila penyakitnya kambuh bola mata Nay membengkak seperti mau meloncat keluar. Kepalanya berdenyut-denyut, menusuk-nusuk hebat. Ia mengerang, meringis tanpa henti. Istri saya hanya bisa menangis. Kami pasrah.” Lelaki itu kemudian terdiam. Airmatanya sudah berhenti meleleh. Aku tahu di hatinya masih ada buncah kesedihan luar biasa melebihi sekedar luapan air mata itu.&lt;br /&gt; ”Entah apa lagi yang harus kami lakukan. Semua sudah kami usahakan. Setiap detik adalah satu untaian doa kami demi kesembuhan Nay. Setiap langkah kami adalah ikhtiar untuk mengobati penyakit Nay.” Kusodorkan sebuah gelas berisi air putih kepada lelaki itu. Sekilas dilihatnya gelas itu. Kurasa ia juga melihat wajah anaknya disana. Wajah Nayna yang sedang menangis meringis dan berteriak-teriak kesakitan menahan ganasnya kanker yang bersarang di rongga hidungnya. Diteguknya air itu, tiga kali tegukan. Kini baginya semua yang ditelan tiada berasa lagi. Manis, pahit, asam  dan asin ia bahkan sudah lupa bagaimana rasanya. Hanya ada satu rasa yang mampu dikecapnya  saat ini yaitu hambar. Lelaki itu kemudian meletakkan gelas bening bergagang itu di meja sejengkal dari lengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Sebulan yang lalu Nay terpaksa harus dirawat di rumah sakit. Ia pingsan beberapakali. Selama seminggu hampir 40 juta lebih uang yang kami keluarkan untuk biaya pengobatan Nay. Apalagi harga obat yang sangat mahal. Untuk satu butir obat penahan rasa sakit saja harganya 50 ribu, satu hari Nay bisa menghabiskan satu sampai tiga butir obat. Seminggu di rumah sakit, Nay mulai terlihat pulih. Berat badannya mulai kembali naik. Bibirnya yang mencong mulai normal seperti sedia kala. Pipinya yang bengkak mulai mengempes. Ia sudah bisa berkomunikasi dengan baik. Melihat kondisi itu saya langsung mengambil keputusan untuk membawanya pulang. Lagi pula kondisi keuangan kami sudah tidak memungkinkan lagi. Untuk biaya pengobatan itu saja saya dapat dari pinjaman.” Kuresapi setiap untaian keluh kesah lelaki itu. Kesabarannya luar biasa. Tidak sepertiku yang lemah dan bodoh. Yang selalu berprasangka buruk terhadap ujian yang datang dariNya. Ketika ujian itu datang, aku merasa seluruh beban dunia kupikul sendirian.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Sehari sepulangnya dari rumah sakit penyakit Nay kembali kambuh. Sudah tidak ada biaya lagi untuk mengobatinya. Saya hanya pegawai rendahan, bekerja sebagai kurir di perusahaan garmen. Melihat usia yang sudah tidak produktif lagi sebenarnya perusahaan bisa saja mengganti saya dengan yang baru, dengan yang lebih muda dan lebih aktif. Untungnya perusahaan menghargai loyalitas saya sebagai pegawai lama dan tetap mempertahankan keberadaan saya. Saya bersyukur atas itu. Mengharapkan gaji bulanan sebagai kurir tentunya jauh dari harapan untuk menutupi semua biaya pengobatan Nay. Saya pasrah. Satu-satunya jalan keluar adalah rumah yang sudah kami tempati hampir 20 tahun itu harus dijual sebagai biaya pengobatan Nay. Kami sepakat tidak memberitahukan perihal penjualan rumah itu kepada Nay. Ia pasti akan merasa sangat sedih dan bersalah bila tahu rumah tempat ia dibesarkan itu telah dijual untuk biaya pengobatannya. Agar Nay tidak curiga saya mengontrak rumah itu selama 3 tahun kepada pemilik yang baru. Sehingga sampai 3 tahun ini kami masih bisa menempati rumah itu.” Tak tampak raut penyesalan di wajah lelaki itu. Himpitan hutang, kehilangan rumah, raga yang semakin renta dan masa depan yang tak pasti. Ia tak peduli. Yang paling penting adalah kesembuhan Nay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termangu, sungguh luar biasa pengorbanan lelaki setengah baya yang duduk 2 meter tepat dihadapanku itu. Hari-harinya memang penuh ujian. Namun ia mampu membuat ujian itu bernilai tinggi. Aku merasa terlecut. Usaha lelaki itu seperti sebuah palu besar yang siap menghantam tubuhku. Meremukan ragaku dan namun tetap membiarkan hatiku utuh agar bisa menyadari bahwa ujian yang menimpaku belum apa-apa dibandingkan lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Setiap akan berangkat kerja Nay mencium tangan saya. Ia berulang kali meminta maaf kepada saya dan ibunya. Ia merasa telah banyak merepotkan kami. Saya hanya bisa menahan haru. Permohonan maafnya membuat hati saya luluh. Dibalik permintaan maafnya Nay seperti sedang mempersiapkan kematiannya.” Mata lelaki itu kembali meleleh. Ia sudah tahu pasti kanker adalah penyakit yang mematikan. Apalagi saat ini penyakit Nayna sudah berada pada stadium akhir. Harapan untuk sembuh sudah sangat tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghela napas panjang. Semburat harapan untuk kesembuhan Nayna masih terlihat di mata lelaki itu. Ia begitu yakin Tuhan tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hambanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada banyak hikmah yang kami peroleh dari sakitnya Nay.”&lt;br /&gt;Oh Tuhan, aku membatin. Di tengah ujian yang dihadapinya, lelaki itu masih mencoba menemukan sebuah hikmah. Ia tidak menutup mata dan melihat ujian sekadar sebagai takdir yang harus dijalani manusia, diselesaikan dan berakhir begitu saja. Namun ada pelajaran yang didapatnya. Yang kemudian dijadikan sebagai bekal menghadapi ujian hidup selanjutnya.&lt;br /&gt;”Kami sekeluarga jadi lebih bersatu. Hubungan silaturahmi dengan saudara-saudara yang dulu sempat terputus mulai kembali tersambung karena Nayna. Mereka merasa prihatin dengan kondisi Nay. Pakde Nay yang ada di Lampung sudah hampir setahun tidak pernah bertukar kabar lagi dengan saya, akhirnya datang ke Jakarta setelah mendengar penyakit yang diderita Nay. Ada sebagian dari mereka yang membantu biaya pengobatan Nay. Saya merasa terharu. Dukungan dan doa mereka terhadap Nay sungguh besar. Begitu pula dengan para tetangga. Bila tiba-tiba penyakit Nay kambuh dan kebetulan saya tidak sedang di rumah, dengan ikhlas mereka datang menolong istri saya menjaga Nay.” Sebuah senyum tampak tersungging di ujung bibir lelaki setengah baya itu. Terbuat dari apakah hati manusia satu ini. Ia masih bersyukur. Bersyukur di tengah ujian yang sedang melanda keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yang lebih membuat saya terharu adalah perubahan pada diri Najmil, adik Nay. Ia berubah 180 derajat. Dia mulai mengerjakan shalat. Padahal dulu sulit sekali memaksanya untuk menjalankan kewajiban agama yang satu ini. Semua nasihat saya dan ibunya hanya numpang lewat saja di telinganya, tidak pernah menempel di otaknya. Namun hatinya tersentuh setelah melihat kondisi yang sedang dihadapi oleh kakaknya Nay.” Lelaki itu menatap lurus ke depan. Ia kembali tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya sangat berterimakasih atas bantuan Ibu kepada anak saya Nayna. Di tengah kesulitan kami, uluran tangan ibu datang bagai oase di tengah padang pasir bagi keluarga kami. Kata-kata tak cukup rasanya mewakili ungkapan terimakasih ini. Saya hanya bisa berdoa dengan tulus semoga Allah membalas segala kebaikan ibu.” Sepasang mata lelaki tua terlihat bersinar. Ia tersenyum haru. Indah sekali. Inilah nikmat dari saling membantu. Indahnya tak tersurat dalam rangkaian kata. Tak tergambar dalam lukisan segala aliran. Tak bisa dinilai dengan uang. Inilah bahasa kalbu. Dimana hanya hati sajalah yang mampu menguraikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sangat beruntung bisa dipertemukan dengan bapak. Nayna pasti bangga mempunyai ayah seperti bapak. Seorang pekerja keras yang rela berkorban apa saja demi kesembuhan buah hatinya.” Mata lelaki itu kembali basah. Berkali-kali ia mengusap lelehan air mata yang tiada henti menggenang di sudut matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Sayalah seharusnya yang bersyukur karena sudah dipertemukan dengan ibu. Seorang wanita yang berhati mulia. Mereka yang menjadi bagian dari hidup ibu pasti bangga mempunyai teman, anak, saudara, kakak, istri ataupun orang tua seperti ibu. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih” Lelaki itu mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya. Berulang-ulang ia mengucapkan terima kasih sembari melafazkan rasa syukur kepada yang Kuasa.&lt;br /&gt;Seorang wanita yang berhati mulia. Mereka yang menjadi bagian dari hidup ibu pasti bangga mempunyai teman, anak, saudara, kakak, istri ataupun orang tua seperti ibu ...&lt;br /&gt;Kata-kata lelaki tua itu masih terngiang-ngiang di telingaku. Semulia itukah aku? Seorang anak yang bisa dibanggakan oleh kedua orang tuanya, seorang ibu yang dicintai oleh anak-anaknya. Semua itu hanyalah sebuah harapan. Harapan yang sulit menjadi kenyataan. Allah melimpahkan rezeki yang luas untukku. Namun hatiku miskin. Perasaan berdosa selalu membayangiku.&lt;br /&gt;Kegiatan amal membantu orang-orang yang sedang membutuhkan adalah salah satu cara pelarianku dari rasa bersalah. Sosokku bagai malaikat didepan orang-orang yang sedang ditimpa kesusahan. Aku datang kepada mereka mengulurkan bantuan dengan tulus dan ikhlas. Namun segalanya masih belum dapat menghapus kegalauan yang meluap-luap memenuhi batinku. Bagi mereka yang kutolong, aku adalah wanita yang mulia. Tiada cacat dan cela. Namun wanita yang mereka anggap mulia ini telah berkali-kali membuat mata ibunya basah dan mengurut dada karena ulahnya. Wanita ini telah membuat ayah, saudara dan teman-temannya merasa sangat kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamunanku kembali ke masa lalu. rasa bersalah itu semakin menjalar di benakku. Aku telah menorehkan aib bagi keluarga. Aib karena telah mengandung benih dari hasil perbuatan yang belum halal kulakukan. Orang-orang terdekatku membenciku. Aku pun benci pada diriku, juga terhadap bayi yang kukandung. Saat itu aku merasa sendirian dan tidak tahu harus berbuat apa-apa. Bayi merah itu kutinggalkan tanpa tahu bagaimana rupanya, bagaimana suara tangisnya. Bahkan seuntai namapun tak kutinggalkan untuknya. Aku adalah ibu yang kejam.&lt;br /&gt;Hatiku basah. Pak Narto telah memberikan pelajaran yang sangat berharga buatku. Gelombang ujian yang menghantamnya tak sedikitpun menyeret langkahnya ke dasar lautan yang hitam pekat. Ia tetap berjuang demi kesembuhan Nayna. Tidak sedikit pun ia menyalahi takdir Ilahi. Hidup adalah sebuah perjuangan, karena itu harus ada pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teeeeeeeeeeeet .... teeeeeeeeeeeeet ......... Handphoneku berbunyi. Ada sms yang masuk. Dari Pak Narto ayah Nayna. Rasa penasaran menyelimutiku.&lt;br /&gt;Ibu Kartika, maaf bila saya mengganggu. Saya hanya ingin mengabarkan Nayna sudah tidak ada lagi bersama kami. Ia telah pergi menghadap sang Khalik. Pagi ini insyaallah Nayna akan dimakamkan. Sebelum meninggal ia sempat menanyakan siapa wanita berhati mulia yang telah tulus menolongnya. Nay sangat berharap bisa bertemu dan mengucapkan terima kasih kepada ibu. Mewakili Nay, saya ingin menyampaikan amanah itu. Terimakasih ibu Kartika. Terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mataku meleleh. Hatiku basah. Batinku terasa sesak. Gadis itu telah pergi. Pergi meninggalkan pelajaran berharga untukku. Terimakasih Nayna. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, medio April 2008&lt;br /&gt;Terinspirasi dari kisah sedih seorang teman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-3900040191546939182?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/3900040191546939182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=3900040191546939182&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3900040191546939182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3900040191546939182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2010/08/terimakasih-nayna.html' title='Terimakasih Nayna'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-8843671637708187124</id><published>2010-07-13T17:59:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T17:58:29.539-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Raun'/><title type='text'>Bola Pingpong dari Banjar</title><content type='html'>Pernah lihat penyu? Dari tv sih pernah tapi liat langsung belum. Tapi kalau makan telurnya? Udah dong. Hohoho, bangganya. Begini ceritanya, waktu pas lagi jalan ke Kalimantan Selatan alias banjarmasin. Seperti biasa, kita pasti hunting makanan khas daerah mana pun yg kita tuju sama oleh2 khas dari sana. Nah cuapek2 habis borong cincin, gelang dan kalung (wahhh serasa orang kaya) di martapura, kita langsung terbang kembali ke hotel yang letaknya di kota banjarmasin. Berhubung mobil yang kita sewa satu hari sayang nganggur, akhirnya kita lanjut aja tanpa balik ke hotel jalan2 di pinggiran sungai barito. Tak banyak yang bisa dilihat sih sebenarnya. Rumah2 penduduk yang berdiri dipinggir2 sungai, dengan aktivitas sehari-hari seperti mandi dan mencuci di pinggiran sungai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TD1W0ExrQwI/AAAAAAAAASo/Zr1uX1SO_WI/s1600/P24-06-10_16-50%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 242px; height: 167px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TD1W0ExrQwI/AAAAAAAAASo/Zr1uX1SO_WI/s320/P24-06-10_16-50%5B1%5D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493642573097157378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah walaupun ga terlalu puas karena ga bisa lihat pasar terapung yang terkenal disana itu, dikarenakan pasar terapung hanya ada subuh-subuh dan kami besoknya harus langsung berangkat dengan pesawat pagi. Jadinya kita memilih untuk mengisi perut saja. Berdasarkan rekomendasi dari driver yang memang asli sana, kami mendapatkan tempat makan yang lumayan nyaman. Penyajiannya sedikit persis dengan rumah makan padang, segala lauk dihidangkan. Tinggal kita saja mau pilih yang mana. Ada Ikan, pindang, saluang (ikan kecil khas banjarmasin), daaaan telur penyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TD1XJB-flXI/AAAAAAAAASw/qTVSYL9y9Yg/s1600/P24-06-10_16-50.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 248px; height: 186px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TD1XJB-flXI/AAAAAAAAASw/qTVSYL9y9Yg/s320/P24-06-10_16-50.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493642933122864498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Telur penyu yang sudah direbus persis seperti bola pingpong yang penyet sana sini. Cangkangnya putih bersih, sedikit lunak dan harus dikupas kalau ingin membuka isi dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo dis, kapan lagi. Cobain" Seru salah seorang teman, agar aku mau mencoba sebutir saja telur penyu yang manis2 dihidangkan dihadapan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit komat kamit baca doa dan menarik napas panjang, akhirnya satu sendokan kecil isi telor masuk juga ke mulutku. Baunya, kayak bau telor, ya iyalah. Sedikit bau obat2 gitu, dan sedikit ada rasa pasir2 gitu. Untuk diketahui hanya bagian kuning dari telur penyu saja yang padat sedangkan putih telurnya tidak padat masih cair seperti telur mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hap ... hap .... Aku cuma kuat dua sendok kecil dan itupun secuil2. Akhirnya nyerah juga. Tapi lumayan bisa ngerasain. Buat pengalaman. Makan telur ayam udah, itik bebek udah, penyu udah tinggal telur cicak ama telur dinosaurus aja kali yah .... Hohohoho .... engga deeeeeeeh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-8843671637708187124?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/8843671637708187124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=8843671637708187124&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8843671637708187124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8843671637708187124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2010/07/bola-pingpong-dari-banjar.html' title='Bola Pingpong dari Banjar'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TD1W0ExrQwI/AAAAAAAAASo/Zr1uX1SO_WI/s72-c/P24-06-10_16-50%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-8960262612326528901</id><published>2010-07-01T19:01:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T02:42:49.053-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>Negeri 5 Menara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TC2EFFE-kdI/AAAAAAAAASg/BqvWr_YSSDs/s1600/5_menara_ps_gm_contrast2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TC2EFFE-kdI/AAAAAAAAASg/BqvWr_YSSDs/s200/5_menara_ps_gm_contrast2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489188743631770066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ditengah gempuran pekerjaan yang terkadang takut-takut membuat alzaimer ini, syukurlah masih ada waktu untuk membaca novel Negeri Lima Menara. sebenarnya kenal novel ini baru satu minggu ini. Itu pun tidak diniatkan, maksudnya? Awalnya membeli novel ini bukanlah tujuan utama. Karena sebelumnya sama sekali ga pernah dengar apalagi liat ini novel. Udah lama ga beli buku lagi, trus iseng2 buka web jualan buku online, baris paling atas tertera daftar buku2 baru. Daaaaan novel N5M tidak ada dalam urutannya!!! Lah?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru novel terbaru milik Andrea Hirata berjudul Padang Bulan dan Cinta dalam Gelaslah yang menjadi incaran. Nah, cerita punya cerita. Kalo beli buku online ini harga buku yang udah didiskon ditambahin sama ongkos kirim. Daaaan, kalau mau ongkos kirimnya free harus beli buku dengan harga diatas seratus ribu rupiah. Karena harga buku yang mau aku beli dibawah 100 ribu makanya aku putar otak. Tiiiiiiiing, secercah cahaya datang ... hehhehe. Angkat telpon dan mulailah nanya sana sini siapa diantara anak-anak yang mungkin pengen/ngebet/kebelet beli buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang hasilnya nihil, pada bokek. Tapi tunggu dulu, dari mangsa terakhir yang aku telp, sebut saja namanya bunga. Baru terungkaplah siapa/apa makhluk yang bernama N5M ini.&lt;br /&gt;"Boleh, aku mau beli Negeri 5 Menara. Aku nitip yah." Seru suara di seberang sana yang terdengar merdu, setidaknya untuk kali ini saja.&lt;br /&gt;"Emang bagus yah bukunya?" Tanyaku sekadar basa basi basi.&lt;br /&gt;"Kamu ga tau yah, itu kan buku yang suka dibaca sama si bos." Referensi yang tak cukup meyakinkan. seringkali selera bos dan anak buah jaauuuuuuuuh berbeda.&lt;br /&gt;"Cerita tentang anak pesantren gitu." jawaban dari seberang. Wah standar pikirku lagi. Mulai tak antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang seribu kali sayang. Toko buku onlinenya ga jualan makhluk yang bernama N5M ini. Akhirnya adalah aku sendiri. Dengan uang sendiri, belanja sendiri ditambah membayar ongkos kirim sendiri pula. Membeli Padang bulan andrea hirata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas pulang kerja, ceritanya singgah dulu ke Gunung Agung. Eeeeeh, ga dinyana ternyata didepan mata terpampang indah tuh makhluk. Negeri 5 Menara. Ragu-ragu, maju mundur maju mundur. Ngintip2. Bolak balik novel ini muka belakang. Wuiiiih banyak testimoninya. Nama-nama yang memang bukan sembarang. sepertinya okeh tuh. Akhirnya tanpa tedeng aling2 kusambarlah ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, Padang Bulan telat dikirim sampai 1 minggu lebih. aku yang kutuan buku akhirnya mulai mencoba mengkhatamkan N5M. Hasilnya dalam jangka waktu 3 hari 2 malam, makhluk ini tertelanjangi juga. Ups, kebaca tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, Baguuuuuuuuuuuuuuuus luar biasa. Kalau meminjam kata motivator Mario Teguh, super. Tidak biasa, dan pantas untuk dibaca. Penuh inspirasi dan motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naaaah untuk review novel ini akan coba aku bahas next time yah. Soalnya sudah harus kerja lagi nih. Oke ^ ^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jakarta, 2 juli 10&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-8960262612326528901?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/8960262612326528901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=8960262612326528901&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8960262612326528901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8960262612326528901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2010/07/negeri-5-menara.html' title='Negeri 5 Menara'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/TC2EFFE-kdI/AAAAAAAAASg/BqvWr_YSSDs/s72-c/5_menara_ps_gm_contrast2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-6431554078053241293</id><published>2010-06-30T19:27:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T17:59:05.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Aku Hari Ini</title><content type='html'>Di kala suara kantor seperti segerombolan lebah lewat mendesau hiruk cerita sana sini tentang rumor yang berkembang, aku pun ada diantara mereka. "Bagaimana dengan anak cicit kita. Belanda sudah pergi kawan, sekarang Jepang yang datang. Perjuangan blomlah usai." Seru seorang kawan. Cukup memelas tapi cukup menggelitik kegelian. Kami tertawa, mentertawakan nasib buruk yang telah, sedang dan akan kami terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya karma apa sih yang telah kita lalukan dikehidupan yang lalu, hingga nasib buruk tak mau anjak?" seru kawan lainnnya. Pertanyaan yg memang tak membutuhkan secuilpun jawaban. Kami laksana budak-budak hitam legam di perkampungan budak milik Baron Araruna yang berharap sebuah surat kebebasan atau bila tidak kelengahan dari pemiliknya untuk bisa kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini mah podo wae, sama saja." seru yang lain, dengan ekpresi yang kurang lebih sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku terdiam. Rumor itu, akan sama saja rasanya. Tapi ada peri yang terselubung di hatiku. Tak tahu apa. Sulit mencari onaknya. Perih, bukan karena lantaran berita park Yong Ha yang tiba-tiba harus mengakhiri hidupnya dengan seutas tali charger. Atau ramalan gempa dahsyat yang akan menghantam kampungku medio juli ini. semua berkecamuk. Kuliah, Yogya, pekerjaan yang menumpuk, amak, nasib cita-citaku. Semua lebur jadi satu. Rumor itu akankah menyita sebagian impianku? Pertanyaan2 besar menggelayut, berayun2 senang di benakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusaha keras aku mencari kalimat2 motivasi untuk sekadar menjaga status hidup normal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hidup adalah perjuangan .....&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;man jadda wa jada ...... ujian seberat apapun selama tidak membuatmu mati itu adalah penguat bagi dirimu&lt;/span&gt; ... Mario teguh, I gede prama, ust yusuf mansur, aa gym, sampai kuliah subuh mamah dedeh kudengar dan kupahami lamat2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah aku dalam kegusaran ku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jakarta,  1 Juli 2010&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-6431554078053241293?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/6431554078053241293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=6431554078053241293&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6431554078053241293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6431554078053241293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2010/06/aku-hari-ini.html' title='Aku Hari Ini'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-8551931741069757286</id><published>2010-05-30T17:38:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T02:58:30.835-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Nyaris Diculik Alien</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}&lt;/style&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namanya Slamet. Temen dari temennya temen gue yang berakhir menjadi temen gue, ribet. Simplenya sekarang dan selamanya dengan rasa terpaksa Slamet adalah temen gue. Bagi gue, Slamet adalah manusia imaginatif yang boros. Ngayalnya lebay. Dan gue selalu menjadi sparing partner buat bogem mentah hayalan tingkat tinggi Slamet. Cerita-cerita Slamet inilah yang tidak terdeteksi sama dokter sebagai penyebab terbesar yang membuat tekanan darah gue naik, bikin gue pusing-pusing, mual, beseran, sampe jerawatan. Dari Slamet gue belajar satu hal, nama tak selalu menggambarkan kepribadian seseorang. Slamet bukannya membuat hidup gue selamat dan tenang, tapi dialah faktor utama yang bikin manusia yang dekat dengannya berumur pendek.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-MuP5XlXbRWs/TeS7BlRqiSI/AAAAAAAAAVg/f1x1Zb62xxk/s1600/6.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-MuP5XlXbRWs/TeS7BlRqiSI/AAAAAAAAAVg/f1x1Zb62xxk/s320/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612816671470946594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;umber Gambar : Google&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Sore itu bersama Slamet (bagian pertama)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Loe pernah mikir ga Dis? Tutur Slamet tanpa rasa berdosa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Sebelum gue mengeluarkan kata-kata sakti mandraguna buat mendamprat manusia satu ini Slamet melanjutkan omongannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Loe balik kantor jam berapa sih? Maghriban ya? Naik bis ya?” Ya elah, ga nyambung banget sih nih anak. Tadi nanya apaan sekarang nanya yg lain lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Hati2 klo naik bis ....” Gue mulai nangkap sinyal kalo Slamet bakal kumat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Loe pernah mikir ga?” Gubrak, balik lagi. Sabar .. sabar, orang sabar mukanya lebar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Naik bis malam2, penuh gitu. ” Tampang horor Slamet semakin mengerikan bahkan kuntilanak, pocong dan tuyul aja lewaaat. Misiiii oooooommm.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Para penumpang yang berjejelan itu, apa loe yakin semua dari mereka itu ...”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Stop. Kalian para pembaca harap sabar, cerita ini hanya diperuntukkan untuk usia 17 tahun keatas. Kalau yang belum 17, boleh aja asal dengan bimbingan orang tua, klo ga ada orang tua panggilin tetangga dulu deh. Asal ada wali. Buruan ditungguin, penghulunya dah ga sabaran nih .... *ngaco made on. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Apa loe yakin orang-orang dalam bis itu manusia semua?!” selamat, Slamet kambuh sodara-sodara ....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Coba loe teliti dan telaah, kemudian loe resapi dalam hati.” Bahasa Slamet mulai roaming.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;“Paling engga, loe liat orang yang duduk disamping loe. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;Pastiin mukanya rata apa engga.” Tips pertama ala slamet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;”Klo dianya nengok ke jendela mulu, alias ga liat gue gimana dong?” Tips menghadapi orang saraf, loe harus pura2 saraf minimal loe ketawa sendiri buat ngeyakinin dia klo kalian satu komunitas yang solid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;”Usaha dong ... dan jangan lupa berdoa. Karena usaha tanpa doa sama aja loe itu sombong, dan sebaliknya klo doa tanpa usaha sama aja bo’ong.” Satu-satunya ucapan yang paling benar keluar dari mulut Slamet. Congrat, pertahankan nak!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Klo mukanya ga rata, loe liat giginya betaring apa engga? &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="IT" &gt;Liat ada sisa darah ga di bibirnya? Klo giginya cuma kuning dan bolong2 doang, nah itu bisa jadi ladang amal buat loe *Aa Gim made on. Sekalian loe anjurin buat ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali dan mengganti sikat giginya setiap 3 bulan sekali. Habis tuh suruh ikut lomba senyum pepsodent deh .... ” Gue mengangguk angguk, mulai ga sadar kalo agen Slamet telah mencuci otak gue, tanpa dibilas dan langsung dijemur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="IT" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="IT" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Loe coba liat deh, orang2 yang berdiri berjejelan di bis itu. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;Wajah2 mereka. Apa loe yakin 100% mereka manusia semua. Kalau bukan setan atau dedemit, bisa jadi salah satu dari mereka ..... ”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Stop. sebelum berlanjut. Gue cuma mau ngingetin, efek samping seperti gatal2, bibir pecah2, sariawan, bisulan, kutuan dan sesak napas karena membaca cerita ini diluar tanggungan penulis. Okeh!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Bisa jadi salah satu dari penumpang itu bukan makhluk dari bumi ini ... ”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;”Maksud loe alien, Met?” Jeng jeeeeeeng.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="ES" &gt;”Ya iyalah ... coba loe teliti dan telaah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kemudian di... “Slamet berhenti sejenak, ia tahu gue gerah dengan bahasa roaming yg sukses diconteknya dari kata pengantar buku Mengenal Huruf untuk murid taman kanak2. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="ES" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Mereka bisa dimana saja, tak terbatas ruang dan waktu.” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;Bahasa Slamet mulai kacau balau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;”Salah satu dari mereka bisa jadi alien. Agen2 luar angkasa yang punya misi menguasai bumi ini. Loe harus waspada bahkan dengan orang disamping loe sendiri.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Elo dong Met.” Mata gue bergidik tajam menatap Slamet. Sebuah sinar melesat. Tubuhnya terpental berguling2 dan akhirnya terkapar terkena ajian gue. susah payah tubuh ceking Slamet ber&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;diri. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Ia duduk bersila dengan kedua tangan bersedekap. Mulutnya komat kamit. Dan duaar cahaya silau. Selamat, gue lulus jadi murid tersableng suhu Slamet Gendeng. Yup, intermezo, mari kita kembali ke jalan yang benar, ups kembali ke jalan cerita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Loe kan pernah dengar dan liat berita tentang penampakan UFO, Dis. Nah berarti alien itu ada. Bisa jadi alien itu menyamar dalam wujud supir, kenek, ataupun penumpang. Masak jauh2 ke bumi mereka ga pernah nyobain naik bis sih. Rugi dong. Ke Monas udah, taman mini udah, ancol apalagi, tapi ga pernah naik busway, metro mini atau bajaj. Belom ke Jakarta namanya. Ya ga?!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Iya sih ...” Gue dah saraf 100%&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Pulang kerja. Karena keburu azan maghrib, akhirnya gue milih shalat dulu di masjid kantor. Habis shalat seperti biasa gue nungguin bis ke arah Senen. Lampu jalanan sudah menyala semua, pertanda malam mulai menjelang ... jiaaah bahasa gue.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Alhamdulillah walaupun bis ini berjubel penuh oleh para penumpang, tapi satu tempat duduk masih tersisa buat gue. Entahlah, mungkin ini namanya rezeki orang baik. Hohoho .... Disamping gue duduk seorang cewek. Lima menit perjalanan. Hening. Sampai sebuah colekan mengagetkan gue. Ternyata cewek di sebelah gue.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;”Mba, senen masih jauh ya?” T&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;anya cewe itu. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="ES" &gt;“Masih ... turun di Senen ya? Saya juga, nanti bareng saya aja.” jawab gue basa basi. Hiks. Cewek di sebelah gue itu mengangguk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;“Maklum saya baru di Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;Belum hapal.” Seru cewek itu tanpa ditanya. “Memang sebelumnya dimana?” Tanya gue lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;“Tinggal di luar mba, lima hari yang lalu baru mendarat di Jakarta.” jawabnya. Ooooooh luar negeri, pikir gue sok tahu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;“Udah kemana aja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selama di Jakarta?” Basa basi gue basi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;”Monas, taman mini sama Ancol.” Jawabnya sembari tersenyum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="ES" &gt;”Kalo naik busway dimana yah, mba?” lanjut tuh cewe lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="ES" &gt;“Emangnya mau kemana?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="ES" &gt;“Ah engga, Cuma pengen mau ngerasain naik bus way ajah. soalnya ada yang bilang kalo ga pernah naik busway, berarti belom ke jakarta.” Dejavu, gue ngerasa pernah denger deh kata2 itu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="ES" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="ES" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="ES" &gt;“Namanya siapa?” Tanya gue lagi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="ES" &gt;“Emmmm Alen mba ... “ seru cewek itu. Gue bergidik. T&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;iba2 suasana terasa mencekam. Muka horor Slamet berkelebat seketika di depan gue. Namanya Alen. Alen ... Alen ... emmmh. Kalo menurut kamus bahasa lebay. Aku jadi akiu, kamu jadi kamiu. Alen ... Alen ... jadiiii, Alien. Betis, beda tipis. Cuma beda satu huruf, berarti taraaaaaaaaaa, ups salah backsound,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jeeeeeeeeeeeeng ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;Suhu Slamet bilang, harus diteliti dan telaah kemudian diresapi dalam hati.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;Pertama, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Alen berasal dari luar, luar angkasa maksudnya?!!! &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;Baru mendarat? Mendarat dengan pesawat UFO?!!! Udah ke Monas, Ancol dan taman mini, persis seperti kata Slamet. Klo ga naik busway belom ke jakarta namanya, Slameeeeeet. Aiiiih, gue spontan berdiri. Menerobos para penumpang menuju pintu keluar. Gue harus turun. Suara Slamet mengaung2 di telinga gue.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;“Loe yakin isi bis itu manusia semua?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;“Mbaaaa ... mba ....tung .... tungguuuuuu ... woiiiiiiiiiii.” Suara lain terdengar. Gue melompat, berguling ke kiri dan ke kanan, tubuh gue melayang sebelum sempat meraih pintu keluar. Sebuah tangan menncengkram lengan gue. Gue terkepung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;“Mba, jangan main kabur gitu dong. kalo ga ada uang jangan naik bis. Jalan sana .... Ongkosnya mana?!!!” seru si kenek bete. Seluruh mata tertuju ke gue. Dari kejauhan tampak wajah Alen yang terkantuk-kantuk. Dasaaaar Slameeeeeeeeeet ...&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bumi, 30052010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-8551931741069757286?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/8551931741069757286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=8551931741069757286&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8551931741069757286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8551931741069757286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2010/05/nyaris-diculik-alien.html' title='Nyaris Diculik Alien'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-MuP5XlXbRWs/TeS7BlRqiSI/AAAAAAAAAVg/f1x1Zb62xxk/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-1481408589139083741</id><published>2010-04-27T17:54:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T18:00:26.186-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Gang Buntu</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Gang buntu, siang ini. Seperti hari biasa persis serupa taman pemakaman sunyi sepi. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hanya suara angin yang terdengar. Setan pun malas rasanya bertandang disini. Tak ada yang bisa diganggu. Lihatlah deretan rumah tua yang berjejer di gang ini, usang, seperti penghuni di dalamnya, tak lebih dari lelaki dan perempuan paruh baya. Sesekali orang berlalu lalang, itu pun karena mereka kesasar tak tahu jalan. Tukang roti, donat, penjual jepit rambut, penjual kerupuk. Berharap ada yang memanggil dan membeli satu dua barang dagangannya. tapi nihil, ia hanya bertemu dengan angin dan tembok besar yang tercoret moret. Bagiku ialah tembok berlin, pemisah gang sempit ini dengan peradaban. terpisah hingga ribuan kilometer kecepatan cahaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Buntu Bang!” Suara yang terdengar dari balik salah sebuah rumah. Orang-orang yang kesasar itu terkomando membalikkan badan. Tanpa babibu langsung menghilang di pintu gerbang depan. Berjualan di gang buntu ini tak akan membuat mereka kaya raya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tapi saat sore menjelang, gang ini tersulap menjadi lapangan hijau. Tempat para bocah mengekspresikan kegilaannya akan bola. Tak ada lahan yang tersisa untuk mereka. hanya gang sempit selebar rentang tangan orang dewasa ini saja. Ada kalanya pantulan bola mengenai pintu-pintu rumah mereka. Dinding hingga kaca. Tapi tak ada yang marah. Seolah mengerti, tak ada namanya tuan tanah disini. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Dulu pada masa hitam putih, para pendatang membuat rumah kardus disini. Yang sebagian tanahnya masih rawa. Mereka beranak pinak, dalam beberapa masa, sampai mereka tercatat dan berKTP. Tinggal disana dengan rumah tetap tak bersertifikat. Adalah gang buntu ini sekarang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ih sereeem, kok pada tega ya sama saudara sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Mau jadi apa negeri ini....&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; Status facebook seorang teman kubaca. Beragam komentar berderet dibawahnya. Aku bergeming. Penyitaan lahan milik warga ricuh. Korban luka puluhan orang, meninggal dua orang. Seorang lelaki paruh baya terpaksa dilarikan ke RS karena babak belur dihajar p*****s. Dia bersikeras mempertahankan tanah dan rumah yang telah didiaminya puluhan tahun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Gang buntu siang ini, seperti biasa. Mirip lahan pekuburan sepi, hening, seolah tiap sudutnya bermeditasi. masih ada yang berlalu lalang, bukan mereka yang kecolongan tak tahu jalan. bukan tukang roti, donat, penjual kerupuk kering atau penjual jepit rambut. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mereka ratusan, berseragam. Mengerikan, semuanya. Aku bergeming. memutar pandang pada gang sempit ini. Tembok besar coret moret itu telah runtuh kejayaannya. Bukankah akan lebih baik? Kami akan punya peradaban baru. Apalagi lihatlah kemudian ajaibnya gang sempit ini yang berubah menjadi lapangan seluas 100 x 64 meter, bahkan lebih. Bocah-bocah kecil itu pasti senang luar biasa sore ini, mereka akan merasakan bagaimana menjadi David Becham sambil menggiring bola di lapangan luas ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Paradoks, yang kupahami dengan kenyataan. Bocah-bocah itu tak melonjak kegirangan. Hanya ada air mata dengan pelipis robek dan darah yang mengucur tak berhenti. Berkali-kali aku mengetik huruf perhuruf di laman status facebookku. Kuketik dan kuhapus kembali. Tak jelas sebenarnya status apa yang perlu kubagi. Didepanku, wajah Mak, Bapak dan Mung, bocah kecil gundul tertunduk lemah. Mata polos Mung yang masih basah tertuju pada bola sepak yang telah kisut diantara puing-puing rumah kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Mak, dimana kita akan tidur malam ini?” Desah Mung kecil terisak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: right;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; Gang Buntu, april 2010&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-1481408589139083741?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/1481408589139083741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=1481408589139083741&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1481408589139083741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1481408589139083741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2010/04/gang-buntu.html' title='Gang Buntu'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-837864317577366178</id><published>2010-04-11T23:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T02:09:16.813-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>DEATH NOTE</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Bradley Hand ITC"; 	panose-1:3 7 4 2 5 3 2 3 2 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:script; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1038"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S8K6rk75RxI/AAAAAAAAAQk/82LeoRjnWl8/s1600/death_note_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 261px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S8K6rk75RxI/AAAAAAAAAQk/82LeoRjnWl8/s320/death_note_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459130956138497810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:250.5pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" title="PDVD_072"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bagus banget. Dua kata yang mewakili film ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Death Note, awalnya gue nonton film ini secara ga sengaja. Cdnya gue beli tahun 2007 silam, namun ga sekalipun gue tonton. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Long weekend di awal bulan april ini sempat membuat gue sedikit membongkar-bongkar kembali isi laci yang full oleh kep&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ingan cd yang berantakan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Maunya sih hunting cd untuk film terbaru. Tapi putar-putar otak d&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;an buka tutup dompet. Beli, engga, beli, engga .... &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hasilnya gue ngalah deh. Engga beli!!! &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan karena film ini belum pernah gue liat, maka jatuhlah pilihan ke Death Note.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:13.1pt;width:126pt;height:106.2pt;" wrapcoords="-123 0 -123 21477 21600 21477 21600 0 -123 0" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image003.jpg" title="PDVD_000"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Death Note, kurang lebih berarti buku/catatan kematian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Film ini berkisah tentang Light Yagami seorang mahasiswa Jepang yang pintar. Ia sangat membenci dunia kriminal dan beranggapan hanya kematianlah hukuman yang paling tepat bagi para penjahat. Tidak ada tempat bagi mereka untu&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;k hidu&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;p diatas bumi ini. Suatu malam Light dalam perjalanan pulangnya menemukan sebuah buku yang bertuliskan Death Note (DN). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:306pt;margin-top:13.1pt;width:117pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image005.png" title="PDVD_092"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Buku ini adalah milik dari Shinigami (dewa kematian) yang &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S8LAIbalhmI/AAAAAAAAARE/qqTWc51WxQE/s1600/250px-Ryuk2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S8LAIbalhmI/AAAAAAAAARE/qqTWc51WxQE/s320/250px-Ryuk2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459136949357217378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;berna&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;ma Ryuk. Siapa saja yang menyentuh Death Note maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia akan bisa melihat sosok Ryuk. Gambaran fisik Ryuk sangat menakutkan. Tapi tidak bagi Light. Ia adalah pemuda yang pemberani. Ryuk sengaja menjatuhkan DN ke bumi dengan alasan ia merasa bosan. Bagi gue tampilan Ryuk sedikit nyentrik t&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;api asyik. Ryuk punya s&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;atu keunikan yaitu hanya memakan apel. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1028" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:4.85pt;width:162pt;height:90.5pt;" wrapcoords="-55 0 -55 21518 21600 21518 21600 0 -55 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image007.png" title="PDVD_073"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Death note punya aturan sendiri. Seseorang akan meninggal tiba-tiba beberapa saat setelah namanya ditulis dalam DN. Penyebab kematian adalah serangan jantung. Hebatnya DN dapat menjadi skenario bagaimana kematian seseorang bisa terjadi. Para penjahat yang tidak mendapatk&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;an hukuman yang semestinya bahkan bebas berkeliaran tanpa mempertanggungjawabkan kejahatannya adalah sasaran empuk bagi Li&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;ght. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ia menuliskan nama-nama para penjahat itu dalam DN. Dalam waktu singkat terjadi kematian besar-besaran di Jepang. Light yang jenius berhasil menyusup ke dalam data kepolisian. Dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;mudah ia mendapatkan daftar nama para kriminal dan kemudian membunuh mereka melalui DN.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1029" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:7.2pt;width:2in;height:108pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image009.png" title="PDVD_060"&gt;  &lt;w:wrap type="square" side="right"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Light bersembunyi dibalik nama Kyra. Tak ada seorang pun yang tahu siapa Kyra sebenarnya. Bagi sebagian masyarakat Kyra adalah pahlawan, karena aksi yang dilakukan oleh Kyra dianggap mengurangi ti&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ngkat kriminal di Jepang. Tapi bagi sebagian lainnya Kyra adalah pe&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;mbunu&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;h karena dianggap melanggar HAM. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kebetulan ayah Light adalah kepala kepolisian yang menangani kasus Kyra. Hal ini bukan menjadi halangan bagi Light untuk melanjutkan aksinya. Parahnya Light semakin ganas&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;, tidak hanya para kriminal yang dibunuhnya. Para anggota FBI yang ditugaskan menyelidiki kasus Kyra menjadi korban DN. Light membunuh siapa saja yang menghalangi aksinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1031" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:171pt;margin-top:26.4pt;width:108pt;" wrapcoords="-120 0 -120 21480 21600 21480 21600 0 -120 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image011.jpg" title="PDVD_020"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1032" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:9pt;margin-top:13.2pt;width:153pt;" wrapcoords="-82 0 -82 21477 21600 21477 21600 0 -82 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image013.png" title="PDVD_003"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1030" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:4in;" wrapcoords="-85 0 -85 21515 21600 21515 21600 0 -85 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image015.jpg" title="PDVD_051"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sampai akhirnya datanglah L. &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S8LA-xu9bBI/AAAAAAAAARU/L416qLUTVPc/s1600/Movie_DeathNote_L_changetheworLd_Ca.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 164px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S8LA-xu9bBI/AAAAAAAAARU/L416qLUTVPc/s200/Movie_DeathNote_L_changetheworLd_Ca.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459137883061185554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ini bagian yang paling gue suka. L adalah detektif handal &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;yang misterius. Ia dan Light pernah tercatat sebagai mahasiswa terjenius di Jepang. L sangat berkarakter. Wajahnya putih pucat seperti wajah pemain kabuki. Ia sangat suka dengan segala makanan yang manis, permen, coklat, dan gula. Karena menurutnya makanan manis &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S8K8VN0flGI/AAAAAAAAAQ0/ZPoSgKqqAnE/s1600/Humorous_Mask.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S8K8VN0flGI/AAAAAAAAAQ0/ZPoSgKqqAnE/s200/Humorous_Mask.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459132770999571554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;akan lebih mencerdaskan otak. Tubuhnya kurus bungkuk. Selalu duduk berjongkok diatas kursi. Dan hanya menggunak&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;an tiga jarinya dalam beraktivitas. Ia juga punya sebuah topeng penutup wajah yang lucu.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena gue suka dengan L, makanya penggambarannya sedikit panjang..... hehehe. L punya asisten yang sangat ia percaya, Watari. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Singkat cerita, L mencurigai Light sebagai Kyra yang sebenarnya. Namun Light semakin pintar menutupi identitasnya sebagai Kyra. Bahkan Light memberikan bukti-b&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ukti yang membuat orang-orang semakin percaya bahwa ia bukanlah Kyra. Agar bisa bergabung dengan tim penyidik k&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;asus Kyra, Light bahkan rela membunuh pacarnya Naori. Dengan bergabungnya ia dalam tim penyelidik kasus Kyra akan memudahkan Light untuk meneruskan aksinya dengan DN. Satu hal yang tidak bisa dilakukan oleh Light yaitu membunuh L, karena L tidak pernah menyebutkan nama aslinya. L menyamar dengan nama Ryuzaki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1034" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:13.8pt;width:135pt;height:90.1pt;" wrapcoords="-38 0 -38 21544 21600 21544 21600 0 -38 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image019.png" title="PDVD_097"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kisah berlanjut dengan munculnya Rem, yaitu dewa kematian kedua. Rem juga memiliki Death Note. Kali ini DN jatuh ke tangan Misa Amine, seorang artis yang tengah naik daun. Misa yang seluruh keluarganya dibunuh oleh penjahat sangat mengidolakan Kyra. Dan setelah tahu Light adalah Kyra yang sebenarnya, Misa pun jatuh hati pada Light. Misa yang juga memiliki DN akhirnya bergabung dengan Light. Cerita makin seru. Karena tidak hanya satu Kyra yang harus dihadapi, tapi dua yaitu Light dan Misa Amine. &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S8K-U0M2xgI/AAAAAAAAAQ8/w6KTzH_fr0I/s1600/06773_os_deathnote2_131106_001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 224px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S8K-U0M2xgI/AAAAAAAAAQ8/w6KTzH_fr0I/s320/06773_os_deathnote2_131106_001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459134963145688578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1035" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:297pt;margin-top:1.2pt;width:126pt;" wrapcoords="-38 0 -38 21544 21600 21544 21600 0 -38 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image021.png" title="PDVD_054"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pekerjaan L semakin berat. Belum selesai dengan Kyra I, ia harus diha&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dapkan dengan Kyra II. Tapi L sangat pintar. Diakhir cerita L berhasil mengungkap siapa Kyra yang sebenarnya. Walau nyawa yang harus menjadi taruhannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Film Death Note terdiri dari tiga bagian. &lt;/span&gt;Death Note, Death Note:The Last Name dan Death Note 3.5 (L Change The World). Film ini diadaptasi dari komik jepang yang berjudul sama. Cerita di komik memang sedikit berbeda dari filmnya. Yang gue baca Light menjadi tokoh sentral dalam komik, namun dalam film justru L lah yang ditonjolkan. Buktinya dibuatkan film ketiga yang berjudul L Change the World, khusus bercerita tentang L. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1037" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:0;margin-top:19.25pt;width:2in;height:99pt;" wrapcoords="-38 0 -38 21544 21600 21544 21600 0 -38 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image023.png" title="PDVD_064"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1036" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:153pt;" wrapcoords="-38 0 -38 21544 21600 21544 21600 0 -38 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image025.png" title="PDVD_076"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Setelah mengungkap kasus Kyra, L harus mengungkap kasus lain dalam waktu 23 hari. Lawliet, nama L sebenarnya telah tertulis dalam Death Note, dan akan meninggal karena serangan jantung dalam waktu 23 hari lagi. Mampukan L mengungkap kasus yang tidak kalah serunya dalam kejaran waktu kematiannya? Nah ini yang membuat film ini menarik. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S8K7t8N1BaI/AAAAAAAAAQs/OdzVLGJ1n18/s1600/lchangetheworld.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S8K7t8N1BaI/AAAAAAAAAQs/OdzVLGJ1n18/s320/lchangetheworld.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459132096259098018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekali lagi, two thumbs up deh buat death Note. Gue yang biasanya hanya suka dengan drama &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;korea&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; melankolis romantis akhirnya bisa juga jatuh cinta sama film ini. Dengar-dengar Hollywood akan mengadaptasi DN untuk dibuat dan dikemas ala Amerika &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Hebaaaaaaat. Wajib tonton deh buah DN. Dijamin ga nyesal. ^ ^&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-837864317577366178?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/837864317577366178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=837864317577366178&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/837864317577366178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/837864317577366178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2010/04/death-note.html' title='DEATH NOTE'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S8K6rk75RxI/AAAAAAAAAQk/82LeoRjnWl8/s72-c/death_note_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-5772593487719673413</id><published>2010-01-21T17:14:00.000-08:00</published><updated>2010-08-19T18:01:20.093-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulang tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Pak, selamat ulang tahun</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5COJT_KP%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;"Penting. Ini rahasia." Suara diseberang terdengar berbisik. Ia paham betul kondisi saat ini, bila pembicaraan kami disadap dan rekamannya diperdengarkan ditengah-tengah sidang. Memalukan, bukan? Menjadi konsumsi umum, dibahas, dijadikan kajian dan studi kasus dan tercatat dalam sejarah. Akan sangat buruk bila dilihat oleh anak keturunan kami. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;"Semua harus datang. rencana ini tak boleh bocor." &lt;span style="" lang="IT"&gt;Lelaki di seberang sana mempertegas. N&lt;/span&gt;ada suaranya kembali normal. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Kami akan masuk dan membawa K**nya dari luar. Kalian harus siap. tidak boleh lengah sedikitpun... " Di seberang sana, spertinya lelaki itu sedang mengusap wajahnya yang kusut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Lepas ashar, tunggu aku." Kalimat akhir sebelum lelaki itu menutup telpnya tanpa salam, seperti biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;09 Januari 2010, 15:00 WIB. Sebentar lagi ashar. &lt;i style=""&gt;Lepas ashar, tunggu aku&lt;/i&gt;. Suara itu kembali mengaung dibenakku, seperti alarm yang tepat berbunyi sesuai setingan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku gusar. &lt;i style=""&gt;Semua harus datang&lt;/i&gt;, begitu salah satu pesan lelaki itu yang tercatat dalam memori otak kecilku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semua tidak sesuai rencana. Belum semua hadir disini, tak lengkap. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Persiapan pun ala kadarnya. Lelaki itu pasti marah besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;15.20 WIB. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;"Assalamualaiiiikummmm ..." Suara lelaki itu, koor bersama&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;an dengan salam 2 bocah disampingnya. Seperti apa yang dikatakan oleh lelaki itu kemaren, ia membawanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebuah kotak seukuran 30x 30 cm. Bagian atas nya dibiarkan terbuka. Membiarkan bagi siapa saja melihat isi yang ada dalam kotak tersebut. Sebuah benda bulat padat berwarna coklat tua. Ada lekukan-lekukan &lt;i style=""&gt;motif itik pulang petang &lt;/i&gt;menghiasi pinggiran atasnya, melingkar berwarna pink kental. Serutan serupa serbuk gergaji berwarna coklat terserak di bagian atasnya menutupi permukaan. Tidak hanya itu, pada bagian atas tertera tulisan berwarna merah stroberi. HAPPY BIRTHDAY &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;KAKEK. Uda Nopi, lelaki itu tak lupa dengan janjinya, membuatkan sebuah kejutan dan membawa sebuah kue ulang tahun untuk Bapak.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S2_KYlR8UGI/AAAAAAAAAQc/1bejKCZhZQQ/s1600-h/DSC03665+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S2_KYlR8UGI/AAAAAAAAAQc/1bejKCZhZQQ/s320/DSC03665+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435785798932516962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ya, hari itu Bapak berulang tahun. Untuk pertama kalinya, ide &lt;i style=""&gt;Gila&lt;/i&gt; terlintas di benak Uda. Memutar otak untuk memberikan kejutan buat Bapak. Lihatlah senyum tak henti-hentinya mengambang dari bibir kering lelaki yang sangat kusayangi itu, Bapak. Mungkin ini adalah perayaan ulang tahun untuk pertama kalinya dalam hidup beliau.Walau kami tak lengkap, tak sesuai rencana. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Karena hanya memberikan kado ala kadarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Bapakku sayang, selamat ulang tahun. Semoga, Allah SWT selalu menyayangimu, mengampuni segala dosa2mu. Melimpahkan kesehatan dan umur yang berkah untukmu. Walaupun kami anak-anakmu tak lengkap hadir disini, aku yakin doa kami akan selalu hadir untukmu. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Bapakku sayang, terimakasih atas segalanya. SELAMAT ULANG TAHUN PAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-5772593487719673413?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/5772593487719673413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=5772593487719673413&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/5772593487719673413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/5772593487719673413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2010/01/pak-selamat-ulang-tahun.html' title='Pak, selamat ulang tahun'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/S2_KYlR8UGI/AAAAAAAAAQc/1bejKCZhZQQ/s72-c/DSC03665+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-8980042339281859482</id><published>2009-11-04T18:06:00.000-08:00</published><updated>2010-08-19T18:01:33.891-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poem'/><title type='text'>Negeri Para Bedebah</title><content type='html'>Karya Adhie Massardi*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu negeri yang dihuni para bedebah&lt;br /&gt;Lautnya pernah dibelah tongkat Musa&lt;br /&gt;Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah&lt;br /&gt;Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?&lt;br /&gt;Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah&lt;br /&gt;Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah&lt;br /&gt;Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri para bedebah&lt;br /&gt;Orang baik dan bersih dianggap salah&lt;br /&gt;Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan&lt;br /&gt;Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah&lt;br /&gt;Karena hanya penguasa yang boleh marah&lt;br /&gt;Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bila negerimu dikuasai para bedebah&lt;br /&gt;Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah&lt;br /&gt;Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum&lt;br /&gt;Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bila negerimu dikuasai para bedebah&lt;br /&gt;Usirlah mereka dengan revolusi&lt;br /&gt;Bila tak mampu dengan revolusi,&lt;br /&gt;Dengan demonstrasi&lt;br /&gt;Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi&lt;br /&gt;Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oktober-November 2009&lt;br /&gt;*) Adhie Massardi adalah mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-8980042339281859482?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/8980042339281859482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=8980042339281859482&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8980042339281859482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8980042339281859482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/11/negeri-para-bedebah.html' title='Negeri Para Bedebah'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-2256786669900115033</id><published>2009-10-29T21:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T18:02:09.481-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memoar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korea'/><title type='text'>Bukan Drama Asia !!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Suq4aeP25CI/AAAAAAAAAQU/_8DBY0i1zkU/s1600-h/Jeju-EDIT-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Suq4aeP25CI/AAAAAAAAAQU/_8DBY0i1zkU/s200/Jeju-EDIT-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398329868292645922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cizuul%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10px;"&gt;Jeju island terlihat cerah. Matahari bersinar terik, tapi tak menyengat. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;Semuanya tampak nyaman dan hangat. Saat ini Seoul musim semi. Bunga sakura warisan Nipon tumbuh sehat di pinggiran jalan, menambah keromanisan negeri ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;&lt;br /&gt;"Ji woo .... "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;" Ya ..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;" Ji woo ... "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10px;"&gt;" Ya ..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10px;"&gt;" Chou Ji woo."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10px;"&gt;"Emmmh ... &lt;i&gt;we? &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;Kenapa? &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10px;"&gt;"&lt;br /&gt;" Tidak, aku hanya ingin mencoba mengingat namamu." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-size:10px;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-size:10px;"&gt;Gadis bernama Ji woo itu tersenyum. Disampingnya, seorang lelaki muda. Sama dengan JI woo, masih terbalut dalam seragam sekolah berwarna gelap. Memang tak seharusnya mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;disini. Tunggu sajalah esok, sebuah hukuman telah disiapkan oleh Tuan Muka Penuh bagi mereka berdua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-size:10px;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-size:10px;"&gt;"Ji woo suka salju. Karena ia akan mencicipi butiran salju itu seperti ice cream. Emm."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-size:10px;"&gt;Gadis itu tersipu. Ia menutup bibirnya dengan kedua telapak tangannya. Bola matanya berputar-putar jenaka. Lembutnya salju seakan terasa nyata dibibirnya saat ini. Tiba-tiba ia merindukan musim dingin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-size:10px;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-size:10px;"&gt;"Ji woo tak suka Soju. Karena ia bukan gadis pemabuk yang menyebalkan."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-size:10px;"&gt;Ji Woo, gadis muda itu. Bibirnya mengerucut, kedua pipinya mengembung. alis matanya menukik naik. Wajah yang jenaka. Membuat semua orang yang melihat akan tertawa terpingkal-pingkal. JI woo dengan satu gelas Soju, mabuk, sangat buruk sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-size:10px;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-size:10px;"&gt;"Ji woo menyukai warna putih, karena putih adalah salju. Tapi entah kenapa i&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;a selalu memakai sarung tangan musim dingin berwarna pink."&lt;br /&gt;Gadis muda itu susah payah menahan tawa. Tampaknya lelaki disampingnya itu tak sembarang, ia tahu segala hal tentangnya. Tak perlulah ia menyesali tindakannya untuk kabur saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung. Ikut bersama lelaki muda itu. Lihatlah dimana ia saat ini, Jeju Island, surga terindah yang pernah ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;"Ji woo, suka melukis wajah. Karena ia ingin selalu mengingat setiap orang. "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;Gadis muda itu terdiam. Wajahnya datar tak terb&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10px;"&gt;aca. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10px;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;"Ji woo, adalah penipu. Karena ia selalu menutupi kesedihannya dengan menangis dibelakang tembok sekolah."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;Gadis muda itu mengalihkan pandangannya ke arah lelaki muda itu. Sebentar. Ia kemudia tertunduk. Diam. Hanya helaan napasnya saja yang terdengar.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;”Ji Woo, aku akan selalu mengingat namamu, 10, 20, 100 tahun hingga di kehidupan yang akan datang sekalipun.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:10px;"&gt;Tanah Basah. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-size:10px;"&gt;Negeri para peri bersayap tipis. Sibaklah kelopak mawar maka kau akan temukan makhluk mungil nan rancak itu terlelap disana. Negeri para kurcaci. pagi dan petang melantunkan mars penyemangat. Yeho ... yeho ... yeho ... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: right;"&gt;Bersambung ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-2256786669900115033?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/2256786669900115033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=2256786669900115033&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/2256786669900115033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/2256786669900115033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/10/tuan-muda-oryza-sativa-sarangeo.html' title='Bukan Drama Asia !!!'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Suq4aeP25CI/AAAAAAAAAQU/_8DBY0i1zkU/s72-c/Jeju-EDIT-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-9142855666266702437</id><published>2009-10-18T17:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T17:51:19.132-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>PERTAMA (JIlid atu)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{pa&lt;/style&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;gomongin yang pertama ga bakalan ada habis-habisnya. BAyangin aja, dari kita kecil ampe dewasa, ribuan bahkan jutaan hal-hal yang berbau pertama *bukanpertamax...* selalu ada. Namanya juga kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"   lang="FI"&gt;Ga mungkin kan kita me&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"   lang="FI"&gt;ngenal, tahu, ngerti atau pun mengalami sesuatu tanpa disertai kata “untuk pertama kalinya”. Misalnya nih, ulang tahun pertama, pacar pertama, cinta pertama, malam p&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"   lang="FI"&gt;ertama ... ups kebablasan. &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;Eiiiiiiiiit ... tapi jangan pernah anggap enteng ya segala hal&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt; yang bernama P&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;ertama. Kenapa? Ya pasti karena dia bukan yang kedua, ketiga atau keseratus. Trus? Emmm, pertama itu spesial, bukan karena ia terbuat dari campuran telur, tepung, irisan da&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;ging, bawang, wortel. Bukan martaba&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;k!!! Tapi segala sesuatu yang pertama akan selalu terekam kuat dalam memori otak kita. Tul kan, tul dong???&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;TING TING DUL .... penting-penting jadul ato boleh juga Things jadul (kerennya). Apa tuuuuh?He. Ini adalah benda2 atau barang2 yang menurut gue memenuhi kriteria untuk disebut pertama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;1. The blue one&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu_yZNxEcI/AAAAAAAAAP0/N6ySf9d2-yY/s1600-h/raport.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu_yZNxEcI/AAAAAAAAAP0/N6ySf9d2-yY/s320/raport.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394115851189293506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ini adalah buku raport pertama gue, Raport SD. Bangga buka main, karena inilah buku resmi pertama gue yang diakui oleh Negara. Negara loh, ga main-main &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Berarti buku ini juga diakui oleh lingkup kepresidenan dan mentri2nya pada waktu itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;2. Poto apa voto?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu9WSqUlKI/AAAAAAAAAO8/e3Lveh_rgZk/s1600-h/item+putim.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu_gw4JllI/AAAAAAAAAPs/CeoqzwIGHBA/s1600-h/item+putim.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu_gw4JllI/AAAAAAAAAPs/CeoqzwIGHBA/s320/item+putim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394115548303431250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;Ini adalah poto hitam putih gue yang pertama kalinya dibuat diatas bumi ini. Poto ini ditempel di buku raport SD gue dan disampingnya tertera nama gue juga untuk pertama&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;kalinya,&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt; SALAH ejaan. Hurup V pada nama gue berganti P. Ga ava2, karena gue yakin 100% guru gue ga suka PITNAH. Ups satu lagi, PUTRI nama belakang gue ditulis PUTRA. Hehehe. Orang tidak akan jatuh pada lubang yang sama kan. gue yakin guru gue bukan tukang gali sumur. Makanya ia ga salah. Sayangnya guru gue lupa, mengganti nama gue menjadi nama laki-laki sama aja nantangin Fir’aun. Makanya gue hapus kaki A kedua menjadi I.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;3. Motivator&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/St0JUa6PN3I/AAAAAAAAAP8/hQEZJhHAUhI/s1600-h/motivasi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/St0JUa6PN3I/AAAAAAAAAP8/hQEZJhHAUhI/s320/motivasi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394478175085344626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;Sebelum adanya Mario Teguh, I Gede Prama, AA Gym&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt; mamah dedeh, gue udah punya motivator sendiri. Lihat dibuku raport ini. Inilah kata2 motivasi pert&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;ama kalinya yang gue terima dari seseorang yang juga bukan sembarang. Guru gue. Tepatnya guru pertama gue. Guru yang mengajarkan gue apa itu huruf dan angka. Hingga dari huruf dan angka itu gue mengenal dunia. &lt;b style=""&gt;Terimakasih yang tak terhinggaku untukmu ibu Ros.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;Dan disana juga tertera tandatangan beliau untuk pertama kalinya. Plus tanda tangan bapakku tercinta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:78%;"&gt;4. Jube.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu_CLeYdvI/AAAAAAAAAPk/zghgNo5U21Q/s1600-h/jube.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu_CLeYdvI/AAAAAAAAAPk/zghgNo5U21Q/s320/jube.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394115022867166962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:78%;"&gt;Bukan Jupe ya sekali lagi bukan. Jube adalah komputer pertama gue. Gue beli dari hasil keringat gue sendiri, bau dong beli pake keringat? Duit sendiri, ma&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:78%;"&gt;ksudnya. Nama aslinya sih Zubaidah, Siti Zubaidah binti Marjuki. Tapi biar keren gue panggil Jube. Laporan sampai saat ini baru rusak satu kali. Tapi udah ok, kecuali speakernya yang udah tewas. Jadiiiii ... Klo mau nonton DVD pake bahasa tubuh eh musti liat gerak mulut sama gerak tubuhnya. Capek!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:78%;"&gt;5. Sauqi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu-oaW3PhI/AAAAAAAAAPc/3UYl_Lai_o4/s1600-h/do.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu-oaW3PhI/AAAAAAAAAPc/3UYl_Lai_o4/s320/do.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394114580185562642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:78%;"&gt;Ni bocah adalah ponakan pertama gue. Sekarang udah 12 tahun, SM&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:78%;"&gt;P tepatnya. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;Adanya dia di dunia ini membuat status gue naik level menjadi tante2. TANMUD. Tante imut.Weiiiks. Kabarnya Sauqi adalah nama seorang penyair islam dari Arab sana. Tapi panggilannya Ido. Tanya kenapa? Ya karena itu nama belakangnya. Walaupun tidak menjadi penyair, setidaknya&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt; suatu hari nanti gue berharap ia bisa menjadi orang besar. “Do, mau jadi apa ?” SPIDERMAN itu jawabnya lima tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;6. Eitoku Case&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu-GgvuBaI/AAAAAAAAAPM/4f-jOsr0QsU/s1600-h/teens.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu-GgvuBaI/AAAAAAAAAPM/4f-jOsr0QsU/s320/teens.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394113997784876450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu-VWjJjlI/AAAAAAAAAPU/3Em3FG7orDQ/s1600-h/eitoku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu-VWjJjlI/AAAAAAAAAPU/3Em3FG7orDQ/s320/eitoku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394114252745838162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;Ini adalah tulisan pertama gue yang dimuat di majalah. Teens tepatnya. Happy sich, sampai gue ga tau lagi harus ngomong apa2 lagi. Speechless.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;7. Klo ada duit kuganti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu9t9ths2I/AAAAAAAAAPE/p2O6xSSnRpM/s1600-h/telp.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu9t9ths2I/AAAAAAAAAPE/p2O6xSSnRpM/s320/telp.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394113576063578978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IT" style="font-size:78%;"&gt;Jeng jreeeeng, benda ting ting dul terakhir yang gue cantumin buat PERTAMA jilid satu ini *Lagi musim jilid2an sekarang* adalah laptop .... Hehehe, engga dong, orang gambarnya jelas gitu masak dibilang laptop? Yap TELEPON RUMAH. Gaban Ring-Ring, namanya. Karena bagi gue ukurannya cukup besar dan berat banget buat ngangkatnya klo bunyi. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:78%;"&gt;Berat bukan karena gagangnya 1 ton. Tapi keberatan pantat. hehehe, alias Malas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:78%;"&gt;Coba tebak oi oi siapa dia???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:78%;"&gt;Telepon pertama dirumah ya?Bukan! Atau ditelp ini Dude Harlino pernah masuk karena salah sambung untuk pertama kalinya? Bukan!!! Atau ini telp pertama yang berhasil nembus quiz di tv ya? Engga laaah!!!! &lt;/span&gt;&lt;span  lang="ES" style="font-size:78%;"&gt;Atau ini telp pertama yang dibuat Graham Bell? Bukaaaaaaaaan!!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="ES" style="font-size:78%;"&gt;Gue mau buat pengakuan dosa. Gaban Ring-Ring adalah telepon rumah pertama gue yang pernah mengalami KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Wahhh serius nig kasus. Sekarat di TKP. Lebam2. Identifikasi polisi menyebutkan, berdasarkan hasil visum keadaan Gaban Ring2 cukup parah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="ES" style="font-size:78%;"&gt;Gaban Ring2 adalah telepon pertama yang gue banting sampai gagangnya rusak. Gue menyesal. Tulus dari dalam hati. Walaupun ia tak sepenuhnya gugur, bisa terima telp masuk tapi tak bisa dipakai untuk menelepon keluar, gue merasa berdosa. ia seperti seorang yg cacat. Satu pelajaran penting yang bisa gue ambil. Jangan memperturutkan emosi dan kemarahan. karena semua akan akan si2 ketika sadar itu datang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="ES" style="font-size:78%;"&gt;Walau suatu hari nanti gue punya uang dan membeli yang baru menggantikan Gaban Ring2, tapi tak akan bisa menghapus kesalahan gue. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sorry Gaban Ring2, sorry Graham Bell ....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="ES" style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:78%;"  &gt;Ting Ting Dul Jilid satu nya sekian dulu ya. Tar klo ada rejeki, umur, jodoh dan waktu disambung lagi deh. Klo kamu juga punya sesuatu yang berbau pertama boleh dishare juga. Dadaaaaaaa, CILUKBAAAAAAA ... &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-9142855666266702437?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/9142855666266702437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=9142855666266702437&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/9142855666266702437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/9142855666266702437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/10/pertama-jilid-atu.html' title='PERTAMA (JIlid atu)'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Stu_yZNxEcI/AAAAAAAAAP0/N6ySf9d2-yY/s72-c/raport.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-2930433699727005634</id><published>2009-09-08T20:46:00.000-07:00</published><updated>2009-09-25T01:35:39.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memoar'/><title type='text'>Sadis</title><content type='html'>Hanya padanya kugadaikan sumpahku. Tidak untuk Banih, Mantik apalagi Lani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis hitam manis. Lani, sejak kutahu ia telah terpilih, ia berwajah sehat walafiat. Steril dari kuman. Senyum mengembang dipipi tembemnya. Dulu ia bukan siapa-siapa, tak hidup, hanya berbayang, yang kadang terasa ada dan membuatmu menengok cukup sekali kebelakang. Tak penasaran sepenuhnya.&lt;br /&gt;Bukan karena aku membenci atau iri padanya. Saat ini wajah bulat melonnya sepenuh pandang. Mengganggu bukan main.&lt;br /&gt;Berkali-kali aku berpikir dan sebuah pertanyaan besar memenuhi otak kecilku. Tak pernah terjawab. Betah bersemayam hingga kini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa wanita ini hadir dalam perjalanan hidupku&lt;/span&gt;? Durasi pelakonannya hanya sekian detik namun aku merasa perannya tak bisa dianggap remeh. Bahkan bisa saja ialah penjahat sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantik lain lagi. Perannya lebih halus. Ia mengenalku dengan sedikit kepentingan. Lumayan, transparan tak terlalu menyakitkan. Mengingatnya aku seolah menjelma menjadi seorang tua yang bijak bestari. Duduk tepekur menunggu antri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sungkeman&lt;/span&gt; anak menantu yang minta doa restu. Khidmat mendengar petuahku seolah ia adalah pemuda yang telah penuh ilmunya dan siap turun gunung. Baginya aku adalah tetua, penuh pengalaman, sakti, petuahku adalah mantra pembasmi kutukan, dalilku adalah undang-undang. Mungkin seperti itu, kaliii!!!!&lt;br /&gt;Mantik adalah rat-rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Banih. Ia adalah seingatku saja. Tak banyak yang kutahu dan ingin kuketahui tentang dia. Rambutnya pirang, kuning seperti rambut jagung. Kulitnya juga kuning. Ia suka sekali menggunakan asesoris berwarna kuning. Anting kuning, gelang kuning, sepatu kuning, tas kuning. Giginya sedikit menguning, bukan karena terkena lunturan dari asesoris yang dipakainya, tentunya. Sepertinya di masa kecilnya ia adalah seorang yang penyakitan. Terpaksa meneguk antibiotik demi melanjutkan hidup.&lt;br /&gt;Ia tipe-tipe pesolek. Aku yakin ia bukanlah sebuah ancaman besar. Hanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kameo&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAy ... Kurang lebihnya, ialah pemangku sumpah itu. Banih, Mantik dan Lani bukan apa-apa. Kay, Ia mengenalku baik sekali.&lt;br /&gt;Gadis ini luar biasa baik sekali.  Setidaknya bagiku. Karena satu perihal yang inginku kabarkan padamu kawan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sadarku,  aku adalah Mantik, atau Banih atau juga Lani bagi Kay .... Sadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda,  00092009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-2930433699727005634?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/2930433699727005634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=2930433699727005634&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/2930433699727005634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/2930433699727005634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/09/hanya-padanya-kugadaikan-sumpahku.html' title='Sadis'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-7867159645131812762</id><published>2009-06-18T22:58:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T23:50:00.605-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>I Have a dream</title><content type='html'>Mimpi adalah kunci, bagi kita menaklukan dunia ... Berlarilah .... nanananananna ....&lt;br /&gt;Ini mah lirik lagunya Nidji Laskar Pelangi, tentang mimpi di dunia nyata. Tapiiii, kali ini gue mau cerita tentang mimpi di duniaaaaa ... apa ya ? Dunia maya bukan ... dunia akhirat juga bukan ... dunia dalam berita apalagi tambah deh ngaconya,  apa dunia dani ya (Biar ada pasangan buat mayanya ... hehehe).&lt;br /&gt;Nih gue mau cerita macam ragam mimpi gue, buat perbandingan aja buat yang baca. Apakah mimpi-mimpi kita itu temanya hampir sama alias ga jauh beda. Baik itu settinganny, jalan ceritanya, watak tokoh2nya maupun endingnya.... gubrak!!! Dah kayak mau bikin film aja ... sekalian aja budgetnya berapa ... hehehe&lt;br /&gt;1. Mimpi terbang, inilah mimpi yang sering banget menghampiri gue di tengah malah (yakin banget ngimpinya jam 12 teng). Prosentasenya hampir mencapai 50 s/d 60% dari total mimpi2 gue. Setiap gue mimpi terbang, jangan kalian membayangkan gue terbang kayak superman. Gue cuma ngambang gitu di udara. Semakin tinggi ... tinggi ... dan enakbanget rasanya. Badan gue ringan seperti bumi kehilangan gravitasi.&lt;br /&gt;2. Mimpi telat, nah mimpi kayak gini rata-rata 20 s/d 30%. Mimpinya gue telat kesekolah padahal bentar lagi ada ujian, dan gue telat karena hal sepele KEHILANGAN KAUS KAKI. Telat apalagi ya? Telat datang bulan ... wah ini sich engga dong. Emmm, telat kesekolah doang deh kayaknya. Kalo mimpi telat ke kantor dan gue krasak krusuk sih ga pernah tuh mimpinya. Mungkin karena gue sering telat di kehidupan nyata makanya proposalnya ga diusulin buat gue impiin malamnya ... wekekeke&lt;br /&gt;3. Mimpi gelap, nah ini juga pernah. Biasanya dalam mimpinya gue pulang kemalaman dari suatu tempat. Gue lewatin jalanan yang gelaaap banget. Kadang gue lari .... takuuuut banget soalnya ga ada yang bisa dilihat. Prosentasenya 5 s/d 10%&lt;br /&gt;4. Mimpi dikejar2 penjahat. Nah ini jarang sih, biasanya gue mimpi kayak gini karena kecapekan atau lagi ga enak badan. Dalam mimpi gue berantem tuh sama penjahatnya, kayak gue jagoan benaran ... karate, kungfu, silat, taekwondo dkk gue pake tuh buat menghajar penjahatnya. Alhasil bangun2 badan gue rontok, kayak habis digebukin orang sekampung. Ngilu2 Prosentasenya 3 s/d 8% dech&lt;br /&gt;5. Mimpi lihat langit. Langit disini yang gue mimpiin bermacam ragam, maksudnya gue pernah mimpi lihat langit bolong trus terjadi hujan meteor dari angkasa luar sana. Trus gue mimpi di langit itu ada gambar2, kayak tulisan2 arab, letusan kembang api ... pokoknya indah banget deh&lt;br /&gt;Klo kakak gue pernah mimpi lihat makhluk mengerikan yang keluar dari atas langit ... Nah mimpi kayak gini biasanya cuma 3 s/d 8% juga.&lt;br /&gt;6. Mimpi setan atau hantu. Wah yang ini jarang banget. Mungkin karena gue rajin doa sebelum tidur kali ya ....&lt;br /&gt;7. Mimpi dikejar orang gila, ini juga jarang. Mana ada orang gila dikejar orang gila ... loh?!!!!!&lt;br /&gt;8. Mimpi jalan-jalan, jarang juga nih ... Kalau bisa mimpi jalan2 gue pengen jalan2 ke jepang, korsel, swiss, mekah, medinah ... keliling dunia. Berapa kali mimpi dong ya kalau kayak gitu? Trus budgetnya ????&lt;br /&gt;9. Mimpi sama kekasih hati ..... Emmmmm ??? Ada ga ya? Emmmmmm ada sih ... Tapi kalian jangan mikir yang aneh2 dulu. Yang pasti mimpinya lulus sensor kok, jadi dijamin halal ups ga neko2 loh ... suerrrr dah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar 9 ini deh yang sering gue mimpiin... Walaupun sebenarnya masih banyak kali ya. Cuma ga ingat kali . Soalnya yang pernah gue baca kalau manusia itu ketika bangun hanya bisa mengingat 50% mimpinya, bahkan 5 menit setelah itu ia akan banyak lupa dengan mimpinya sehingga hanya mengingat potongan2 kecil saja dari mimpinya.&lt;br /&gt;Nah, bagaimana dengan kalian? Apa rata2 sama ga ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 19062009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-7867159645131812762?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/7867159645131812762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=7867159645131812762&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/7867159645131812762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/7867159645131812762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/06/i-have-dream.html' title='I Have a dream'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-3717827308464576487</id><published>2009-05-28T17:57:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T18:14:05.152-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Once In a Live Time (Ga lagi-lagi dech!!!)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cizuul%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“Ih mba, satpam aja ga ada yang berani patroli malam-malam ke tempat itu.” Wajah lelaki muda sedikit menegang. Mencoba meyakinkan. Tak usah susah payah dia berargumen , aku juga percaya. Apalagi dilihat dari wajah lelaki muda itu, sepertinya ia sudah ditakdirkan untuk selalu berkata benar, menjunjung tinggi dasar Negara, berKTP dan tak akan terlibat tindak pidana apapun. Paling parah yang pernah diperbuatnya mungkin hanya kentut diam-diam dan tidak mengaku setelah penciuman sekitarnya terpolusi. Wajahnya, gurat yang gampang sekali untuk dibaca. Wajah orang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; pada umumnya, &lt;i style=""&gt;a man in the street, you know!&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="IT"&gt;“Syukurlah, tapi ga lagi-lagi dech.” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Aku terengah-engah. Jari jemariku masih terasa gemetar dan memang gemetar. Kejadian yang baru aku alami adalah sebuah takdir buruk. Bila mengambil perbandingan maka akan muncul angka 1 berbanding 100. Karena ini memang langka terjadi di dunia. Ketika bola golf terlempar di tengah padang yang luas, dan ”p&lt;i style=""&gt;uuuk”&lt;/i&gt; bola kecil itu mengenai jidat nong nongmu. Bukankah itu sebuah kesialan? Kenapa harus jidatmu, masih banyak tempat lain tempat bola itu mendarat, bukan? Pohonkah, tanahkah, batukah atau terlempar jauh ke angkasa luar sanakah. Seperti itulah perumpamaannya. Tiga hal saja yang mungkin bisa menjadi penyebab utama kesialan ini terjadi padaku. Pertama, faktor kurang inteleknya aku sebagai korban, lebih jelasnya kebodohan atau ketololanku sendiri, &lt;i style=""&gt;internal problem, you know!&lt;/i&gt; Faktor kedua adalah karma. Aku percaya karma. Simplenya kalau kau berbuat jahat cepat atau lambat kau akan terkena ganjarannya juga. Mungkin dosa di masa lampau dibalas dengan ini. Seperti suatu waktu aku telah berlaku jahat karena berghibah. Hasilnya batang hidungku hampir patah karena &lt;i style=""&gt;menyenggol&lt;/i&gt; tiang palang kereta. Itulah peringatan dibalik karma. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Faktor ketiga datang dari luar, lingkungan. Yup, bisa keisengan seseorang atau keisengan makhluk kasat mata. Xixixixixixi. &lt;i style=""&gt;Iam not kidding, you know.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="FI"&gt;Hari itu, 28 Mei 2009 untuk pertama kalinya setelah sekian lama tak menginjakkan kaki tepat ketika sidik jariku menempel pada mesin absen pukul delapan kurang. Butuh perjuangan yang keras untuk mendengar kata &lt;i style=""&gt;thank you&lt;/i&gt; dari mesin absen pada jam segitu. Perutku sakit. Wajar sekali karena tadi pagi aku belum ke toilet seperti pagi-pagi biasanya. Buru-buru ke kantordemi sebuah kata &lt;i style=""&gt;thank you.&lt;/i&gt; Toilet lantai dua tak bisa dipakai karena sedang dibersihkan. Sedangkan toilet bawah penuh terisi, &lt;i style=""&gt;mungkinkah semua orang sepertiku yang tak sempat p****p hanya karena mengejar waktu, hingga seluruh toilet terisi penuh pagi ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="FI"&gt;Toilet lantai 3 gedung baru, belum ada penghuninya. Emmm, maksudku belum semua karyawan dipindahkan kesana karena tak sepenuhnya selesai direnovasi. Apalagi kata-kata lelaki muda berKTP itu terngiang-ngiang di telingaku.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Ih mba, satpam aja ga ada yang berani patroli malam-malam ke tempat itu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="FI"&gt;”Tapi toiletnya udah berfungsi kok.” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Sebuah pesan yang kuingat. Kuseret langkah kesana. Berat memang, karena aku adalah si komplikasi. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="FI"&gt;Penyakit penakutku akut, hayalan hororku luar biasa, nama-nama hantu kukantongi. Tapi perut dan hasrat untuk p****p lebih kuat. Ya sudahlah aku disana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="FI"&gt;Singkat cerita si komplikasi ini menemui karmanya, dipermainkan oleh kekurang intelekannya dan terakhir diisengi &lt;i style=""&gt;what ever, &lt;/i&gt;karena kau tahu, AKU TERKUNCI DI DALAM TOILET. Mendorong pintu setan itu dengantenaga kuda. Mengetok-ngetok dan memanggil siapa saja yang mungkin kebetulan kesasar lewat ke sana. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Panas bukan main. Memang tak sampai lima menit aku terkurung disana. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="FI"&gt;Karena kau tahu, bukan tenaga kuda atau teriakan minta tolong yang dibutuhkan saat itu juga. Tapi ketenangan,&lt;i style=""&gt; don’t be panic, you know!&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="FI"&gt;Pintu terbuka, walaaaaaaaaaah. sebegitu mudahnya. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Tak ada pangeran penyelamat, atau paling tidak OB. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Satu yang pasti. Ini peringatan dibalik karma. Saranku janganlah kau berghibah, mengunyah petai atau jengkol ketika hendak diwawancarai atau hal bodoh dan buruk lainnya. Karena lambat laun semua akan dibalas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Percaya padaku, kalau tidak kau akan terkunci didalam toilet. &lt;i style=""&gt;YOU KNOW!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-3717827308464576487?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/3717827308464576487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=3717827308464576487&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3717827308464576487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3717827308464576487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/05/once-in-live-time-ga-lagi-lagi-dech.html' title='Once In a Live Time (Ga lagi-lagi dech!!!)'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-6333403946013737419</id><published>2009-05-27T22:14:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T00:54:00.201-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memoar'/><title type='text'>Fabio Rosa II (Tikus Buluk Hamelin)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Sh4gU0drMzI/AAAAAAAAAN8/P5x5oRSFBlM/s1600-h/mouse.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 246px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Sh4gU0drMzI/AAAAAAAAAN8/P5x5oRSFBlM/s320/mouse.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340741750160569138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;”Ayahnya dokter Nawir M Hatta. Sungguh kau tidak mengenalnya? Rasanya namanya sudah terkenal dimana-mana.” Kedua alisnya bertaut. Bola matanya tak berkedip sedikitpun menatapku. Tatapan itu seolah sebuah sindiran bagiku, &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Apa yang kau tahu kawan, selain berbual, membuat bola-bola dari lumpur, bermain air di musim hujan., mengupas kulit tebu dengan gigimu atau memanjat pohon ceery untuk sekadar melihat sosok ibumu yang bersengai di bawah terik matahari di tengah sawah sana. Tidak ada. Kau itu nol, PIKIRKU.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; font-family: arial;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:85%;"&gt;Cukup sudah. Bukankah mengenal atau tidak dokter itu bukan hal yang penting. Mungkin sudah ratusan atau ribuan orang telah berobat dan berhasil beliau sembuhkan., tapi bagiku dia bukan siapa-siapa. Kami sekeluarga jarang sekali berobat ke dokter. Panas-panas sedikit amak langsung membuatkan &lt;i style=""&gt;obat pandeso&lt;/i&gt;, yaitu sebutir kunyit, air dan beberapa butir beras yang diletakkan dalam sebuah piring kecil. Kemudian kunyit itu dioleskan ke kening, tangan dan kaki. Pada obat tersebut dibacakan doa-doa khusus. Airnya dioleskan ke bagian kepala. Terakhir ubun-ubun kami ditiup tiga kali. Kunyit yang telah diolehkan tersebut kemudian dibuang sebagai simbol penyakit tersebut juga akan hilang terbuang bersama kunyitnya. Luar biasa memang. Setelah &lt;i style=""&gt;didesokan&lt;/i&gt; kunyit, kami kembali sehat. Jadi tak ada kata dokter dalam keluargaku. Tapi kalau sudah tak tertangani, biasanya paling &lt;i style=""&gt;banter&lt;/i&gt; kami sekeluraga berobat ke puskesmas. Ditangani bidan-bidan desa yang hebat luar biasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; font-family: arial;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:85%;"&gt;”Emmm, ya sudah kalau kau tidak mengenalnya. Kau tahu, dokter Nawir itu mengenal baik keluargaku. Ada waktu bila ibu bekerja dan mengajakku bersamanya ke rumah sakit, aku sering bersua dengan dokter Nawir. Pun halnya dengan Efar.” Aku mendengar nada suara Fabio berubah saat nama Efar meluncur dari bibirnya. Persis seperti saat aku mengucapkan nama Habibie. Tahukah kau, aku adalah penggemar berat lelaki pintar itu. Gerak matanya yang susah ditangkap serupa menangkap belut, merupakan isyarat ketajaman otaknya. Pameo bagi keluarga kami untuk ukuran kepintaran seseorang, bila ia ingin pandai maka tirulah Habibie. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; font-family: arial;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:85%;"&gt;Fabio mengagumi Efar. Sah-sah saja bukan. Tuan muda oryza sativa itu memang pantas dikagumi siapa saja. Ia bak pangeran muda yang mengundang gadis manapun berdecak kagum. Gadis-gadis itu datang berkerumun serupa tikus-tikus di negeri Hamelin, tersihir oleh tiupan seruling lelaki misterius. Dan Efar adalah lelaki misterius itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; font-family: arial;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:85%;"&gt;Efar dan Fabio adalah selebritas SMP Negeri tercinta. Manusia-manusia rancak yang selalu punya akses ke semua jaringan. Orang-orang akan menaikkan daun telinga hanya demi mendengarkan &lt;i style=""&gt;omongan&lt;/i&gt; mereka yang bukan apa-apa, tak pentinglah, tak akan merubah dunia sekalipun. Penyakit hatiku terkadang kambuh melihat manusia macam mereka. Bertolak belakang denganku yang nyaris &lt;i style=""&gt;invisible.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; font-family: arial;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:85%;"&gt;Siang itu kulihat Fabio terlihat murung. Ia tidak ceria seperti biasanya. Bandana merah muda dengan sebuah boneka kecil yang menjuntai di pinggirnya terlihat indah menempel di rambutnya. Keningnya yang biasa tertutup oleh poni terlihat putih bersih tersibak oleh bandana merah muda itu. Ada rambut-rambut halus dipinggirannya. Banyak sekali. Sesekali bergerak lembut mengikuti arah angin yang mempermainkannya. Betapa cantiknya gadis berkumis tipis yang ada dihadapanku ini. Apa gerangan yang ada di pikirannya saat ini. Tega sekali manusia yang telah membuat cela di hatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; font-family: arial;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:85%;"&gt;”Dis ... Efar .... ” Tangis Fabio meledak. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-size:85%;"&gt;Ia tergugu. Ia memelukku erat. Aku merasa sesak, gelungan tangan Fabio seolah mencekik batang leherku. Membuat napasku tersengal. Linangan air mata Fabio seolah racun yang siap merembes ke dalam pori-poriku dan membuat ngilu seluruh sendi tubuhku sebelum membuatku terkapar lemah. Isak Fabio terdengar seperti dentuman mortir yang memecahkan anak telingaku. Fabio telah patah hati. Dan itu karena cinta. Cinta pertama untuk tuan muda oryza sativaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; font-family: arial;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="PT-BR" style="font-size:85%;"&gt;“Gimana, kau mau terima dia kan?” Rahmat mengulum senyum. Sore itu aku menjelma menjadi seekor tikus &lt;i style=""&gt;buluk&lt;/i&gt; tak tahu diri yang tersihir oleh tiupan seruling lelaki misterius di tanah Hamelin. Kepalaku seperti terlepas dari perintah otak, induk semangnya. Mengangguk pasrah atas sebuah permintaan. Permintaan seorang pendeta pemberkat pernikahan, Rahmat. Ia melobiku untuk sebuah perkara. Mengajukan sebuah proposal. Berisikan sebuah hati yang diperuntukkan bagiku. Dialah Tuan muda oryza sativa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; font-family: arial;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:85%;"&gt;Sebuah hal yang tidak mungkin termaafkan. Fabio idolaku, sahabat terbaikku, pahlawan penjaga bualan Simpsonku, telah kukhianati. Cinta itu menghampiri kami berdua tapi tak terlalu mau berbaik hati, karena hanya memberikan sebuah nama, tanpa ada pilihan lain. Bi, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Maafkan aku ... Maaf .....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; font-family: arial;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 0.5in;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Jakarta,24052009&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-6333403946013737419?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/6333403946013737419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=6333403946013737419&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6333403946013737419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6333403946013737419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/05/fabio-rosa-ii.html' title='Fabio Rosa II (Tikus Buluk Hamelin)'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/Sh4gU0drMzI/AAAAAAAAAN8/P5x5oRSFBlM/s72-c/mouse.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-3268852913181324432</id><published>2009-03-05T21:24:00.000-08:00</published><updated>2010-08-19T18:08:43.514-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memoar'/><title type='text'>Jah Nehi Nehi Dendi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SbDX2N9K3II/AAAAAAAAAKY/3AZHPQmOe68/s1600-h/Madhuri+Dixitljslkjlfksdh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 67px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SbDX2N9K3II/AAAAAAAAAKY/3AZHPQmOe68/s200/Madhuri+Dixitljslkjlfksdh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309981287128947842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Jah, nanti malam di gedung bioskop film apa yang akan diputar?" Si penanya terlihat susah payah menahan gelak. Aku tahu, jawaban dari bibir wanita yang tak jelas masa usianya itu tak penting baginya. Si penanya hanya ingin menggoda wanita setengah waras itu. Pikir si penanya, mempermainkan Jah dengan cara seperti ini akan lebih dianggap terhormat dibandingkan mengolok-oloknya sepanjang jalan, bertepuk tangan mengintai langkah Jah, dan meneriakkan kata "gila". Persis seperti ulah anak-anak ingusan kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Film india ... " Gumam Jah pelan, nyaris tak terdengar. Wanita itu. Kutaksir wajah tuanya dan gerak jalannya yang lapuk hanyalah sebuah khianat. Pengkhiatan fisik. Mungkin saja tak lebih dari 35 sampai 40 tahun, kurasa. Memang tak ada seorang pun yang tahu kapan tepatnya Jah lahir. Ia sudah ada di kampung aur, dan begitulah adanya. Orang-orang pun tak banyak cincong tentang silsilah keluarganya. Lebih tepatnya mereka tak peduli. Sebagian ada yang bilang kalau Jah tinggal di lurah atas, tapi itu pun tak jelas yang mana tepatnya. Yang paling aneh ada yang bilang ia tinggal balik air terjun Piang. Air terjun di bawah kaki gunung S. Tak banyak orang yang berani datang ke sana. Kawasan terlarang, kudengar. Penuh oleh orang bunian dan segala macam sekongkownya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan fisik Jah. Rambutnya panjang hingga mencapai lutut, dikepang. Rapi jalinannya, diminyaki sepertinya. Pakaiannya. Jangan kau mengira ia gila maka pakaiannya kumuh, lusuh dan kacau balau. Ia memakai sebuah kaos longgar yang tertutup kain panjang yang dililit diselempangkan. Kugambarkan seperti kain sari yang dipakai wanita-wanita India. Maka tak heran orang-orang sering mengolok Jah dengan panggilan Jah nehi nehi dendi. Ia tak marah. Mungkin saja julukan itu bahkan sebentuk penghargaan tersendiri baginya. Karena tampilannya inilah orang kampung sering menanyakan hal-hal yang berbau India pada wanita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jah menjinjing sebuah tas plastik setiap hari. Model yang sama, walau telah usang tak pernah dibuang. Isinya tak penting. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Karisiak&lt;/span&gt;. Yakni daun pisang yang telah mengering. Ada banyak helaian didalamnya. Disusun rapi serupa lembaran uang dalam dompet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jah. Sebuah nama yang mungkin sangat indah dan agung. Siti Khajidah Adnan binti Muhammad Adnan. Deret nama yang bisa kubaca diatas sebuah gundukan tanah cembung. Tanah yang telah kering, gersang. Jasat wanita berkepang dengan baju sari warna mencolok itu telah terbaring di dalamnya. Jah telah pergi. Meninggalkan kami orang-orang kampung yang sering mengolok-oloknya. Meninggalkan dunia fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jah, film apa yang main di gedung bioskop ini malam?"&lt;br /&gt;Hening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 060309&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-3268852913181324432?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/3268852913181324432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=3268852913181324432&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3268852913181324432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3268852913181324432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/03/jah-nehi-nehi-dendi.html' title='Jah Nehi Nehi Dendi'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SbDX2N9K3II/AAAAAAAAAKY/3AZHPQmOe68/s72-c/Madhuri+Dixitljslkjlfksdh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-8304264148770814684</id><published>2009-02-16T21:14:00.000-08:00</published><updated>2010-08-19T18:08:57.988-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memoar'/><title type='text'>Lelaki Pelontar Jumroh</title><content type='html'>Jumroh. Begitulah orang-orang kampung memanggilnya. Bila ditanya tak banyak yang tahu pasti siapa nama asli lelaki berkulit hitam pekat itu. Ku tangkap satu maksud kalau peringai lelaki itulah yang menyebabkan orang-orang memanggilnya Jumroh. Lelaki pelontar jumrah tepatnya. Setiap hari berjalan menyusuri kampung. Tak beralas kaki. Tidak lebih dari tiga hal tentang lelaki itu. Duduk berjongkok, memungut beberapa buah kerikil dan kemudian melemparnya kesegala arah. Persis seperti orang yang sedang melempar jumroh, ula, wusta dan aqobah. Mungkin karena perangainya itulah ia dipanggil jumroh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SZpvyRS5hJI/AAAAAAAAAKI/cjka0161YEw/s1600-h/efmafs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 255px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SZpvyRS5hJI/AAAAAAAAAKI/cjka0161YEw/s320/efmafs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303674420608992402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sepertinya di depan lelaki itu sering bercokol setan-setan yang tiada henti memperoloknya. Menghina tubuh cekingnya yang kumuh dan semakin tak bergizi itu. Tak sembarang, jumlah kerikil itu pun dihitungnya, sama sebanyak setan-setan yang ada dihadapannya. Menghalau mereka lintang pukang berhamburan. Sejenak setelah itu Jumroh menengadahkan wajahnya ke atas langit. Ia tersenyum. Penuh kemenangan, tersirat di sudut bibir coklat keringnya itu. seolah disana dibalik awan putih itu mengintip malu-malu seraut wajah kecil nan lucu bersayap dan bermahkota daun, tersenyum menyambut kemenangan Jumroh. Begitulah setiap hari setiap waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Wahid Natsir. Nama asli lelaki pelontar jumroh itu. Ayahnya seorang ulama besar di kampungku. Natsir kecil adalah seorang jenius. Pandai bukan main di sekolahnya. Aljabar dan ilmu alam dikunyah seperti makan bubur saja baginya. Mengaji Al Quran pun jangan ditanya. Sering diminta sebagai perwakilan kampung dalam acara MTQ antar kampung. Luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kemalangan apa yang membuat Natsir kecil nan jenius menjelma menjadi Jumroh? Saat menamatkan pendidikan tsanawiyahnya, malang sang ayah meninggal dunia. Sawah peninggalan ayahnya yang cukup luas diambil alih oleh pamannya. Tinggalah Jumroh dan ibunya miskin merana. Mimpi yang pernah digantungkan untuk bersekolah tinggi pupus sudah. Selang sebulan ayahnya meninggal menyusul pula ibundanya menghadap sang Khalik. Jumroh yatim piatu. Tak siap dengan musibah yang beruntun. Kepala jumroh panas. Ia mulai meracau sendiri. Dan melempar kerikil di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumroh. Terakhir ku melihat ia 8 atau 10 tahun yang lalu. Entah bagaimana ia kini. Dulu ada binar dan gairah yang menggebu terperangkap dalam mata letih Jumroh yang kulihat. Kepintaran itu masih ada disana. Hidup serupa api dalam sekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumroh ... jumroh ... Ku bertanya masih adakah setan yang menggodamu?&lt;br /&gt;Ini, kerikil untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 17022009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-8304264148770814684?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/8304264148770814684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=8304264148770814684&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8304264148770814684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8304264148770814684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/02/lelaki-pelontar-jumroh.html' title='Lelaki Pelontar Jumroh'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SZpvyRS5hJI/AAAAAAAAAKI/cjka0161YEw/s72-c/efmafs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-3939938935531028229</id><published>2009-02-16T01:07:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T17:28:35.468-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Bila Ku Pulang Nanti ... Hopefully!!!</title><content type='html'>Duh dah kebelet pengen pulang kampung. Smoga ada rezeki dan ada umur tahun ini pengeeeeen banget balik ke kampuang halaman. Delapan tahun buuuu !!! 30 Juni 2001 silam ... T_T&lt;br /&gt;Bakalan berubah total tuh kampuang nan jauh dimato. Kayak apa ya? Wondering ... hehehe. Iseng-iseng berhayal kalo nanti kesampean pulang (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hopefully&lt;/span&gt;), dah punya planning neh mau kemana ... Dah terjadwal, ruapiiii .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SZk1urRqgbI/AAAAAAAAAKA/mz8cTPOxnoM/s1600-h/rumah-gadang-nan-asri2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SZk1urRqgbI/AAAAAAAAAKA/mz8cTPOxnoM/s320/rumah-gadang-nan-asri2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303329112212537778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Pengen nengok SD Terang Benderang (SD Negeri 26 Kubang Putih) ketemu sama guru2nya * Bu Ros (guru kelas 1ku), Bu Nur, Bu Yeni, Bu Lis (Guru agama yang super duper baik hati) dsbnya ...  SMP Negeri Tercinta (SLTP Negeri 3 Banuhampu Sei Puar) dekat pasar Padang luar, nah disini penuh cerita cinta dan persahabatan.  Sama SMU Favoritku (SMU Negeri 1 Bukittinggi) klo disini penuh persaingan akademik, menguras otak tapi still happy kok ... Nah disekolah2 kenangan ini aku pengen Poto2 dan mengingat kembali segala memoar yang pernah terjadi disana. Hik ... hik ... hik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jalan-jalan ke sawah, menghirup udara kampuang yang masih perawan jauh dari polusi ... Lari2 di tengah sawah wakakaka *serasa indiaheeee ... aca2*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. jalan-jalan ke Ngarai Sianok, menikmati panorama dan pemandangan alamnya yang asri. Terakhir kesana klo ga salah pas SD. Dah lama bo'. Pernah nonton acara wisata kuliner di tv, ternyata di bawah ngarai ada restoran yang jualan itik lado hijau ... yummmy, sekalian mau nyobain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Belanja ke pasar bukittinggi, di pasar bawah makan sate yang dekat ngetemnya bendi2. Bau kotoran kuda sih, cuma tetep aja eunak. Semua makanan khas bukittinggi ada disini, lemang, cindua, wiiiiihhhhh. Puas deh pokoke. Nah klo Pasar atas, bisa belanja souvenir, baju, jilbab, sendal khas Bukittinggi, pokoke pernak-pernik minang lah. Lukisan, gantungan tas, dsbnya ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ke jam gadang. Pengen tau udah berubah seperti apa. Jangan2 angka empatnya udah ditukar menjadi IV bukan IIII lagi. Dan ga lupa poto2 disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mifan, MInang Fantasy. Nah klo yang ini belum pernah liat sich. Baru liat di Inet katanya di Padang panjang udah ada tempat semacam Dufan kecil di Jakarta. Perlu juga nih ditengok, walaupun ga ngebet banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup ... Kira2 tempat2 inilah yang paling pengen aku datangin.  Semoga tahun ini bisa ... tak cuma tempat, pun orang-orangnya seperti Fabio Rosa (gadis berkumis tipis), Fan, tuan muda Oryza Sativa, Tek Mas, Cimung, Ipat, Cayi. Dan Teman-teman masa kecil ku ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;Juanda, 16022009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-3939938935531028229?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/3939938935531028229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=3939938935531028229&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3939938935531028229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3939938935531028229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/02/duh-dah-kebelet-pengen-pulang-kampung.html' title='Bila Ku Pulang Nanti ... Hopefully!!!'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SZk1urRqgbI/AAAAAAAAAKA/mz8cTPOxnoM/s72-c/rumah-gadang-nan-asri2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-500354359296092403</id><published>2009-02-09T00:22:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T22:00:02.471-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memoar'/><title type='text'>Tentang Fan </title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SZUMHzCpxTI/AAAAAAAAAJ4/Q-JqOLX-rQA/s1600-h/eagle1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SZUMHzCpxTI/AAAAAAAAAJ4/Q-JqOLX-rQA/s320/eagle1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302157464398578994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&lt;/style&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oktober 1995,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang paling kutakutkan dalam hidup ini akhirnya menjadi kenyataan. Lelaki gotik mistik itu tertawa menyeringai tepat dua tiga meter di depanku. Rambutnya kusut masai. Tak terurus sama sekali. Tubuhnya jangkung. Terbalut baju yang tak jelas bentuk dan warna aslinya karena penuh oleh tambalan. &lt;/span&gt;Celana yang dipakai potongan cutbrai. Lebar bagian bawahnya. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Model &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tempo dulu. Dari atas hingga bawah terlihat senada. Dominasi warna coklat kusam. Tak ada indah-indahnya. Lelaki itu tak bersepatu, tak juga memakai sendal. Kaki kumuhnya dibiarkan telanjang menapaki jalanan. Masih ingatk&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ah kau perihal lelaki gotik mistik ini? Dialah tukang cawek.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Lelaki penjual ikat pinggang yang selalu berjalan menyusuri kampung. Tak sedikitpun berteriak menawarkan barang dagangannya. Hanya akan berhenti bila dipanggil s&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;aja. Tapi bukan itu yang terpenting. Pernah kucer&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;itakan, ingatkah kau? Lelaki ini suka makan anak kecil. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Orang gila itu tinggal di rumah bergonjong dekat madrasah. Rumahnya serupa sarang penyamun saja. Dekat-dekat kesana, kau akan merasakan hawa dingin yang amat sangat. Membuat merinding saja.” Celoteh Cimung waktu itu. Lelaki muda itu satu tahun diatasku. Be&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;rsekolah di MtsN Terbaik di kampung Lurah. Sekolah Madrasah yang katanya dekat dengan rumah lelaki gotik mistik itu. Jadi tak salah rasanya bila Cimung tahu banyak tentangnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Kau tahu, aku dan Suar pernah mencoba mendekat ke halaman rumah penyamun itu. Dan kau tahu apa yang kami temukan?” Cimung membelalakan kedua matanya. Ekspresinya cukup mewakili apa yang ada dibalik ceritanya itu. Yang pasti bukanlah sesuatu yang baik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Sepotong jari. Yap, jari.” Cimung menghela nafas panjang. Matanya dipicingkan. Mencoba mencairkan suasana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tegang. Setidaknya itulah yang terjadi pada kami para pendengar setia Cimung. Aku menelan ludah berkali-kali hingga kering. Ipat bersembunyi di balik lengan Cayi. Sedari awal ia telah bersumpah-sumpah untuk tidak mendengarkan cerita buruk apapun dari mulut Cimung. Sifat penakutnya parah betul. Pernah suatu ketika di kampung kami ditemukan mayat perempuan mati terjerat kawat, terkapar di dasar ngarai. Berita ini sampai ketelinga Ipat. Tujuh hari tujuh malam ia tak bisa tidur. Dihantui bayangan-bayangan ngeri yang dibuatnya sendiri. Bila hari mulai gelap. Penyakit penakutnya yang akut mulai rewel. Mengganggu orang serumah. Kemana-mana minta diantar, tak mau ditinggal sendiri. Ia bisa marah besar bila ketahuan orang-orang telah tertidur lelap sementara matanya tak sedikitpun terpicing. Alhasil Ipat jat&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;uh sakit. Dipaksa berobat ke puskesmas kampung. Bukannnya bertambah sembuh sakitnya makin menjadi-&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;jadi. Bagaimana tidak. Puskesmas tempat ia berobat, berdampingan dengan ngarai tempat mayat wanita itu ditemukan. Sungguh miris. Ipat tetaplah Ipat. Manusia biasa yang tak luput dari rasa penasaran. Walaupun telah bersumpah serapah, hingga menutup rapat telingannya saat ada yang menceritakan hal menakutkan. Rasa ingin tahunya tetap menggebu. Kala orang ramai telah membubarkan diri. Ia merengek-rengek minta diceritakan kembali kabar seram itu. Serupa tobat sambal balado saja. Sudah tahu akan menderita namun tetap saja ia merengek minta diceritakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Lain Ipat lain pula dengan Cayi. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Gadis berhidung mancung itu, mimic wajahnya sedari awal Cimung bercerita tak banyak berubah. Hanya di beberapa ti&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tik s&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;aja. Mata dan bibir. Bola matanya bergerak-gerak. Sebentar ke arahku, sebentar ke arah Cimung dan terakhir menerawang tak tentu. Berkali-kali, berulang-ulang. Bibirnya monyong lancip. Bergerak kekiri dan ke kanan. Tak sembarang rupanya. setidaknya itulah pemikiranku tentangnya. Gadis itu sedang berpikir, menganalisa informasi yang sedang didengarnya. Menakar kadar kebenarannya. Pandai nian. Ia tak seperti aku dan Ipat tentunya. Yang mentah-mentah menelan cerita seram Cimung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Karena itu kalian musti hati-hati. Kalau pun berpapasan di jalan, berlarilah kencang-kencang sebelum dilumatnya jadi santapan.” Tegas Cimung dengan mimik yan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;g serius.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Kalau orang gila itu suka makan anak-anak kenap&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a dari dulu orang kampung tak ada yang mengusirnya, Kak? Dan selama ini aku juga tak pernah dengar berita anak-anak kampung kita yang diculik dan dimakan olehnya.” Potong Cayi. Kali ini matanya penuh selidik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Kau tak percaya, Yik?” Suara Cimung terdengar sedikit bergetar. Ia tahu Cayi tak selemah yang ia bayangkan. Tapi Cimung juga tahu Cayi bukan bermaksud menuduhnya berbohong. Gadis muda itu hanya ingin mencari kebenaran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Terserah kaulah. Tapi mengenai jari itu benar adanya. Aku dan Suar menemukannya.” Cimung mendongakkan kepalanya dekat, menghampiri satu persatu wajah aku, Ipat dan Cayi. Lama, lelaki muda itu kemudian menarik napas paanjang. Berhenti didepan Cayi. Ia tersenyum. Kedua alisnya terangkat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Kelingking. Yap, kami menemukan kelingking. Dan kau tahu sebesar apa?” Cimung meraih lengan kanan Ipat. Diangkatnya tinggi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Sebesar ini.” Jawab Cimung sembari memegang kelingking Ipat dan menunjukkannya kepada kami. Wajah Ipat menyiratkan frustasi yang amat sangat. Ia terengah-engah walau tak habis berlari. Mukanya pucat pasi. Cayi yang semula datar. Kini tak jauh beda denga&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;nku. Gurat ketakutan juga bercokol di wajah tirusnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan kini hal yang kutakutkan terjadi juga. Lelaki gotik mistik itu masih berdiri disana. Tak sedikit pun bergerak. Hanya ekspresi wajahnya saja yang berubah. Dari meny&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;eringai menjadi datar. Tenang, tak terbaca. Bagiku bagaimana pun ia, tak merubah apapun. Setiap tarikan nafas yang kuhirup terasa sama sesaknya saat pertama melihat sosok jangkung itu dihadapanku. Membuat dadaku sakit dan tubuhku bergetar. &lt;i style=""&gt;Berlarilah kencang-kencang, &lt;/i&gt;nasihat Cimung terasa percuma saja bagiku. Kakiku sementara tak akur dengan perintah otakku, lumpuh tak bergerak. Lagi pula tak ada jala&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;n lain untuk kabur dari hadapan lelaki gotik mistik ini. Menerobosnya, sama saja cari mati. Balik badan dan lari sekencang-kencangnya menuju kampung Tanjung? Ide gila. Itu berarti aku harus punya modal tenaga kuda. Di tengah ketakutanku ini aku harus berlari mendaki jalanan landai yang baru saja kuturuni ini. Bayangkan saja kemiringannya hampir 70 sampai 80 derajat. Tungkai bisa kram dibuatnya. Betis bengkak dan hasilnya beberapa hari akan berlangganan urut di rumah &lt;i style=""&gt;dotor, &lt;/i&gt;wanita tua tukang pijat di kampung aur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Jadi pasrah adalah keputusan tepat. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Setidaknya untuk manusia lemah sepertiku. Aku hanya bisa menunggu. Benci dipermainkan waktu. Posisiku terjepit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengharapkan bantuan dari orang lain. Mustahil &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;sekali rasanya. Jumat tengah hari begini, orang kampung berduyun ke masjid. Melaksanakan shalat jumat. Untuk sementara segala aktivitas dan pekerjaan rehat sejenak. Jalanan dibiarkan sepi. Satu dua orang saja yang lalu lalang. Apalagi di tempat aku terdampar saat ini. Daerah perbatasan antara kampungku, kampung aur dengan kampung Tan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;jung. Sepi bukan main. Tak ada satupun r&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;umah yang dibangun di daerah perbatasan ini. Di kiri jalan terhampar tabek gadang. Airnya hijau payau. Jangan membayangkan tabek gadang serupa danau kecil tempat mandi anak-anak kampung. Mendengar tawa riang anak-anak yang berkecibab dengan air. Salah besar. Jangankan mencuci muka disana, dekat-dekat saja mereka enggan. Karena menurut cerita orang tua di dalam tabek ada seekor ular besar berkepala serupa kampak. Bukan ular biasa, ular jadi-jadian. Penghuni tabek gadang. Tak banyak yang melihat keberadaan ular itu. Hanya sekali setahun saja ia muncul. Konon kabarnya setiap hari raya haji, ular itu akan muncul ke permukaan. Sayangnya jarang orang kampung yang berniat melihatnya, mungkin lebih tepatnya tak berani. Takut kena sial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Disisi kanan jalan adalah lereng parak setinggi delapan hingga sepuluh meter. Dulunya tak ada jalan beraspal yang menghubungkan kampung aur dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;kampung Tanjung. Orang-orang terpaksa menaiki lereng yang penuh dengan pohon-pohon besar berdaun rimbun. Sedikit sekali sinar matahari bisa masuk kedalam parak. Hingga didalamnya terasa sangat lembab, dingin dan remang. Lereng parak juga merupakan lahan pekuburan milik bersama kampung aur dan kampung Tanjung. Sehingga berseraklah gundukan tanah cembung bernisan di sepanjang parak. Menyeramkan sudah pasti. Mengikuti perubahan zaman, akhirnya sebagian lereng parak dikeruk didatarkan mengikuti jalan beraspal dari kampung aur&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;. Orang kampung tak susah-susah lagi mendaki lereng dan menyusuri parak gelap hanya untuk sampai ke kampung sebelah. Sebagian lereng yang telah dikeruk tanahnya kemudian dijadikan jalan dan diaspal. Meninggalkan sisa lereng parak di sisi kanan jalan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Proyek perbaikan jalan memang memberikan banyak manfaat bagi ke dua kampung. Semua orang merasa senang dan bahagia. Maka tak heran warga &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;berombongan berduyun-duyun datang ke acara pengguntingan pita peresmian jalan penghubung kampung aur dan kampung Tanjung. Tak tanggung-tanggung yang datang adalah Bapak Bupati langsung. Ia sendiri yang berpidato, ia juga yang menggunting pita. Tugas yang berat agaknya dirasa oleh orang kampung. Lima menit saja bapak Bupati itu langsung minta diri. Tentunya sibuk sekali pekerjaannya, tak ada waktu senggang, mungkin &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;setiap malam pun ia hanya memicingkan mata lima menit secepat menggunting pita tadi, pikir orang kampung lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kebahagiaan dan kebanggaan orang kampung tak berjalan lama. Sehari selepas hari pengguntingan pita, orang kampung menemukan sesosok mayat lelaki muda bersimbah darah terkapar di bandar di bawah lereng parak. Ialah korban kecelakaan. Mengendarai motor bebek menuruni jalan landai dari kampung Tanjung menuju kampung aur. Laju motor tak terkendali, lepas kontrol hingga terjungkang jatuh ke bandar besar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kepalanya remuk menghantam batu-batu besar dibawahnya. Darahnya&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; mengalir mengikuti aliran air bandar yang bermuara ke tabek gadang. Kejadian ini cukup menggemparkan masyarakat kedua kampung. Banyak yang menganggap lelaki malang itu adalah tumbal tabek gadang. Mereka menganggap penghuni tabek merasa terganggu dengan proyek jalan beraspal hingga akhirnya minta korban. Ada juga yang berpendapat kalau arwah para pendahulu dari kampung aur dan Tanjung yang di kubur di lereng parak marah pada mereka. Lereng tempat mereka berdiam dikeruk dan didatarkan. Kubur mereka dibongkar&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; secara paksa. Tulang belulang mereka memang dipindahkan da&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;n sikubur kembali secara layak. Namun itu tak semua. Sudah ribuan orang terkubur disana, terhampar disetiap jejak lereng parak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena itulah orang kampung merasa cemas, gelisah dan takut dicap tak menghormati leluhur. Kejadian kecelakaan ini dianggap sebagai peringatan dari arwah leluhur yang marah. Sejak kejadian itulah daerah perbatasan kampung aur dan kampung Tanjung ini dianggap angker oleh orang kampung. Mereka tak berani bicara macam-macam bila melewati daerah ini. Diam seribu bahasa. Kebanyakan berjalan menunduk dan tergopoh-gopoh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan kini aku berada disini. Kusesalkan tindaka&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;nku, yang tak langsung pulang ke rumah selepas sekolah usai. Singgah dulu ke rumah Tiang teman SDku di kam&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;pung Tanjung. Pintar betul gadis keriting itu merayuku, mengajak datang kerumahnya sekedar melihat adik kecilnya yang baru lahir. Dan kini aku terjebak disini bersama lelaki gotik mistik itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Auuuww!!!” Aku meringis kesakitan. Dari arah belakang tiba-tiba kurasakan sakit yang luar biasa. Seseorang menarik kuat rambut kuncirku dengan kasar. Kepalaku sedikit terdorong kebelakang. Sakit bukan main. Kuusap-usap batok kepalaku. Secepat kilat kualihkan pandangan ke arah belakang. Seorang lelaki muda. Kulitnya kuning langsat. Ada bulu-bulu halus yang tumb&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;uh di bawah batang hidung mancungnya. Baru kusadari ia berkumis tipis. Rambutnya ikal coklat kekuningan, pirang. Tingginya 3 sampai 4 jengkal diatasku. Wajahnya tirus, bentuk wajah yang hampir serupa dengan salah seorang yang kukenal baik, Cayi. Yap, lelaki muda ini adalah kakak Cayi. Tiga tahun lebih tua dariku. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Walau aku dekat dengan adiknya, namun jangan kau tanya perihal lelaki muda ini kepadaku. Aku juga baru mengenalnya tiga tahun belakangan. Dari seluruh ke&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;luarganya, hanya Cayilah yang tinggal di kampung aur sejak kecil. Ia dipelihara oleh saudara dekat ibunya. Sedangkan keluarga kandungnya merantau ke Kuala Tungkal mengikuti sang ayah yang berdagang disana. Tiga tahun yang lalu ayah cayi meninggal dunia karena kecelakaan. Akibatnya ibu dan saudara-saudaranya terpaksa kembali ke kampung halaman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Disanalah aku mulai tahu kalau Cayi memiliki seorang kakak laki-laki dan tiga orang adik perempuan. Bila mau jujur tak banyak hal baik yang kudengar dan kuli&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;hat dari lelaki muda itu. Lelaki muda yang temperamen. Menjitak kepala adiknya berkali-kali hanya karena hal sepele. Membentak gadis berhidung mancung itu hingga menangis sesegukan. Tak berperasaan, itulah penilaianku terhadapnya sampai saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibunya sering mengurut dada menghadapi ulah lelaki muda ini. Bocah pembangkang. Disuruh mengaji ke surau gadang ia malah berbelok arah ke parak laweh. Memetik durian-durian dari pohon tak bertuan. Memanjat pohon setinggi puluhan meter itu bagai siamang lapar. Se&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ndirian tanpa kawan. Berani sekali ia. Bagiku parak laweh adalah hutan tanpa ujung. Semacam hutan larangan yang tak terjamah oleh manusia. Masuk kedalamnya seperti kau masuk ke dalam dimensi yang berbeda. Dengan laju waktu yang tak bisa ditakar dengan apapun. Satu jam disana maka kau akan dianggap telah menghilang berhari-hari. Dicari orang sekampung dan ditemukan duduk bak patung lilin di bawah salah satu pohon besar di sana. Meracau, tak mengenal diri beberapa saat.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hutan itu tempat bersemayam orang-orang bunian. Penuh oleh kuburan dengan nisan berupa batu-batu besar yang ditancap diatasnya, tanpa nama. Kudengar&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; itu adalah kuburan korban semasa &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;pemberontakan PRRI di Bukittinggi bergejolak. Masa suram dan amat menyeramkan, cerita amak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Lebih mengerikan dibanding ketika Belanda dan Jepang menjajah. Sesama saudara saling mencurigai. Malam hari bagai maut yang bergentayangan. Menunggu pagi datang dan menghitung jumlah anggota keluarga masih lengkap atau tidak. Menjadi mayat dengan kepala terpancung di parak laweh. Tubuh mereka dibenamkan begitu saja. Yang penting tertimbun tanah, tak mencuat &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;keluar. Mengerikan ... Mengerikan sekali.” Celoteh amak suatu ketika. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tak ayal lagi, parak laweh menjadi salah satu kawasan angker dan paling ditakuti di kampung aur selain daerah perbatasan kampung aur dan kampung Tanjung tempat kuberada kini. Puluhan mungkin ratusan manusia telah meregang nyawa disana. Ditimbun tanah, terkubur dengan cara yang ti&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dak wajar. Mereka mati penasaran. Arwah mereka bergentayangan. Membalas dendam kepada para pembunuh yang mungkin juga telah mati dibunuh. Hingga tak tahu lagi harus membalas kepada siapa. Mereka tak tenang. Maka jangan sekali-kali kau datang mengusik mereka ke parak laweh. Banyak yang pulang dari sana serupa orang tasapo, tak tahu diri. Dan baru sadar setelah disembur air. Tapi aturan tidak berlaku bagi lelaki muda ini. Ia adalah pengecualian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lelaki muda itu juga tak bersekolah. Dulu pernah&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; dimasukkan ibunya ke SD Terang Benderang, sekelas denganku. Namun hanya bertahan satu hari saja. Setelah itu tak tampak lagi batang hidungnya. Hanya sampai kelas empat SD. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Muhammad Alfandi, itulah nama lelaki pembangkang&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; itu. Kini ia berdiri tepat disampingku. Wajahnya datar tanpa ekspresi. Matanya nanar menatap lelaki gotik mistik yang kini telah duduk menjuntai di pinggir jalan. Kemudian ia mengalihkan pandangan ke arahku.. Tidak ada sedikitpun tampak perasaan bersalah tergurat diwajahnya, setelah sebelumnya ia menarik kasar rambutku. Secepat kilat ia kembali menatap lelaki gotik mistik itu. Diam seribu bahasa Dari tatapan matanya aku seperti membaca sebuah aba-aba darinya. Kemudian ia bergerak. Tanpa komando kuseret langkahku mengikutinya. Berjalan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibelakangnya, mengendap-endap dan sekali-kali men&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;curi pandang kearah lelaki gotik mistik&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; itu. Rasa takut dan keberanianku timbul bersamaan saat itu juga, mungkin inilah yang disebut tantangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kini kami telah sampai didekat lelaki gotik mistik itu duduk menjuntai. Dari sudut mataku kulihat sepertinya lelaki itu kembali menyeringai. Tanpa kuduga sama sekali lelaki gotik mistik itu kemudian berdiri menghambur. Mengangkat lengannya tinggi serupa hendak menangkap. Aku kaget bukan main. Tubuhku lemas seketika. Tarikan napasku kacau. Namun tiba-tiba kurasakan seseorang menarik lenganku kuat. Fandi, ia menolongku. Ia tidak membiarkanku jatuh tersungkur &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;disini, meninggalkanku begitu saja tak peduli menjadi santapan siang lelaki gotik mistik itu. Tangannya erat menggenggam lenganku. Seperti tak rela sedikitpun lelaki gila itu sampai menyentuhku. Kami berlari kencang, sekencan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;g-kencangnya. Berlari bersama angin. Entah dapat kekuatan darimana hingga kaki kecilku bisa berayun secepat ini. Kami berlari menuju lereng. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Telah jauh kami meninggalkan lelaki gotik mis&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tik itu. Ketika kami menoleh kebelakang melihat keberadaannya yang tampak hanya titik hitam kusam. Kami terengah-engah hingga terbatuk-batuk. Kulihat Fandi duduk menjuntai di tanah lereng yang lembab. Dibiarkannya celananya kotor oleh tanah yang basah. Tampak titik-titik keringat didahinya. Tersembunyi dibalik rambut ikal p&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;irangnya. Lama, ia mengatur napas. Aku masih berdiri, kutolehkan pandangan ke arah bawah lereng. Baru kusadari betapa indahnya kampungku. Tampak petak-petak sawah yang terbentang bak permadani hijau yang terkembang. Dari atas sini, mitos tabek gadang berganti c&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;erita. Ia serupa telaga wangi tempat pemandian para putri kayangan dari kerajaan langit. Aku juga bisa melihat rumah amak, rumah Cayi, Ipat, Cimung dan rumah-rumah orang kampung aur lainnya dari atas lereng.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Begitu jelas. Desain alam yang luar biasa. Aku tertegun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Hei ..” Sebuah suara mengagetkanku. Fandi, lelaki m&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;uda itu kini telah berdiri tegak berkacak pinggang. Ekpresinya datar. Ia menatapku. Tatapan yang dulu kuanggap sangar dan angkuh, kini berubah. Binarnya tetap liar namun penuh makna serupa mata elang yang menghuja&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;m. Rindu kebebasan dan haus petualangan. Beberapa lama kemudian ia membalikkan badan membelakangiku hendak melangkah pergi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Tunggu ...” Teriakku menghentikan langkahnya. Ia mendongakkan kepala. Menunggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Terimakasih.” Jawabku singkat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fandi tak membalas. Sebelum berlalu ada sebuah &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;gurat wajah aneh yang tak pernah kulihat selama ini melekat di wajah tirusnya itu. Lelaki muda itu tersenyum. Tersenyum kepadaku. Alfandi, lelaki itu tak seburuk dugaanku selama ini. Bagaimanapun ia adalah pahlawan bagiku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oktober 1995 adalah titik awal aku mengenal M&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;uhammad Alfandi yang sesungguhnya. Sejak kejadian itu aku menempatkannya sebagai seorang yang berbeda di hatiku. Ia memang bukan si tuan muda oryza sativa, kuda sembraniku. Ia berbeda. Berhadapan dengannya seolah kau tak akan takut dengan setan macam apapun. Menikmati hidup. Bebas, lepas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Januari 2001,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Air mataku meleleh. Mata elang itu tak kutemukan lagi binarnya. Kuyu, layu dan rapuh. Aku terkesiap ia telah punya dunia yang berbeda denganku. Walau kami masih sama-sama menginjakkan kaki di bumi Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Fan .... Aku menyayangimu. Cepat sembuh ya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bilik, 08022009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-500354359296092403?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/500354359296092403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=500354359296092403&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/500354359296092403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/500354359296092403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/02/tentang-fan-epik-cinta-yang-lain.html' title='Tentang Fan '/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SZUMHzCpxTI/AAAAAAAAAJ4/Q-JqOLX-rQA/s72-c/eagle1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-2031411200504624758</id><published>2009-01-21T19:01:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T19:02:32.408-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lomba'/><title type='text'>Lomba Menulis "Amazing Mom"</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: times new roman,new york,times,serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;div&gt;Ibu adalah lambang kelembutan, cinta dan kasih sayang. Betapa nyaman dan tentram saat berada dekat dengan sosok mulia ini. Ketika terbelenggu dalam kerasnya hari, ketika penat menyelimuti, ketika tak ada lagi tempat berbagi, tanpa pamrih ibu menawarkan ribuan kasih. Ia adalah gambaran nyata atas rahmat dan kasih sayangNya kepada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memang adil, Dia menitipkan rahim pada semua wanita terlepas itu akan terisi atau tidak, wanita dengan atau tanpa menjadi ibu pun, pada dasarnya memiliki rasa mengasihi, melindungi, mencintai. Itu sebabnya kita sering menambahkan kata "ibu" pada setiap orang yang memang layak dipanggil ibu, seperti: ibu mertua, ibu kos, ibu guru, ibu dosen, ibu kepala sekolah, ibu direktur, tak terkecuali ibu tiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghargai peran para ibu, kali ini sekolah kehidupan akan mengadakan lomba yang bertajuk "There are a lot of amazing moms". sebuah lomba menulis dalam bentuk essay tentang peran ibu yang bukan ibu kandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSYARATAN LOMBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peserta dari semua kalangan dan sudah terdaftar di milis sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Isi naskah sesuai dengan tema "The Amazing Moms" namun bukan dalam artian ibu kandung, melainkan ibu-ibu non biologis yang sering kita jumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tulisan berjumlah 6-10 halaman, kertas kwarto (A4), Font Times New Roman 12, Spasi 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Peserta boleh mengirimkan maksimal 2 (dua) naskah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Peserta lomba menyertakan identitas penulis: nama, alamat, email, dan nomor telp/hp yang dapat dihubungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Naskah dikirimkan ke antologi.penerbitan @ gmail dot com dengan menuliskan label [Moms], misalnya: [Moms] Bu Mus Inspirasiku, pada subject email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Naskah yang masuk menjadi hak panitia. Jika naskah diterbitkan, maka setiap penulis yang naskahnya masuk akan mendapatkan satu bukti terbit. Royalti dan honor yang didapatkan dari penerbitan buku tersebut menjadi hak milik Komunitas &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://sekolah-kehidupan.com/"&gt;Sekolah-Kehidupan. com&lt;/a&gt; dan akan digunakan untuk mendanai kegiatan-kegiatan Komunitas Sekolah-Kehidupan. com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Juri dalam lomba ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kurnia Efendi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Rini Nurul Badariah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Lia Octavia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BATAS PENGIRIMAN NASKAH&lt;br /&gt;Naskah dapat dikirimkan mulai tanggal 20 Desember 2008 sampai dengan tanggal 20 Februari 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGUMUMAN PEMENANG&lt;br /&gt;Pemenang lomba menulis "The Amazing Moms" akan diumumkan pada tanggal 15 Maret 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADIAH BAGI PARA PEMENANG&lt;br /&gt;Pemenang I: Rp. 300.000,- + sertifikat + buku "Menggenggam Cahaya" + paket sponsor&lt;br /&gt;Pemenang II: Rp 200.000,- + sertifikat + buku "Menggenggam Cahaya" + paket sponsor&lt;br /&gt;Pemenang III: Rp 100.000,- + sertifikat + buku  "Menggenggam  Cahaya" + paket&lt;br /&gt;sponsor&lt;br /&gt;3 Pemenang Harapan :  sertifikat + paket sponsor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat poster lomba ini silakan ikuti link berikut:&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://sekolah-kehidupan.com/index.php?suser=&amp;amp;sId=&amp;amp;act=agenda&amp;amp;vId=5"&gt;http://sekolah- kehidupan. com/index. php?suser=&amp;amp;sId=&amp;amp;act=agenda&amp;amp;vId=5&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFO LENGKAP HUBUNGI :&lt;br /&gt;Tya --&gt; listyarisanti @ yahoo dot com : 021 93360807&lt;br /&gt;Endah --&gt;endah.wida @ gmail dot com : 085221615514&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Departemen Penerbitan dan Kepustakaan&lt;br /&gt;Sekolah Kehidupan&lt;br /&gt;Novi Khansa - Ukhti Hazimah - Hamasah Putri - Artarisa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-2031411200504624758?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/2031411200504624758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=2031411200504624758&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/2031411200504624758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/2031411200504624758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/01/lomba-menulis-amazing-mom.html' title='Lomba Menulis &quot;Amazing Mom&quot;'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-6357094146140370531</id><published>2009-01-19T20:17:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T00:11:01.413-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lomba'/><title type='text'>Lomba Menulis: Kisah Seru Di Perpustakaan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Lomba Menulis: Kisah Seru Di Perpustakaan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Teman-teman, selama mengenal dunia Perpustakaan &amp;amp; Informasi tentunya punya pengalaman berkesan yang tak terlupakan? Kalau suka menulis, kirim dalam bentuk cerita (yang ada dialognya atau isi hati) yang lucu/kocak/gokil, mengharukan/ sedih, menyebalkan/ memuakkan, membahagiakan, mengagumkan, dsb. Pokoknya yang seru dech!!! Saya akan menyusunnya menjadi kumpulan cerita yang bagus yang settingnya di : Perpustakaan (semua jenis Perpustakaan) . Sebenarnya, gaya penulisan bebas bertanggung jawab sih, asal menarik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini diharapkan kejadian nyata (bukan imajinasi atau khayalan). Tulis dalam bentuk cerpen tapi true story, atau essai yang nonformal dan bikin ngakak atau bikin terbawa perasaan lainnya (kaget/suprprise, dsb.)&lt;br /&gt;Subjek atau objek dalam cerita tidak harus sebagai pustakawan, tetapi juga bisa sebagai pemakai (pengalaman waktu mengunjungi perpustakaan ketika duduk di bangku SD sampai kuliah dst. kalau TK gak usah dulu dech ...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayooo ... kirim sebanyak-banyaknya ya? 5 tulisan yang bagus tentunya akan saya berikan hadiah manis berupa buku best seller, dan karya terbaik akan mendapat hadiah yang lebih OK lagi sebagai penghargaan dari saya! Boleh pakai nama asli atau samaran, yang penting ceritanya keren ... Pokoknya buruan dikirim, jangan sampai ketinggalan &amp;amp; menyesal kemudian lho !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk cerita paling keren, orisinil &amp;amp; masuk akal serta kreatif akan diberikan HADIAH UTAMA sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Pemenang I : Rp. 300.000,-&lt;br /&gt;2. Pemenang II : Rp. 250.000,-&lt;br /&gt;3. Pemenang III : Rp. 150.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditunggu yaaa ... apresiasinya! Batas akhir s/d Akhir Februari 2009.&lt;br /&gt;Kirim ke alamat e-mail : &lt;/span&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://id.mc765.mail.yahoo.com/mc/compose?to=hosophos%40gmail.com"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 153);font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;hosophos@gmail. com&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Cantumkan alamat e-mail &amp;amp; no. HP yang aktif (untuk dihubungi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Jumlah halaman : minimal 2 lembar, maksimal 5-6 lembar.&lt;br /&gt;- Font : Times New Roman, spasi 1,5, kertas Quarto/A4.&lt;br /&gt;- Dikirim dengan attachement (file : Microsoft Word)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;JANGAN SAMPAI GAK IKUT, APALAGI YANG "FAMILIAR" SAMA PERPUSTAKAAN !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Perpustakaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ida Mulyani, S.Hum&lt;br /&gt;(Mantan Pustakawati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://robida.multiply.com/journal/item/41/Lomba_Menulis_Kisah_Seru_di_Perpustakaan_Berhadiah_"&gt;http://robida. multiply. com/journal/ item/41/Lomba_ Menulis_Kisah_ Seru_di_Perpusta kaan_Berhadiah_&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-6357094146140370531?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/6357094146140370531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=6357094146140370531&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6357094146140370531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6357094146140370531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/01/lomba-menulis-kisah-seru-di.html' title='Lomba Menulis: Kisah Seru Di Perpustakaan'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-1639503265894825026</id><published>2009-01-19T01:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T02:21:27.340-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pic'/><title type='text'>Gumati Sentul, 14170109</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRRAMm1OCI/AAAAAAAAAIU/G-mv5DiG6ho/s1600-h/P1150008.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRRAMm1OCI/AAAAAAAAAIU/G-mv5DiG6ho/s200/P1150008.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292944525893122082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRQ5Fhhn6I/AAAAAAAAAIM/yqmloO9_tb8/s1600-h/P1140001.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRQ5Fhhn6I/AAAAAAAAAIM/yqmloO9_tb8/s200/P1140001.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292944403732733858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRQwap8Z6I/AAAAAAAAAIE/PPjnO6rKPWc/s1600-h/P1150003.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRQwap8Z6I/AAAAAAAAAIE/PPjnO6rKPWc/s200/P1150003.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292944254786365346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRQGP0g1FI/AAAAAAAAAH8/6lpwoV5Qawg/s1600-h/DSC01386.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRQGP0g1FI/AAAAAAAAAH8/6lpwoV5Qawg/s200/DSC01386.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292943530323399762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRPqXC_tZI/AAAAAAAAAH0/FaPLpakTYHQ/s1600-h/DSC01357.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRPqXC_tZI/AAAAAAAAAH0/FaPLpakTYHQ/s200/DSC01357.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292943051226854802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRPSzusxzI/AAAAAAAAAHs/DQePwJwR-jc/s1600-h/DSC01346.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRPSzusxzI/AAAAAAAAAHs/DQePwJwR-jc/s200/DSC01346.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292942646609495858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRO_PL_qMI/AAAAAAAAAHk/zFC3gA8kleI/s1600-h/DSC01397.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRO_PL_qMI/AAAAAAAAAHk/zFC3gA8kleI/s200/DSC01397.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292942310382741698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXROmf8-fqI/AAAAAAAAAHc/Zt2dhS18Gv8/s1600-h/DSC01340.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXROmf8-fqI/AAAAAAAAAHc/Zt2dhS18Gv8/s200/DSC01340.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292941885386423970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXROL1FAMLI/AAAAAAAAAHU/peAFcVaG3J4/s1600-h/DSC01381.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXROL1FAMLI/AAAAAAAAAHU/peAFcVaG3J4/s200/DSC01381.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292941427200766130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRNNYkGpPI/AAAAAAAAAHM/nCXsd-Sig7M/s1600-h/DSC01391.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRNNYkGpPI/AAAAAAAAAHM/nCXsd-Sig7M/s200/DSC01391.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292940354394694898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRM0xMCivI/AAAAAAAAAHE/CklZlUCdqPE/s1600-h/DSC01379.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRM0xMCivI/AAAAAAAAAHE/CklZlUCdqPE/s200/DSC01379.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292939931507919602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRMfRcYUQI/AAAAAAAAAG8/UqEZ0fsFwJE/s1600-h/DSC01335.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRMfRcYUQI/AAAAAAAAAG8/UqEZ0fsFwJE/s200/DSC01335.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292939562209267970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRL9MGs02I/AAAAAAAAAG0/wBv2FdVRVcA/s1600-h/DSC01307.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRL9MGs02I/AAAAAAAAAG0/wBv2FdVRVcA/s200/DSC01307.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292938976660607842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRLPet3eqI/AAAAAAAAAGs/49X3UC3iQHo/s1600-h/DSC01387.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRLPet3eqI/AAAAAAAAAGs/49X3UC3iQHo/s200/DSC01387.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292938191382739618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRKpLUJYNI/AAAAAAAAAGk/Q6_wkgvCB_4/s1600-h/DSC01385.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRKpLUJYNI/AAAAAAAAAGk/Q6_wkgvCB_4/s200/DSC01385.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292937533339558098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 190109&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-1639503265894825026?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/1639503265894825026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=1639503265894825026&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1639503265894825026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1639503265894825026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/01/gumati-sentul-14-170109.html' title='Gumati Sentul, 14170109'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SXRRAMm1OCI/AAAAAAAAAIU/G-mv5DiG6ho/s72-c/P1150008.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-6151392844178325245</id><published>2009-01-13T00:55:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T01:07:29.800-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>2009 Bingung, Linglung</title><content type='html'>Niatnya tahun baru menjadi orang yang lebih kreatif ... sayang godaannya banyak banget. Berharap menjadi seorang pengidap insomnia, eehhh malah tidurnya kurang dari jam 9 mulu. Gilanya gue malah menjadi salah satu penikmat sinetron tv. Dan sekarang mau nulis apa juga gue bingung .... Jadilah hasilnya kayak gini linglung ....&lt;br /&gt;Cuma bulan ini ada satu target yang ingin segera dipenuhi ... Oh Bama Campaignnya harus selesai ... Semangat... semangat ... semangat .............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 13 Januari 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-6151392844178325245?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/6151392844178325245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=6151392844178325245&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6151392844178325245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6151392844178325245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2009/01/2009-bingung-linglung.html' title='2009 Bingung, Linglung'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-759615339488142518</id><published>2008-12-29T17:17:00.001-08:00</published><updated>2008-12-29T18:02:33.872-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>New Year, HappY??!!!</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPB4%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Tahun baru, resolusi baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Aku terjepit. Napasku sesak minta ampun. Tanganku menggapai apa saja. Tak ada toleransi sedikit pun disini. Kerumunan orang-orang saling mendorong. Tubuh kecilku terhuyung kedepan ke belakang tak tentu arah. Anak-anak menangis. Suara teriakan berseliweran di telinga. Nafsi-nafsi. Hukum rimba berlaku, yang kuatlah yang bertahan. Selainnya tinggal menunggu malaikat maut memanggil. Inikah akhir riwayat hidupku?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Ngeri. Aku bergidik. Ini tragedi. Langit muram menyeramkan. Meluncurkan titik-titik kondensasi yang serupa anak panah mengkocarkacirkan umat dibawahnya. Sungguh buruk. Airmataku meleleh bercampur air hujan yang mengenai wajah pasrahku. Tenggorokanku kering, panas. Jari-jari kasat mata melingkar di leherku. Makin lama makin menekan batang tenggorokku hingga aku tercekat tak bisa bernapas. Tuhan, jangan biarkan aku mati dulu. Masih banyak yang belum aku lakukan. Untuk dunia, umat, orang tua bahkan untuk diriku sendiripun, tak seujung kuku. Setidaknya jangan biarkan aku mati dengan cara seperti ini. Terlalu tragis. Menjadi korban, mayatku terkapar di tengah jalanan beraspal atau membusuk di selokan setelah sebelumnya jatuh terjungkang terdorong lengan-lengan kasar. Esok paginya, di tengah libur nasional, siaran tv tidak saja memberitakan event semalaman menyambut tahun baru tapi juga berita tentangku. Namaku akan berderet di antara nama-nama lain. Bukan sebagai nama pemenang undian sabun colek, tapi sebagai korban sebuah tragedi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Aku menutup mata. Mencoba berharap ini hanya mimpi. Ketika kelopak mata ini membuka, aku telah berada di tempat tidur hangatku. Bukan di tengah lautan manusia seperti saat ini. Sumpah serapah sebelumnya meluncur dari bibirku. Menyalahkan segalanya yang bisa disalahkan. Menyalahkan Uda, menyalahkan sopir bajaj, hujan, jalanan, langit, pohon, tahun baru, menyalahkan angka 1, menyalahkan angka 2008 serupa angka buatan hantu belawu saja bagiku, menyalahkan deretan patung kuda yang terhampar di tengah persimpangan jalan besar ibu kota ini- patung itu, tiba-tiba terlihat sangat buruk tidak ada nilai seninya, membuang-buang anggaran negara saja. Aku menggerutu. Juga menyalahkan Ungu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Malam tahun baru. Ini pelajaran penting. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;”Besok siang singgah ke rumah ya?” Kuingat uda menyunggingkan senyum terindah waktu itu. Seharusnya aku sudah bisa membaca sebuah pertanda. Setidaknya dari wajah Uda yang kurang lebih mirip Pasha Ungu itu. Uda meminta aku untuk berkunjung ke rumahnya di Sabang, jalan Jaksa, tepat 31 Desember 2007. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Pukul tujuh malam aku pamit pulang dari rumah Uda, menumpang sebuah bajaj. Setelah sebelumnya hampir puluhan abang bajaj menolak mentah-mentah mengantarkan ke arah Senen dengan berbagai alasan. Alhamdulillah, ada satu yang mau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Dan sekarang aku terjebak. Bajaj yang kutumpangi tak sedikirpun bergerak. Suara mesin nyinyirnya terkeok. Juga terjebak di tengah tumpukan ratusan kendaraan lainnya. Dari atas kulihat ratusan manusia menggantung pada KRL yang melaju. Serupa semut yang menggerayangi tumpukan gula. Dijalanan manusia tumpah ruah. Bergerak kesegala arah. Sayup-sayup terdengar alunan lagu yang liriknya tak asing di telinga. Pasha Ungu. Ada konser mereka di Monas menyambut tahun baru 2008. Orang-orang ini hampir separuhnya adalah calon penonton konser itu. Bergerak ke arah Monas, memenuhi jalanan, melumpuhkannya entah sampai kapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Tidak mungkin duduk manis menunggu hingga pagi di tengah macet yang tak ada ujung ini. Apalagi di dalam bajaj yang abangnya tak putus-putusnya menggerutu, menyesal sepenuh hati telah menerima tawaranku sebelumnya. Aku memilih meninggalkan bajaj dan menempuh perjalanan, berbasah-basah di tengah hujan. Penderitaanku belum selesai. Ada ribuan, oh tidak ratusan ribu mungkin jutaan manusia di tengah jalanan ini. Menyelip diantara kendaraan yang tak bernyawa sementara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Aku menepi hingga ke trotoar. Disinilah puncak penderitaanku. Aku terapit diantara kerumunan manusia. Terdorong-dorong. Berpikir mungkin ini pulalah yang persis dirasakan oleh para penerima zakat di Pasuruan, terdorong, tersungkur, terjerambab, jatuh mencium tanah dan tubuhnya terinjak-injak demi tiga lembar sepuluh ribuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Aku berhenti menyumpah-nyumpah. Akan bertambah buruk cerita kematianku, bila diakhir hayatku pun bibirku masih mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Bukankah di setiap doaku aku inginkan mati secara husnul khatimah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Desember 2008. Tahun Baru, undangan baru ....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;”Besok singgah ke rumah ya.” Uda berkacak pinggang membelakangiku. Wajah pasha ungunya luput dari penglihatanku. Tak bisa kubaca pertanda apa ini? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Mungkinkah?!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Jakarta, 30 Desember 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-759615339488142518?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/759615339488142518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=759615339488142518&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/759615339488142518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/759615339488142518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/12/tahun-baru.html' title='New Year, HappY??!!!'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-3951990400045230284</id><published>2008-12-01T20:01:00.000-08:00</published><updated>2010-08-19T18:03:13.743-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Lelaki tua dan Kucing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/STTNk0NRnLI/AAAAAAAAAEk/WhyW1vLBchA/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 91px; height: 69px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/STTNk0NRnLI/AAAAAAAAAEk/WhyW1vLBchA/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275067095931002034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di pojok taman itu. Setiap pagi, setiap hari. Lelaki tua dan kucing. Tiga, empat, lima ... eenam, tujuh , tidak sampai sebelas kucing liar. lelaki itu duduk berjongkok, menghampiri satu persatu binatang kesayangan nabi Allah itu. serupa seorang ayah yang sedang membagi jatah roti untuk 10 orang anaknya. Semua harus kebagian, sama rata. Dari yang sulung hingga juru kunci si bungsu putih yang sedari tadi mengeong paling nyaring. Tabiat manja yang umum melekat pada mereka. Mengelus2kan kepalanya ke tungkai kaki lelaki tua itu. Mengiba. Berharap tak cuma sepotong makanan yang didapat tapi juga sebuah elusan tangan keriput lelaki tua itu, tanda sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti simbiosis mutualisma. Mereka saling membutuhkan satu sama lain. Di tengah perangai manusia kota yang kadang tak santun. Mengecilkan arti mereka. Adalah mereka hadir dalam dimensi yang mereka buat sendiri. Komunitas yang terabaikan. Terpinggirkan. Jalanan, kotor, liar, keras, jijik, kumuh. Deret nasib yang sama inilah yang mungkin menyatukan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin lelaki tua itu sangat nyaman bertukar cerita dengan 10 kucingnya. Ia sesekali tersenyum bahkan tertawa beberapa detik setelah mendengar eongan si tengah berbulu kuning. Ia paham betul, tabiat dan tingkah polah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eeooooooooooooooooong ... eongggggggggggg ... eeeeeeeoooooooonggg ....&lt;br /&gt;Entah dari mana 10 kucing itu berasal&lt;br /&gt;pun lelaki tua itu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eooooooooooooooong ... eeeoooooong ... eeeeoooooong&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pagi ini ... Kawan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Di pojok taman, kulihat lelaki tua itu mengeong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 2 Des 08&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-3951990400045230284?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/3951990400045230284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=3951990400045230284&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3951990400045230284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3951990400045230284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/12/lelaki-tua-dan-kucing.html' title='Lelaki tua dan Kucing'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/STTNk0NRnLI/AAAAAAAAAEk/WhyW1vLBchA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-6600770263794608831</id><published>2008-11-30T22:35:00.000-08:00</published><updated>2010-08-19T18:07:35.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Maryamah Karpov (Ending yang mengecewakan!!!)</title><content type='html'>Dua hari yang lalu, buku itu masih terbungkus rapi dalam balutan plastik tipis. Kutatap lama. Kutimbang2, tak jauh beda ketebalannya dengan kakak sulungnya Laskar Pelangi. Rasa penasaran tentu saja berdenyut2 di otakku. Bagaimana ending dari perjalanan panjang kisah seorang Ikal. Sampul depan tetap konsisten memampang gambar seorang gadis yang sedang memegang sebuah biola. Ada tambahan kata2 dibuku itu. Tak cuma Maryamah Karpov. Ada deret kata baru yang dibubuhkan dibawahnya. Mimpi2 LIntang. Terdengar cukup menarik buatku. Setelah cukup lama, dari dua buku sebelumnnya (sang pemimpi dan edensor) tokoh yang bernama LIntang absen. Dan kali ini malah namanya nyata2 diukir dibawah judul buku terakhir ini. Aku berpikir awam, di buku ini Lintang akan kembali dikupas tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata persepsi awamku salah besar. Hampir separuh buku telah ku baca. Sayang tokoh lintang masih belum kutemukan. Aku seperti seorang pendatang baru di tanah asing yang menumpang sebuah bis dan diajak berkeliling2 tanpa tahu sebenarnya kemana tujuan akhirnya. Sebentar kemudian aku mulai menemukan tokoh Arai. Sayang ia hanya muncul sebentar. Aku merasa tokoh arai mati dalam buku ini. Seakan numpang lewat saja. Menutup kisah arai dengan mendepaknya keluar dari area cerita. Memaku tokoh ini hingga tak bergerak leluasa. Aku tidak menemukan semangat seorang simpai keramat disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis lebih banyak bercerita pada hal yang terkadang tidak terlalu penting. Penat mata ini. Akhirnnya tokoh2 dalam Laskar Pelangi hadir. Tidak ada yang surprise bagiku. Semua datar2 saja. Hingga tokoh Aling yang selama ini dicari ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tibalah pada endingnya, inilah yang paling menyesakkan dan membuat aku kecewa. Ikal memilih Aling sebagai sebuah pilihan hidup selanjutnya, dibandingkan mengikuti keinginan ayahnya. Bukankah penulis sering menggaungkan kalau, ayahnya adalah ayah juara satu di dunia. Dan bukankah ini adalah sebuah memoar. Rasanya pembaca akan sangat mengerti sekali bila cinta ikal dan aling memang tak pernah bisa bersatu. Wallahualam... Semua kembali kepada penulis yang punya hak sepenuhnya atas tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 1 Des 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-6600770263794608831?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/6600770263794608831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=6600770263794608831&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6600770263794608831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6600770263794608831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/11/maryamah-karpov-ending-yang.html' title='Maryamah Karpov (Ending yang mengecewakan!!!)'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-7352519946546559361</id><published>2008-11-24T00:57:00.000-08:00</published><updated>2011-05-30T22:56:38.314-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korea'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Aktor Korea Versi Kenez</title><content type='html'>Anyong  ha seo ....&lt;br /&gt;Aktor korea terkeren versi Kenez. Jeng ... jeng .. jreeeeeeeeeeenggggg. Penting ga sich? Tanya kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat aktor terkeren :&lt;br /&gt;4. Kim Jae Won. Mainnya oke banget dalam romance bersama Kim ha Neul. Kocak, romantis dan juga sediiiiih banget .... Punya gelar Mr. killing smile. Senyumnya boooo ... Mama mia ???!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSp1luGqhxI/AAAAAAAAAEE/8B5RXUSJMNU/s1600-h/kim+jae+won.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 249px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSp1luGqhxI/AAAAAAAAAEE/8B5RXUSJMNU/s400/kim+jae+won.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272155604682180370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Jang Dong Gun. Actingnya keren abis di All About eve bersama Chae Rim. Pernah dinobatkan sebagai aktor pemilik bibir terseksi di Korea sana. Menurut gue tidak cuma bibir, tatapan matanya juga booo ... Menohok ... heheheh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSp2ZNE9OrI/AAAAAAAAAEM/9Bqe20dNGZc/s1600-h/jang+dong+gun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 286px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSp2ZNE9OrI/AAAAAAAAAEM/9Bqe20dNGZc/s400/jang+dong+gun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272156489169844914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Kwan Sang Woo. Weleh2 kalau yang ini aktingnya main dimana aja tetap keren. Benar2 totalitas. Mau romantis yang sedih, ayuuuh. Mau kocak juga okeh. Siiip lah pokoke. Dan yang paling menyihir gue adalah matanya. Walahhhh, ga nahan .... tu ... tu ... tu ... iyakan? Iya dong. Tul kan? Tul dong ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSp4VxA15gI/AAAAAAAAAEc/YPPMnX3DTeE/s1600-h/kwan+sang+woo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 283px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSp4VxA15gI/AAAAAAAAAEc/YPPMnX3DTeE/s400/kwan+sang+woo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272158629120042498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhiirnya yang menempati posisi pertama adalah ......&lt;br /&gt;1. Bae Yong Jun. Bermain apik ... pik ... pik. Luar biasa terutama di serial Winter Sonata. Sampai sekarang lom ada tandingannya. Walau udah mulai tuir tapi yang muda2 masih lom bisa menggeser posisinya di hatiku .... hehehhe. Sarangeoooo, uppa .....&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSp3ia1fMTI/AAAAAAAAAEU/y0Pqd_aoI1o/s1600-h/korean-bae-yong-joon-01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 265px; height: 370px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSp3ia1fMTI/AAAAAAAAAEU/y0Pqd_aoI1o/s400/korean-bae-yong-joon-01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272157746993508658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang ga sepaham gpp. Toh ini cuma versi Kenez kok. Suka2nya gue aja milih ... Menurut mu?!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 24 Nov 08&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-7352519946546559361?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/7352519946546559361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=7352519946546559361&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/7352519946546559361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/7352519946546559361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/11/aktor-korea-versi-ades.html' title='Aktor Korea Versi Kenez'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSp1luGqhxI/AAAAAAAAAEE/8B5RXUSJMNU/s72-c/kim+jae+won.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-3521576197684279423</id><published>2008-11-20T21:17:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T20:54:15.973-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Janji Joni (bukan Jini .... hik3)</title><content type='html'>Adakah janji seperti janji milik Joni? Seorang pengantar roll film dari satu bioskop ke bioskop lain dalam waktu yang relatif singkat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Before time not on time&lt;/span&gt;, sebuah konsekuensi dan tanggung jawab besar yang harus dipikulnya. Melenceng sedikit, seluruhnya bisa kacau. Untunglah ia adalah Joni, peran yang dimainkan oleh Nicholas Saputra. Bukan Toni, Jeni apalagi Jini (kalau yang ini perlu mediasi paranormal). Kenapa untung Joni? Karena Joni tak pernah ingkar janji (serupa merpati saja ... hehehhe). Janji Joni adalah sebuah judul film besutan anak negeri. Jujur aku sendiri belum pernah sama sekali menontonnya. Ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;interest&lt;/span&gt; tersendiri dari film ini. Kata "Janji Joni". &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wondering?&lt;/span&gt;! Apakah Joni seorang yang menepati atau malah ingkar janji. Simple sekali idenya. Namun cukup menggelitik saya. Tanya kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang bolong di Atrium Senen&lt;br /&gt;Seorang wanita paruh baya duduk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pewe' &lt;/span&gt;di sebuah kolam kecil melingkar di depan pintu masuk. Lidahnya menjilat-jilat ice cream choco top. Sangat konsentrasi. Gerakannya pun teratur dari atas kebawah. Tak ubahnya seperti jilatan anjing saat membasuh bulu2nya. Disampingnya tak jauh beda, seorang wanita paruh baya yang umurnya kutaksir sebaya. Ia lebih memilih ice cream cone, tentunya dengan harga yang lebih murah karena tanpa lumuran coklat. Memang tidak ada yang istimewa dengan 2 wanita paruh baya tsb. Tapi perbincangan diantara keduanya membuat aku tergoda untuk menguping (gubrak ...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana nich, gue dah iya in lagi. Rencananya nanti sore dek Wahyu bakal datang ke rumah." Wanita penjilat ice cream choco top mengerutkan keningnya. Matanya masih tak lepas dari gunungan es krim yang mulai lumer. Kembali asyik menjilat dengan gerakan yang sedikit berbeda. Maju mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gampanglah itu. Cari alasan aja, beres kan?! Emmmh ... bilang aja lo ga' bisa pergi bareng dia karena harus pergi melawat, ada kerabat yang meninggal  keeeee .... " Ice cream putih di tangan wanita paruh baya kedua itu sudah tampak seperti daratan. Rata. Meninggalkan dua tiga kali jilatan lagi. Setelah itu tamatlah riwayatnya. Hanya batangan kerucut serupa corong minyak yang tersisa. Lumayanlah masih ada yang bisa digigit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemana?"Kali ini wanita paruh baya pertama memalingkan kepalanya ke kawan disampingnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke Bogor. Biar jauhan dikit. Jadi pulangnya lama. Trus mau ga mau janjinya dibatalin. Gitu ..." Saran wanita paruh baya ke dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bogor? Aku kan ga punya kerabat disana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya udah Tangerang ..." Pilihan tepat untuk tempat2 yang nun jauh dari Jakarta. Kenapa tidak sekalian aja bilang ke LOndon aja ya, pikirku biar jauhan dikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pinteerrrr, tar gue telp dulu. Gue mau bilang wahyu klo janjinya dibatalin aja karena harus ngelawat ke Tangerang ... hehhehe ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Congrat ... Sebuah janji telah diingkari. Sebegitu mudah, enteng sekali. Hanya dengan menyulapnya dengan embel2 alasan yang dibuat2. Mungkin wanita itu perlu berkaca pada Joni. Betapa ia memegang kata-kata yang pernah diucapkannya. Janji adalah hutang. Mungkin karena Joni selalu menepati janjinya maka ia difilmkan. Sayang, coba kalau wanita paruh baya penikmat ice cream choco top itu memegang teguh janjinya. Mungkin kisah hidupnya sudah difilmkan ... Miris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 21 Nov 08&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-3521576197684279423?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/3521576197684279423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=3521576197684279423&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3521576197684279423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3521576197684279423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/11/janji-joni-bukan-jini-hik3.html' title='Janji Joni (bukan Jini .... hik3)'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-3040500975122839359</id><published>2008-11-19T23:38:00.000-08:00</published><updated>2010-08-19T18:04:43.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>The Kite Runner</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSUdQw2SNiI/AAAAAAAAAC0/WqCmF8nLKm8/s1600-h/pic+kiternner.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 101px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSUdQw2SNiI/AAAAAAAAAC0/WqCmF8nLKm8/s400/pic+kiternner.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270651112734733858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;The Kite Runner bercerita tentang kisah dua orang anak manusia dengan latar negara Afganistan. Kehidupan masa kanak-kanak di tengah kondisi negara yang bergejolak. Berjuang bersama menghadapi lingkungan yang kejam dan tak adil kepada mereka. Adalah ia Amir, putra dari seorang pengusaha kaya bernama Ali. Lelaki pemilik sebuah panti asuhan yang sangat disegani karena kedermawanannya namun antipati terhadap agamanya sendiri. Hubungan Amir dan ayahnya Ali tidak hangat, dingin dan sangat kaku. Ali tak pernah merasa puas dengan Amir. Apapun itu. Baginya Amir jauh dari harapan dan cita-citanya. Bocah kecil yang lemah. Bahkan bakat luar biasa Amir dalam menulis dianggap sia-sia. Menurut Ali menulis bukan bidang yang cocok untuk ditekuni oleh seorang lelaki. Amir adalah gambaran anak kecil yang kecewa dengan hidupnya. Menjadi seorang yang pesimis, tidak percaya diri dan sangat bergantung pada orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir merasa sangat kesepian. Hasanlah satu-satunya tempat menghalau rasa kecewanya terhadap sikap tak acuh ayahnya. Hasan putra dari pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah Ali. Kepada Hasan, Amir selalu membacakan cerita-cerita yang ditulisnya. Bocah sumbing yang tak mengenal huruf itu selalu antusias setiap kali sebuah kisah mengalir dari bibir majikannya itu. Penuh hikmat bahkan menelan mentah-mentah bualan yang terkadang sengaja dibuat Amir. Bagi Amir Hasan hanyalah seorang budak. Pesuruh yang akan datang bila dibutuhkan. Menyiapkan makanan kesukaannya setiap pagi. Atau sekadar menuangkan air hangat ke dalam cangkirnya. Tak lebih. Sebaliknya bagi Hasan, Amir adalah segalanya. Sahabat sekaligus majikan yang selalu dibela. Ia adalah kawan yang setia. Hingga suatu ketika kesetiaan Hasan dibuktikan saat pertandingan layang-layang. Sebuah kejadian yang memilukan. Titik awal yang merubah segalanya. Hasan dan ayahnya terusir dari rumah Amir. Meninggalkan penyesalan yang luar biasa di diri Amir. Rasa sesal yang dibawanya hingga dewasa nanti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Kisah kemudian berlanjut ke masa pergolakan dalam negeri. Yang memaksa sebagian orang memilih meninggalkan negara mereka. Tak terkecuali dengan Amir dan Ali, ayahnya. Mereka berangkat ke Amerika. Memulai kehidupan baru. Tokoh Hasan untuk sementara tidak diceritakan lagi. Cerita fokus pada kehidupan Amir dan Ali di Amerika. Bagaimana susahnya mereka beradaptasi dengan budaya barat, mencari uang untuk bisa terus bertahan hidup. Hubungan Amir dan Ali mencair seiring dengan perjalanan hidup mereka di Amerika. Tak luput pula dengan problematika kisah cinta Amir hingga menikah. Saat telah menemukan pasangan yang tepat, Amir harus rela ditinggalkan oleh lelaki yang berpengaruh besar dalam hidupnya, ayahnya Ali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Suatu ketika salah seorang kerabat dari Afganistan menelepon Amir. Meminta Amir untuk kembali ke sana. Kembali demi menebus sebuah kesalahan. Kesalahan besar yang telah dibuatnya dulu kepada Hasan. Dari kerabatnya inilah terungkap sebuah rahasia besar. Rahasia yang menyingkap tabir siapa Hasan sesungguhnya. Rahasia yang mengharuskan Amir untuk segera menebus kesalahannya kepada Hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini berakhir dengan cukup melegakan. Walaupun tidak terlalu Happy Ending. Terlihat natural dan sangat alami. Mengisahkan kondisi orang-orang di tengah peperangan. Dan kebudayaan sebagian negeri yang masih mengkotak2an manusia dalam kasta. Dan yang lebih menarik adalah perjuangan batin seseorang yang selalu dibayangi oleh kesalahan masa lalu. Mencoba memperbaikinya walaupu sudah terlambat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menurut saya buku ini layak untuk dibaca.&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 20 nov 08&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-3040500975122839359?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/3040500975122839359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=3040500975122839359&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3040500975122839359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3040500975122839359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/11/kite-runner.html' title='The Kite Runner'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSUdQw2SNiI/AAAAAAAAAC0/WqCmF8nLKm8/s72-c/pic+kiternner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-8655323016146075028</id><published>2008-11-19T21:02:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T00:29:18.284-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Orang Bawaan (salah atau benar?)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSUfzoQ8OOI/AAAAAAAAAC8/UGbedWdyUPo/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 73px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSUfzoQ8OOI/AAAAAAAAAC8/UGbedWdyUPo/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270653910749296866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Orang bawaan .... Salah atau benarkah?&lt;br /&gt;Dua kali pengalaman bekerja. Dua kali pula aku menemukan yang namanya "Orang-orang Bawaan". Pemerintah maupun swasta.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inilah hidup, tak terelak dari hal-hal semacam itu. Wajar, lumrah toh. &lt;/span&gt;Sebuah ungkapan yang manusiawi, bukan? Ungkapan orang-orang yang berjibaku dengan sekelumit masalah dan kemudian menemukan jalan buntu. Sehingga mau tak mau kalimat pesimis semacam inilah yang terlontar.&lt;br /&gt;Iman manusia turun naik. ITu kesaksian Tuhan. Maka aku pun tak jarang terjebak menjadi salah satu manusia yang pesimis itu. Menganggap sebuah kebiasaan adalah kewajaran. Menggerutu kemudian pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman pertama&lt;br /&gt;Aku mencintai pekerjaanku. Sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fresh graduate&lt;/span&gt; dalam tahap klimaks terhadap dunia kerja. Kaget kemudian terbiasa dan malahan menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;workholic.  &lt;/span&gt;Dua tahun menekuni karir. Bekerja sebaik mungkin.  Meminimalkan kesalahan dalam bekerja, akibat  orientasi yang berlebihan terhadap  jenjang karir.  Tiba-tiba semua hancur berantakan.  Hanya karena seorang  pegawai baru . Seorang  gadis manis, lulusan  universitas .... jurusan peternakan. Fresh Graduate. Kenapa? Gadis manis itu adalah atasan baruku. Status yang kagok dan mengagetkan. Hei, Ini dunia AKUNTANSI. Aku salah satu staffnya. Dan gadis manis JURUSAN PETERNAKAN itu adalah spv baruku. Apa kata dunia??? What a hell??!!!!&lt;br /&gt;Usut punya usut? (Terdengar seperti bergosip - emmmm, aku bukan gosiper). Gadis manis itu adalah titipan dari owner perusahaan. Ayahnya sahabat baik pemilik perusahaan tempat ku bekerja. Emmmmmmmmmmhhhhhhhh ...&lt;br /&gt;Ketika diminta berbicara di depan meeting tampak sekali ia patah lidah. Sungguh miris. Tahukah kau ketika ku datang ke mejanya untuk sebuah urusan, layar komputer gadis manis itu bukan memangpang deret angka-angka setan hitungan akuntansi perusahaan. Yang ada hanyalah sebuah game "DINNER DASH". Walah. Alhasil semua laporan bukan diperiksa oleh miss spv itu tapi langsung diserahkan kepada manager kami. Lucu bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh beda. Ketika aku menapaki karir di tempat yang berbeda. Pertanyaannya, ORANG-ORANG BAWAAN itu salah atau benar? Halal atau haram?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak adil rasanya bila aku men&lt;span style="font-style: italic;"&gt;judge&lt;/span&gt; kalau orang-orang bawaan adalah sebuah ketidakadilan. Mungkin ada kasus lain yang justru bertolak belakang dengan pengalamanku diatas. MUngkin saja ada orang bawaan yang memang punya kredibilitas yang sesuai dengan yang diminta oleh perusahaan. Tidak seperti miss spv-ku. Wallahualam. Yang kutahu selama ini dan dari beberapa cerita yang kudengar. Orang-orang bawaan tetaplah orang2 bawaan. Citra mereka jarang terlihat baik di mata lingkungan kerjanya. Hampir sering memberikan citra yang negatif. Menciptakan cemoohan, rasa kesal, dongkol dan kesal dari komunitas yang merasa ditindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pendapatmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 20 Nov 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-8655323016146075028?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/8655323016146075028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=8655323016146075028&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8655323016146075028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8655323016146075028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/11/orang-bawaan-salah-atau-benar.html' title='Orang Bawaan (salah atau benar?)'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSUfzoQ8OOI/AAAAAAAAAC8/UGbedWdyUPo/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-7007269863572543607</id><published>2008-11-19T17:07:00.000-08:00</published><updated>2010-08-19T18:05:51.180-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Kesetiaan</title><content type='html'>Kesetiaan. Adakah ia?&lt;br /&gt;    Pagi itu sedikit mendung. Sisa guyuran hujan semalaman menyisakan kubangan2 air di jalanan yang tak rata. Sebagian orang tampak berjinjit. Meloncat-loncat, seperti seekor belalang hijau.  Mata mereka awas mencari-cari lahan yang kering untuk dipijaki. Mengatur strategi dan memetakan jalan terbaik yang akan diambil agar pakaian yang semalaman letih-letih disetrika sampai licin mengkilat tidak ternoda oleh becekan air. Tak terkecuali pula denganku.&lt;br /&gt;Stasiun senen pagi ini tampak sama seperti biasanya. Para penjaja dagangan bersiap-siap menekuni karier hidup mereka. Menghamparkan pernak pernik dagangan mereka menutup rel yang setiap menit dilalui pemilik pongahnya. Sementara menggusur mereka untuk menepi seketika. Karena memang tak selayaknya mereka disana.&lt;br /&gt;    Ada sesuatu pagi ini. Menggoda sensitivitasku. Dua tiga langkah di depanku. Dua manusia. Baru aku menyadari bahwa seorang diantara mereka adalah perempuan. Karena memang tak jelas lagi. POtongan rambutnya sama-sama pendek. Berbalut dua seragam jatah pembagian gratis parpol. Oranye dan biru. Celana panjang mereka tampak robek sana sini. Sebagian digulung ke atas. Menampilkan pemandangan kulit kaki hitam bersisik dan jamuran. Entah kapan terakhir kali kulit itu berkecibab dengan air. Hingga daki yang menumpuk telah mendarah daging menyatu dengan kulit. Raga gatal mungkin telah berkawan dengan mereka.&lt;br /&gt;    Telapak kaki yang telanjang. Menerobos apa saja yang mereka lalui. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Apa bedanya kaki ini dengan  genangan  dan lumpur-lumpur hitam itu. Sama-sama kotor. Orang2 juga akan menghindar bila berdekatan dengan kami. Penampilan tak penting. Karena kami memang tak penting. Dipaksa Invisible. Begitulah keberadaan kami. &lt;/span&gt;Mungkin itulah kira-kira yang ada dalam pikiran mereka.&lt;br /&gt;    Tubuh lusuh mereka telah terkikis oleh gesekan masa dan usia. Jalan pun mereka bungkuk menengadah ke pusat bumi seolah bentuk kerelaan bila tubuh itu siap menyatu dengan tanah yang dipijak kapan saja. Toh hidup cukup melelahkan bagi mereka. Pada tangan kanan si lelaki tampak sebuah besi panjang dengan ujung yang runcing. Tangan kiri, menjinjing sebuah karung coklat kumuh lusuh gambaran pemiliknya. Disampingnya si perempuan mengapit erat lengan kiri si lelaki. Seperti tak ingin terpisahkan sedetik pun. Mungkin mereka adalah pasangan suami istri yang tak pernah punya surat nikah.&lt;br /&gt;    Sang suami tampak sangat membimbing. Mencintai sang istri apa adanya. Cinta yang abadi walau tubuh itu tak seindah saat puluhan tahun yang lalu. Tiada betis putih yang mulus. Urat-urat yang menyembul besar-besar bewarna hijau dan coklat lah saat ini menghiasi betis itu. Kulit bersisik serupa ular dan roman wajah yang tak jelas jantan atau betinanya lagi. Ia tetap mencintainya. Sesekali menarik dengan lembut tubuh sempoyongan sang istri menepi menghindari laju kendaraan yang kadang tak bermoral.&lt;br /&gt;    Begitu pula sang istri. Ia tampak ikhlas menjalani takdir bersama sang suami. Padahal mungkin dulu ia pernah akan dilamar oleh seorang tuan tanah di kampungnya. Demi cinta, menikahi lelaki pujaan. Merantau ke jakarta, terdampar di pusat kota yang kejam karena hanya menyisakan lahan pekerjaan sebagai pemulung bagi mereka. Hingga puluhan tahun. Sampai saat ini. Tak pernah terpikir untuk menyesal, karena ini lah hidup. Pilihan yang telah mereka ambil sendiri.&lt;br /&gt;    Aku merenung. Kesetiaan itu pasti ada. Bila tidak, tak akan mungkin ada kata itu dalam perbendaharaan kata-kata manusia. Pagi itu di stasiun senen aku melihat kesetiaan itu hidup, berjalan, bernafas bahkan mampu menggodaku. Kesetiaan itu tersenyum serupa orang tua yang bangga melihat hasil rapor anaknya yang memuaskan. Ia hidup karena peran dua manusia renta yang telah terlihat kecil dan semakin menjauh.&lt;br /&gt;    Sebuah pelajaran penting ada disana. Pelajaran dari dua manusia yang dipaksa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;invisible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Juanda, 20 Nov 08&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-7007269863572543607?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/7007269863572543607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=7007269863572543607&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/7007269863572543607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/7007269863572543607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/11/kesetiaan.html' title='Kesetiaan'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-1116245572483570852</id><published>2008-11-18T20:51:00.001-08:00</published><updated>2010-08-19T18:04:15.457-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>What The ... Ups!!!</title><content type='html'>"Geser dikit dong ..." Sebuah tepukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;landing &lt;/span&gt;dengan sempurna di bahuku. Kaget luar biasa? sudah pasti itu. Seorang wanita tambun berisi tampak bersungut-sungut tepat di belakang ku. Rambutnya keriting gombak dikuncir. Wajahnya hitam legam. Bibirnya coklat kering menyisakan kulit-kulit yang siap mengelupas. Wanita keriting gombak itu laksana sengat mentari siang bolong 12 teng yang membakar batok kepala hingga ubun-ubun. Kering kerontang, gambaran yang tidak terlalu berlebihan. Tidak segar. Gerah, keringatan, bau itulah perasaan muncul saat kau menatap wajahnya. Deskripsi yang memang subjektif. Namun tidak dilandasi rasa antipati karena tanpa sebab ia menepuk bahuku. Kulirik ke arah bawah. Siapa tahu kakinya terinjak olehku. Tidak, tidak sama sekali. Kakinya menapak pada tempatnya. Kukitari pandangan , busway ini juga tak penuh-penuh amat. Cukup lapang. sebuah pertanyaan besar memenuhi otakku yang kecil. Apa pasal?&lt;br /&gt;Apa harus balik mengomel. Rasanya tak perlu. Memperburuk citra pagi ini saja. Pandanganku beralih ke sosok yang ada disamping wanita aneh bin ajaib itu. Lelaki muda yang berperawakan rancak. Ia melirik kearahku. Ekspresi yang sama juga ditunjukkan oleh wajah lelaki muda itu. Ia tampak bingung. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa wanita itu memukulmu? Apa dia kerabatmu? Jika tidak kesalahan apa yang telah kau lakukan? &lt;/span&gt;Rasanya kalimat itu yang mungkin memenuhi benak lelaki rancak itu. aku menginsutkan badan jauh masuk ke dalam busway. Mencoba menghindar dari gerutuan wanita aneh itu. Dalam bayanganku, bila aku masih bertahan berdiri di dekat pintu keluar dan membelakangi wanita aneh itu akan terjadi hal yang aneh-aneh lagi. Apalagi saat bus gaban ini berbelok tubuhku sedikit terdorong oleh timpaan tubuh wanita keriting gombak itu. Ia sengaja melakukannnya. Urghhhh ... Sebel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian menit kemudian ...&lt;br /&gt;"Ih nih cowok kok nyender-nyender sich?" Sekali lagi wanita itu mengomel sambil bersungut2. Mukanya yang kacau bertambah menyeramkan.  Ada apa lagi? Kali ini ia tampak memasang muka masam ke arah lelaki muda yang berwajah rancak itu.&lt;br /&gt;"Yeeee ... jangan ngomel2 dong mba ... Kalau mau lapang naik taksi sana!!" Tampak beberapa suara terdengar. Aku menghela napas panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halte Pecenongan ...&lt;br /&gt;akhirnya wanita itu pun turun dari bis. Tampaknya tak cuma aku yang mengintai jejak langkah kepergian wanita keriting gombak itu. Para penumpang mulai berkomentar sinis. Komentar dengan satu tema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sakit tuh orang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 19 Nov 08&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-1116245572483570852?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/1116245572483570852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=1116245572483570852&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1116245572483570852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1116245572483570852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/11/what-hell.html' title='What The ... Ups!!!'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-4708485619926697696</id><published>2008-11-18T17:30:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T20:57:01.355-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Raun'/><title type='text'>Raun-raun ke Batam</title><content type='html'>Jadi malu, klo mau dibilang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;raun. &lt;/span&gt;Sadar buuuu .... ini kan dalam rangka dinas. Emmmhh ... ya ya ya. Jam 18.20 teng, pesawat Garuda yang membawa gue dan tim sampe juga di Bandara Hang Nadim Batam. Alhamdulillah. Bagi gue setiap kali naik pesawat selalu teringat sama Film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Final Destination&lt;/span&gt;. Tanya kenapa?&lt;br /&gt;Biar ga pada penasaran, gue bawa in &lt;span style="font-style: italic;"&gt;view&lt;/span&gt;nya Batam. Hasil hunting ke pulau Bintan dan kota Batam sekitarnya ....&lt;br /&gt;Gambar ini diambil dari atas Planet Holiday hotel lantai 19 pagi-pagi .....&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSNv7CGGleI/AAAAAAAAACU/TfwdXj6rRsU/s1600-h/DSC00633.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSNv7CGGleI/AAAAAAAAACU/TfwdXj6rRsU/s400/DSC00633.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270179048919045602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSNxKBs29LI/AAAAAAAAACk/z6ZB06YllfA/s1600-h/DSC00639.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSNxKBs29LI/AAAAAAAAACk/z6ZB06YllfA/s400/DSC00639.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270180406022829234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSNwUFR3UyI/AAAAAAAAACc/5xaZArPg2ps/s1600-h/DSC00634.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSNwUFR3UyI/AAAAAAAAACc/5xaZArPg2ps/s400/DSC00634.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270179479270413090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nah dibawah ini pemandangan di Tanjung Uban kep Bintan. Kita kesana ke depotnya Pertamina. Jreeeeeeeeeeenggggggggggg. Nah ini gambarnya ...&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSY-pIAC5xI/AAAAAAAAADc/FSCiP4YlkjY/s1600-h/DSC00599.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSY-pIAC5xI/AAAAAAAAADc/FSCiP4YlkjY/s400/DSC00599.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270969290126976786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSY-DTQTQlI/AAAAAAAAADU/BQfaCBuLi1Q/s1600-h/DSC00606.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSY-DTQTQlI/AAAAAAAAADU/BQfaCBuLi1Q/s400/DSC00606.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270968640312918610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagus kan ??!!  Emmmmmhhh, coba mampir sebentar ke Singapura, pasti lebih keren ... weleh2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 17 Nov 08&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-4708485619926697696?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/4708485619926697696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=4708485619926697696&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/4708485619926697696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/4708485619926697696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/11/raun-raun-ke-batam.html' title='Raun-raun ke Batam'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BWHfsA4ATaE/SSNv7CGGleI/AAAAAAAAACU/TfwdXj6rRsU/s72-c/DSC00633.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-1848386850823773983</id><published>2008-11-06T01:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T17:54:35.181-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memoar'/><title type='text'>Fabio Rosa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Fabio ghh ... ghosa.” Mendengar namanya dipanggil seorang gadis muda mengacungkan telunjuk. Wajahnya mungil. Ada puluhan tahi lalat tersebar di wajah itu. Kata orang kau akan dilimpahi banyak rezeki bila memiliki banyak tahi lalat di wajah. Rambutnya hitam lebat dengan helaian serupa ijuk. Potongan bulat melingkar sebahu dengan poni rata menutupi kening. Bola matanya bulat bersih. Bibirnya tipis. Bila diperhatikan benar, akan terlihat bulu-bulu halus yang tumbuh di pinggiran atas bibirnya. Ia gadis muda yang berkumis tipis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Rosa ... Fabio Rosa, Ibu. Bukan Ghosa.” Ucap gadis muda itu dengan anggun. Tampak sangat berkelas. Kritik atas kekeliruan yang tidak menggurui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ya ... Ghhho ... Ghhhooosa ... Ghosa.” Guru bertubuh tambun itu sekuat tenaga memperbaiki kekeliruannya. Kasihan sekali, sekeras apapun usahanya namun tetap saja tidak merubah keadaan. Masih terdengar sama. Wajahnya basah oleh keringat. Belum habis kucuran keringat yang dikeluarkannya saat menempuh perjalanan dari ruang guru menuju kelas ini. Kali ini wajah itu bertambah basah oleh ulah gadis muda berkumis tipis itu. Susah bukan main ia melafazkan nama, hanya karena sebuah huruf yang tidak mampu dijamah oleh tekstur lidahnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Panggil saja Fabio. Itu sudah cukup, Ibu.” Gadis muda itu mencoba berbesar hati. Seolah membaca kesulitan yang dihadapi oleh sang guru. Tawaran yang jenius guna mengurangi penderitaan Ibu Dewi, guru wali kelas I-1 sekaligus pengajar bidang matematika. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebuah senyum tersungging di sudut bibir guru tambun itu. Pipi tembemnya tampak semakin mengembang. &lt;i style=""&gt;Tidak hanya wajahmu yang cantik, hatimu juga cantik. Kau telah membantu gurumu yang tidak bisa membaca huruf R ini keluar dari masalah. Terimakasih anakku&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mungkin sebait kalimat itulah kira-kira makna dari ulasan senyum guru tambun itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ibu Dewi Murni. Guru murah senyum. Bobot tubuhnya lumayan besar. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak bijak rasanya bila kucantumkan angka yang tertera pada timbangan bila guru itu menaikinya. Yang pasti jarum timbangan itu langsung berkibas jauh tergusur menepi ke kanan seolah takut tubuh itu menimpanya. Kedua lengannya terlihat seolah menggantung di bahu. Mengapit timbunan lemak yang menyembul di bawah lipatan ketiaknya. Aku seperti melihat panda besar. Saranku jangan banyak mengajak bicara orang-orang dengan bobot tubuh seperti ini saat kau berjalan beriringan. Kasihan sekali, jangankan menjawab pertanyaanmu. Mengangkat kaki untuk melangkah saja, mereka sudah penat luar biasa. &lt;i style=""&gt;Ngos-ngosan&lt;/i&gt;, sampai napas mereka pun terdengar bersuara. Ditambah lagi buliran keringat yang mengucur deras. Jangan salahkan mereka bila jawaban atas pertanyaanmu terkadang tidak &lt;i style=""&gt;nyambung&lt;/i&gt; sama sekali. Pikiran mereka bercabang kemana-mana. Mulai dari berpikir teknik terbaik untuk bernapas sampai menahan gatal dari gelitikan keringat yang mulai terasa lengket. Fokus mereka adalah cara tercepat untuk sampai di tempat tujuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fabio Rosa nama yang memang tak umum bagi orang Minang. Fabio, tidak pula cukup feminim kedengarannya. Telah lama rasanya aku mengenal gadis berkumis tipis ini. Enam tahun yang lalu. Saat seorang gadis kecil dengan potongan rambut ala Adi Bing Slamet cilik ketika menyanyikan lagu Mak Inem Tukang Latah. Gadis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu berdiri menyandar pada dinding kelas memegang sebuah serutan berbentuk komedi putar berwarna hijau terang. Ada gambar badut-badut lucu dengan balon warna warni di sekelilingnya. Pada sisi atas terdapat deretan angka dari 1 sampai 10 dengan sebuah anak panah kecil dipinggirnya. Sebuah tangkai kecil menyembul dari sisi sampingnya. Ketika kau menarik tangkai itu dan kemudian melepaskannya, maka saat itu pula deretan angka itu berputar. Aku suka sekali meminjam serutan itu dari Fabio. Menarik tangkai kecil itu dan kemudian berharap angka besarlah yang berhenti tepat di depan panah kecil itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fabio tidak umum seperti kawan-kawanku kebanyakan. &lt;/span&gt;Dia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;trendsetter, up to date, fashionable&lt;/i&gt;. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Layaknya berita, Fabio adalah berita yang aktual, tidak basi dan yang paling ditunggu-tunggu. Ia penuh kejutan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Benda-benda kepunyaannya tidak pasaran. Tidak umum. Belum ada bahkan memang tidak ada yang bisa menandingi gadis berkumis tipis itu. &lt;i style=""&gt;The one and only&lt;/i&gt;. Suatu hari amak membelikan sebuah kotak pensil plastik berwarna merah bata. Hatiku bersorak senang. Sudah lama ku mengidam-idamkan kotak persegi panjang itu. Biasanya aku menyimpan alat tulisku itu dalam sebuah &lt;i style=""&gt;punjin, &lt;/i&gt;dompet yang terbuat dari kain dan dijahit. Berbentuk kantung segi empat. Bagian atas ditutup dengan tali yang juga terbuat dari kain. Tali itu dimasukkan kedalam terowongan selebar setengah senti yang telah dijahit sebelumnya. Kemudian ditarik hingga kantong itu mengkerut dan menutup. Bagi orang tua, mereka biasa memakai punjin untuk menyimpan uang sebagai pengganti dompet. Punjin dililitkan melingkari pinggang mereka, tersembunyi dibalik pakaian. Untuk itu talinya harus sedikit panjang. Umumnya mereka juga menggantungkan batangan kunci disana. Kunci rumah, kunci kamar, kunci pagar, segala macam kunci, persis seperti sipir penjara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku berlari sekencang-kencangnya. Berpacu dengan keinginan untuk memperlihatkan kotak persegi itu kepada kawan-kawanku. Bukan mereka belum punya. Modelnya bahkan sama dengan yang lain. Namun gambar yang menempel dipermukaan kotak itu tidak seperti kotak-kotak sebelumnya. Gambar kartun orang, kepalanya datar dengan ujung runcing serupa kulit durian. Kulitnya kuning. Sepertinya ia tak memiliki kelopak mata, hingga yang terlihat adalah biji mata yang menyembul keluar Bibir atasnya lebar dan lebih maju dibandingkan yang bawah. Ia tampak senang digambar itu. Terlihat dari deretan gigi putih yang menyembul dari bibir anehnya. Tidak ada tulisan apapun yang bisa kubaca. Sekedar untuk mengetahui siapa tokoh yang ada digambar itu. Entah jawaban apa bila ada kawan bertanya gambar siapa itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Gambar siapa itu, Dis?” Tiba-tiba pertanyaan itu terlontar juga. Senyum banggaku perlahan pudar. Berganti detak jantung yang bertalu-talu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Emmmmh ... masak tidak tahu, dia tokoh kartun yang terkenal.” Aku bersiap membual. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Oh ya? Siapa dia?” Pik meraih kotak persegi itu. Dipandangnya lama dengan dahi yang mengkerut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Dia itu pahlawan kebenaran.” Jawabku spontan. Rasanya jawaban itu keluar begitu saja tanpa kompromi terlebih dulu dengan otak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Pahlawan kok jelek sih, Dis. Coba kamu lihat bibirnya bengkak seperti habis tersengat lebah. Kepalanya runcing-runcing macam tanduk. Ngeri sekali.” Kusesalkan jawaban awalku. Kenapa harus pahlawan. Bisa apa saja, asal jangan pahlawan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setuju dengan pernyataan Pik, mana ada pahlawan dengan perawakan seaneh itu. Mau tidak mau aku harus mulai mempraktekkan pelajaran ’Mari Mengarang’.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Namanya Bart, Bart Simpson.” Sebuah suara mengagetkan kami. Tanpa kusadari gadis berkumis tipis itu sudah berdiri lama dibelakang kami. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Mendengar semua pembicaraanku dan Pik. Dan tentu juga mendengar bualanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;“Oooooo …. “ Tanpa sengaja aku berkoor o bersama Pik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Dia itu anak tertua dari keluarga Simpson.” Jawab Fabio lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Betul ia pahlawan, Bi?” Mendengar pertanyaan Pik Jantungku serasa merosot ke perut. Nama baikku dipertaruhkan. Bagaimana bila bualanku nyata-nyata salah. Tak perlu dijawab, toh dimana-mana namanya bualan adalah kebohongan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fabio tersenyum. Matanya bergerak menatapku. Aku mati kutu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tooooong ... tooooong ..... tonggg. Lonceng tanda masuk berbunyi. Aku merasa diselamatkan. Kami harus segera masuk kelas. Mulai belajar dan melupakan gambar konyol itu. Tapi yang terjadi Pik menahan lenganku dan Fabio. Tetap &lt;i style=""&gt;keukeuh&lt;/i&gt;, menunggu sebuah jawaban. Fabio tersenyum untuk yang kedua kalinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ayo kita masuk. Bukankah lonceng itu telah memanggil-manggil.”Ajak Fabio. Pik yang keras hati terlihat pasrah menyerah. Ia menggandeng lengan ku dan Fabio bersamaan melangkah menuju kelas. Kredibilitasku terselamatkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Beberapa tahun kedepan akhirnya aku mengetahui juga gambar pahlawan aneh berbibir sengatan lebah itu. Bart Simpson, betul seperti yang dikatakan oleh Fabio. Tapi adalah kesalahan besar bila ia adalah seorang pahlawan. Bertolak belakang sekali. Bart adalah anak sulung dari keluarga Simpson. Ia adalah anak yang malas, nakal, jahil, bodoh dan kacau. Jauh dari sifat seorang pahlawan. Nama baikku terjaga. Fabio, gadis berkumis tipis itu membantu menutup aibku. Bualan murahanku. Ia menyelamatkan reputasiku. Ia tidak pernah menertawakan ketololanku. Hanya senyumnya yang kuingat. Senyum serupa petuah bagiku.&lt;i style=""&gt; Janganlah kau membual kawanku, tidak baik. Agama juga melarang, kau akan berdosa karenanya.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tak pernah lagi kotak itu kubawa. Kalaupun ada pasti tak kukeluarkan, bersembunyi di balik tas kainku. Menyembul malu-malu. Menunggu Pik tidak lagi banyak cincong. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kuingat beberapa hari kemudian, Fabio datang dengan membawa sebuah kotak pinsil yang baru. Lain daripada yang lain. Kotak itu punya dua sisi yang bisa dibuka, muka dan belakang. Tempat pensil terpisah dengan penggaris dan penghapus. Mereka punya tempat masing-masing. Ada karton kecil yang berisi jadwal mata pelajaran perhari di dalamnya. Kotak itu menutup menggunakan magnet yang menempel diantara keduanya. Tidak harus dilepit seperti kotak pinsil umumnya. Gambar luarnya pun tidak kalah indah. Gambar seorang gadis bertubuh ramping. Rambutnya kuning keemasan diikat dua panjang terurai. Ia menggunakan pakaian berwarna putih dengan kerah biru. Sebuah pita merah terpasang didadanya. Cantik sekali. Ada butiran bintang tersebar mengelilinginya. SAILORMOON, huruf yang berderet di bawah gambar gadis bertubuh ramping itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Siapa gadis cantik di gambar itu, Bi?” Pik mengerutkan keningnya. Reaksi yang sama persis saat ia melihat kotak pensil pahlawan bualanku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;”Sailormoon. Cantik ya?” Jawab Fabio.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Iya …” Aku berkoor kata iya bersama Pik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Mmmmmm .... apa dia pahlawan?”Tiba-tiba jantungku kembali terasa merosot, namun kali ini hingga dengkul. Pik kembali penasaran. Sejak bualanku itu baginya semua gambar dikotak pensil adalah pahlawan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Orang penting, sampai-sampai tercetak di alat-alat tulis kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Iya, ia pahlawan. Benar-benar pahlawan.” Seperti ada penegasan dari pernyataan serta nada suara Fabio. Fabio hanya menunduk. Tapi bagiku matanya sedang menatap kearahku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku mengenal Fabio lebih dari kawan-kawan SMPku saat ini. Kami telah bersama semenjak kelas satu SD. Kawan satu kelas dan juga kawan saat bermain. Ia gadis yang cantik, itu tak bisa disangsikan. Ia juga gadis yang baik. Pujian atasnya bukan karena ia menyimpan rapat-rapat bualan Simpsonku, tapi ia memang gadis yang baik. Ia suka memperlihatkan kami alat-alat tulis atau mainan yang baru dibelinya, bukan bermaksud membuat kami iri. Tapi ia ingin berbagi kesenangan bersama kami. Bahkan Fabio tidak pelit meminjamkannnya pada kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fabio Rosa memang berasal dari keluarga yang cukup berada. Ayahnya seorang pemborong bangunan. Bos yang mengepalai hampir 20 orang kuli. Ayah, begitu aku sering memanggilnya, mengikuti panggilan gadis berkumis tipis anaknya. Entah siapa nama dibalik perawakan kurus tinggi dan rupa yang rancak itu. Bisa kutebak lelaki berambut kotak inilah yang menurunkan keelokan rupa kepada Fabio.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila suatu hari Ayah datang ke sekolah menjemput Fabio, maka ia tak pernah melupakanku. Memberi tumpangan di mobil sedan mininya, mengantarkanku hingga di depan pintu rumah. Baik sekali. Tak jarang pula datang tawaran untuk berkunjung ke rumah indahnya. Namun acap kutolak karena tak lebih dari rasa segan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sedangkan ibunya adalah seorang perawat yang bekerja di sebuah rumah sakit islam di kotaku. Perawakannya kasar, dengan garis wajah yang tegas. Jarang sekali kulihat wanita bersanggul itu tersenyum. Sorot matanya horor, membuat setiap yang melihat bergidik ketakutan. Bila ia bicara tampak seperti orang yang sedang marah-marah. Gerak tubuhnya kaku, serupa laju prajurit yang sedang latihan baris berbaris. Gambaran manusia yang kecewa dengan kehidupan, seperti itulah ia bagiku. Kau lebih baik menghindar bila suatu waktu berpapasan dengan wanita seperti ini. Sampai saat ini aku masih bertanya-tanya, apa yang telah diwariskan wanita horor itu kepada Fabio, karena tak sedikitpun gadis berkumis tipis itu menyerupai ibunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rasanya memang pantas karena ternyata ibu Fabio lebih tua 10 tahun dari ayahnya. Bila kumendapati mereka sedang berdiri berdekatan, serupa ibu dan anak saja. Oh iya satu lagi, ayahnya hobi berburu. Pernah gosip berhembus, ayahnya pulang membawa babi hasil buruan. Mereka memasak dan memakannya sebagai lauk. Wallahualam, aku tak pernah mengamini gosip itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rumah Fabio adalah satu-satunya rumah yang telah menggunakan antena parabola di kampungku. Payung putih lebar yang terpasang terbalik. Ia bisa menyaksikan siaran televisi dari berbagai belahan dunia, sementara kami masih berkutat dengan satu channel tv nasional. Makanya kami sangat percaya akan cerita-cerita Fabio. Film-film barat, india, mandarin yang ditontonnya dengan senang hati diceritakan kepada kami. Pintar sekali gadis berkumis tipis itu bercerita, bahkan kami bisa membayangkan dengan jelas lakon-lakon yang ada dalam ceritanya. Layaknya seorang pujangga yang mampu membius otak kanak-kanak kami hingga ternganga luar biasa saat mendengarkannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apalagi? Ini yang terpenting. Fabio punya otak yang encer luar biasa. Deretan anak-anak kebanggaan SD terang benderang. Kekasih hati para guru dan kepala sekolah, tak jarang karena prestasinya nama baik sekolah semakin harum. Kuingat satu kali di bulan Juni 1991, hari sabtu saat penerimaan raport kenaikan kelas. Hujan turun lebat sekali. Petir serupa blitz kamera wartawan mengerubungi seorang diva, menyilaukan. Guntur berkumandang, bertalu-talu memekakkan telinga. Manusia tak berdaya, dipaksa terkurung dalam ruang, rehat sejenak menunggu hujan reda. Entah sampai kapan, mungkin juga sampai tengah malam, ketika manusia-manusia itu penat dan terlelap dibalik selimut hangatnya. Seorang gadis berkumis tipis tampak terlihat kuyu dengan wajah tertutup kedua lengannya, menempel pada dinding kelas serupa saat kau main &lt;i style=""&gt;petak umpet&lt;/i&gt;. Fabio menangis. Ia tergugu, terlihat dari bahunya yang turun naik. Sesekali terdengar isaknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Bi, sudahlah jangan menangis?” Seorang gadis berkulit kuning langsat berdiri disamping Fabio. Tubuhnya kecil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mungil. Tak aneh banyak yang meledeknya dengan panggilan Unyil. Hingga perasaan takut pernah menggerayangi gadis mungil itu, ngeri membayangkan tubuhnya berhenti untuk tumbuh, stak dengan ukuran yang segitu-gitu saja. Petakut yang termakan oleh jiwa kanak-kanaknya. Sengaja berjinjit bila berdiri bersamaan dengan kawan-kawannya agar terlihat sama. Penghuni abadi baris pertama upacara bendera dari kelas satu hingga lulus tak pernah tergantikan, karena ialah makhluk terpendek dari kawan-kawan seangkatannya. Ia paling benci saat guru menyuruh seluruh siswa berbaris mengukur tinggi. Berharap hari itu tak pernah ada. Akan lebih baik ia berpura-pura sakit, berpura-pura terbaring di dipan kayu rumahnya daripada melihat senyum getir gurunya yang jelas terbaca kalau guru itu khawatir luar biasa dengan tingginya yang jalan di tempat dari tahun ke tahun. Rambutnya ikal tipis, menggelung indah. Jelas terlihat kalau seragam yang ia gunakan kebesaran. Pakaian turun temurun dari kakaknya yang telah lulus SD. Kancing bajunya berwarna warni dengan model yang juga beragam. Akan sulit bagimu mencari mana kancing asli dari seragam putih itu. Benang untuk menjahit kancing itu pun tak kalah heboh. Merah, coklat, bahkan hitam kontras dengan warna yang seharusnya. Setiap yang melihatnya punya reaksi yang hampir sama, menghembuskan napas dan menggelengkan kepala 3 sampai 4 kali lalu berlalu begitu saja. Ribuan kalipun bertemu dengan gadis itu orang akan cepat melupakannya. Bahkan ketika suatu hari mereka kembali bertemu, orang-orang itu pasti menganggap itu adalah pertemuan pertama, karena tidak ada yang bisa diingat dari gadis mungil itu. Tuhan maha adil. Untunglah otaknya luar biasa encer. Gadis pengoleksi kancing itu ialah sang bintang kelas SD Terang Benderang. Tentunya ia harus banyak bersyukur, bila tidak karena otaknya gadis mungil berkulit kuning langsat itu nyaris &lt;i style=""&gt;invisible&lt;/i&gt;. Sungguh miris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain itu yang cukup bisa dibanggakan dari gadis mungil itu adalah ia &lt;i style=""&gt;sprinter&lt;/i&gt;, pelari tercepat di SD Terang benderang. Badan yang mungil dan dorongan anginlah faktor penentu, kurasa. Hingga tubuh itu seperti melayang tak menapak mencium tanah saat kaki kecilnya berlari. Ia selalu menjadi utusan SD Terang Benderang setiap ada perlombaan olahraga antar sekolah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gadis mungil itu kemudian memegang bahu Fabio. Mengguncang-guncangnya, memohon gadis berkumis tipis itu agar sudi membalikkan badan dan menghentikan tangisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ak … aku … aku takut, Dis.”Suara Fabio terputus-putus bercampur isaknya yang semakin menjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Kau tak salah apa-apa, Bi. Jadi tak perlulah takut. Nomor tiga tidak buruk bagimu. Semua juga tahu kau telah berusaha sekuat tenaga mengejar ketertinggalanmu” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fabio, gadis berkumis tipis itu akhirnya membalikkan badannya. Wajahnya basah. Matanya merah. Fabio tersenyum ke gadis mungil itu. Fabio dan gadis mungil pengoleksi kancing itu, mereka berpelukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Namun tampak jelas bagiku ada ketakutan luar biasa yang masih tersimpan di balik senyuman Fabio. Hanya Fabio yang tahu seberapa dalam dan gelapnya sumur ketakutan yang sedang digalinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Fabio, Fabio Rosa ... ayo kita pulang.” Aku kaget bukan kepalang. Tak beda jauh denganku, begitu pula halnya dengan Fabio. Ibu Fabio, wanita berwajah horor itu. Ia berdiri tegap seperti berdiri siap seorang prajurit. Tatapan matanya bagiku mengandung hawa dingin yang mistis. Membekukan udara sekitarnya. Memadatkannya, membuat ku sesak bukan main. Fabio mematung. Ajaib isaknya lenyap seketika. Wanita penyembuh yang hebat. Aku ingat amak pernah menyarankan metode penyembuhan alami. Mengobati cegukan dengan mengagetkannya. Hasilnya terbukti. Entah sugesti atau bukan. Yang pasti aku sembuh. Amak pantas dianugerahi nobel. Penemu obat alami terhebat di dunia. Setelah kejadian ini aku menambahkan satu manfaat rasa kaget, menghilangkan kesedihan yang kau rasakan. Hipotesa yang muncul dari observasi lapangan terhadap kejadian yang dialami oleh Fabio. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fabio berlalu. Ada tali kasat mata yang seolah menyeret langkah Fabio berlalu secepat kilat mengikuti wanita berwajah horor itu&lt;i style=""&gt;.&lt;/i&gt; Sebelumnya Fabio terserang tipus. Hampir satu bulan ia tak datang ke sekolah. Menahan sementara semangat membara yang haus akan ilmu. Menambah deret pertanyaan yang semakin menggelembung, gatal untuk segera ditanyakan kepada guru kami. Ia tidak pernah tertinggal. Memaksakan tubuh lemahnya untuk hadir di lima hari ujian kenaikan kelas. Kau lihat hasilnya, tak pernah mengecewakan. Ia tetap juara, nomor tiga turun satu tingkat dari yang biasanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tapi kenapa Fabio menangis? Satu alibi yang pernah kukarang sendiri. Aku jago mengarang hingga terkadang keterampilan itu menjerumuskanku kepada perangai buruk, membual. Wanita berwajah horor, ibunya Fabio, ialah biang keladinya. Fabio takut pada ibunya itu melebihi takut kami anak-anak SD kepada Tukang &lt;i style=""&gt;Cawek&lt;/i&gt;. Lelaki penjual ikat pinggang yang berpenampilan gotik mistik. Baju yang dipakainya penuh tambalan. Kacau balau, itulah kondisi yang menggambarkan wajah, rambut dan penampilan lelaki itu. Hidupnya adalah bangun subuh-subuh, menjinjing puluhan ikat pinggang dan sisir, berjalan menyusuri kampung, tak pernah berteriak-teriak menawarkan barang daganganya, diam seribu bahasa. Dan hanya akan berhenti bila ada yang memanggilnya. Pesanku jangan sekali-kali menawar harga padanya. Harga pertama yang meluncur dari mulut baunya adalah harga mati. Bila dia tak setuju ia pun berlalu tanpa babibu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ia suka memakan anak kecil begitulah gosip yang berhembus di kalangan kawan-kawan kecilku. Kami semua percaya walau tak terbukti. Bila kami berpapasan di jalan dengan lelaki gotik mistik itu kami memilih mundur teratur. Prinsipnya, kalah untuk menang. Prinsip yang &lt;i style=""&gt;nyeleneh.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam bayanganku, wanita horor itu menyeret tubuh kecil Fabio menuju kamar mandi bermarmernya. Kepala gadis manis itu kemudian dibenamkan berkali-kali kedalam bak berair. Fabio menjerit-jerit histeris, berusaha melawan namun sia-sia. Megap-megap saat wajahnya terangkat dari kolam bak. Terbatuk hingga muntah karena air bak yang terminum. Mengiba, memohon ampun kepada wanita berwajah horor itu untuk segera menghentikan perbuatannya. Apa daya ia hanya gadis kecil 9 tahunan. Tak akan mampu melawan tenaga wanita dewasa yang ada dihadapannya itu. Pasrah menunggu sampai wanita itu penat sendiri. Atau sampai ia pingsan tak tahu diri, dan berharap ketika sadar ia sudah berada di atas tempat tidurnya yang empuk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wanita itu inginkan Fabio gadis manisnya untuk menjadi yang pertama mengungguli gadis pengoleksi kancing itu. Namun dari kelas satu hingga lulus SD gadis mungil yang nyaris &lt;i style=""&gt;invisible &lt;/i&gt;itu tak pernah mau beranjak dari posisinya, pemegang nomor &lt;i style=""&gt;wahid&lt;/i&gt;. Hingga Fabio dan orang tuanya hanya bisa puas untuk menjadi yang kedua. Tapi kali ini jangankan menumbangkan gadis pengoleksi kancing itu, mempertahankan posisinya saja Fabio sudah tak mampu, turun satu peringkat. Itulah yang membuat wanita berwajah horor itu kecewa bukan main. Ia hilang kebanggaan. Fabio telah membuat kesalahan yang fatal. Ia telah mengecewakan hati ibunya. Bagi wanita horor itu, setiap kesalahan harus diganjar dengan hukuman agar tidak terulang di kemudian hari. Jelas sudah, bayangan hukuman yang akan diterimanya nanti dari sang ibulah yang membuat Fabio menangis sesegukan, meraung sejadi-jadinya dihadapanku sore itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Dis ... ” Aku kaget luar biasa. Lamunanku buyar berserakan. Fabio mengerlingkan mata bulatnya. Menarik jiwaku untuk kembali pulang ke sarang. Berhenti berkelana melanglang buana menembus tembok ruangan kelas ini. Kembali mengisi raga yang sebelumnya sepi ditinggal sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sesosok tubuh tambun berdiri dihadapanku. Entah sudah berapa lama. Matanya nanar menatapku. Kepalanya menggeleng 3 sampai 4 kali, reaksi yang sering kutemui. Ia menghela nafas berat. Bibirnya memang tersenyum, tapi jelas sekali itu dipaksakan. &lt;i style=""&gt;Tolong jangan mempersulitku. Kau tahu kakiku terasa melepuh berlama-lama berdiri menunggu kau sadar dari hayalanmu. Menahan bobot yang tidak enteng seperti tubuh mungilmu, sungguh penat bukan kepalang. Setidaknya berilah kesan yang baik di hari pertama perkenalan kita ini, anakku. &lt;/i&gt;Barisan kalimat itu seolah arti tatapan nanar guru bertubuh tambun itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku menyesal luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;It’s no use crying over spilt milk. &lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semua telah berlalu dalam hitungan detik. Rasanya juga tak berguna bila kami berkenalan dengan cara yang formal. Aku menjabat tangan ibu Dewi, menyebutkan nama, alamat, hobi, jenis kelamin atau entah apalagi rasanya akan sama saja. Ribuan kali pun bertemu denganku, orang pasti akan mengaku itu adalah pertemuan pertama. Pertemuan dengan gadis pengoleksi kancing. Gadis yang nyaris &lt;i style=""&gt;invisible.&lt;/i&gt; Aku tersenyum kecut dan mengalihkan pandangan ke arah Fabio. Gadis berkumis tipis itu tak tahu aku memandangnya. Ia serius menyimak nama-nama yang dipanggil Ibu Dewi. Melirik sebentar kearah pemilik nama dan kemudian mengembangkan senyum tanda perkenalan.&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fabio, kawan kecil terbaikku. Pahlawan penjaga bualan Simpsonku, kiblat mode dan sumber informasi dunia kanak-kanak kami. Pujangga sekaligus pendongeng handal. Aku bersyukur karena jauh dilangit ke tujuh sana, Tuhan telah membuat catatan takdir yang mempertemukan aku dengan gadis berkumis tipis itu. Dimulai ketika sebuah serutan lucu yang dipertontonkannya padaku. Kalam betuah yang masih dijalani hingga kini, sebagai dua orang dari kurang lebih 250 murid baru angkatan ke 40 SMP Negeri Tercinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 36pt;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-1848386850823773983?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/1848386850823773983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=1848386850823773983&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1848386850823773983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1848386850823773983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/11/fabio-rosa.html' title='Fabio Rosa'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-6202588879332647908</id><published>2008-10-28T21:42:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T17:57:54.303-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memoar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Bagiku "Hujan"</title><content type='html'>Ketika kau bertanya, apa yang paling aku suka?&lt;br /&gt;Hujan. Aku sangat menyukai hujan. Hujan menciptakan hawa dingin. Kau akan semakin nyenyak tidur di bawah gulungan selimut saat hujan membasahi bumi. Bagiku hujan adalah media sosial, perantara orang yang tidak saling mengenal menjadi mengenal satu sama lain akibat campur tangannya. Luar biasa. Bagaimana bisa? Bila kau suatu waktu terjebak di tengah jalan sana saat hujan turun. Maka kau akan memilih tempat berteduh untuk sementara waktu. Misalnya di sebuah warung yang mungkin kau kunjungi bahkan kau lirik pun tak pernah bila tak musim hujan. Menyapa dan menegur pemilik warung sekadar basa-basi semata agar pemiliknya merelakan sedikit lahan di pojok warung doyongnya sebagai tempat berteduh. Bergabung bersama mereka yang juga punya nasib yang sama "terjebak di tengah hujan". Menunggu hujan, menatap langit akhirnya mengakhiri kebosanan dengan berbincang-bincang dan mengenal satu sama lain. Bertukaran nomor hp. Komunikasi pun berlanjut di kemudian hari. Siapa tahu diantaranya ada yang berjodoh, atau menemukan teman lama atau bahkan saudaranya yang hilang bertahun-tahun yang lalu. Dahsyat sekali, bukan?&lt;br /&gt;Tahukah kau, saat hujan turun adalah waktu yang baik untuk berdoa. Berkah turun dari langit. Menyapu permukaan bumi dengan alirannya. Mengikis kotornya bumi akibat tangan manusia. Berkah bagi umat. Kenapa? Hampir 90% tubuh manusia terdiri dari kandungan air. Dua pertiga bumipun dilimpaji oleh zat cair ini. Porsi yang luar biasa diberikan Tuhan kepadanya. Dan semuanya diperuntukan untuk manusia. Melalui hujan, zat cair yang berperan penting itu dilimpahkan ke bumi.&lt;br /&gt;Hujan adalah ajang penyatuan keluarga yang terbiasa sibuk dengan rutinitas egois sehari-harinya. Dipaksa terkurung di dalam rumah yang biasa berstatus kepemilikan semata. Mencoba mengenalkan kembali wajah-wajah yang mulai terlupakan. Wajah istri, wajah suami atau wajah anak-anak mereka. Terkungkung di tengah beranda yang mungkin bahkan mereka lupa kapan terakhir hal seperti ini pernah terjadi. Menunggu hujan. Berbagi cerita. Dan tanpa disadari mereka rasa kekeluargaaan yang mulai menipis itu kembali menggembung. Indah bukan.&lt;br /&gt;Bagiku hujan adalah album memoar. Waktu untuk mengingat masa lalu.&lt;br /&gt;Hujan adalah misteri ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun jalan beicek dan ga ada oujiek di saat musim hujan ....&lt;br /&gt;Aku tetap menyukai suasana di saat hujan sudi turun ke bumi ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 29 Okto 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-6202588879332647908?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/6202588879332647908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=6202588879332647908&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6202588879332647908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6202588879332647908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/10/bagiku-hujan.html' title='Bagiku &quot;Hujan&quot;'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-1674852887229203507</id><published>2008-10-22T21:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T18:14:22.072-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poem'/><title type='text'>Malin Kundang yg Tak Dikutuk</title><content type='html'>Ingin rasanya menangis ... Merasa kosong, tiada berarti dan kecil.&lt;br /&gt;Ku ingat bunda ... Wanita perkasa dengan tumpukan kepenatan ... Aku menyayanginya&lt;br /&gt;Tuhan, Aku menyayanginya, aku mencintainya, aku mengasihinya .... Sungguh&lt;br /&gt;Apalah aku anak yang tiada berguna ini.&lt;br /&gt;Hanya bisa menyusahkan manusia mulia seperti beliau&lt;br /&gt;Tuhan, akulah pendosa ... malin kundang yang tak dikutuk ...&lt;br /&gt;Aku rajin mencatat segala kebaikan, menghitung, menimbang dan meminta balasan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah manusia kerdil yang sombong ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, sayangi bundaku ...&lt;br /&gt;Ampunkan segala kesalahannya ...&lt;br /&gt;Gugurkan dosa-dosanya ...&lt;br /&gt;Muliakan beliau ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mohon ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Juanda, 23 Okto 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-1674852887229203507?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/1674852887229203507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=1674852887229203507&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1674852887229203507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/1674852887229203507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/10/malin-kundang-yg-tak-dikutuk.html' title='Malin Kundang yg Tak Dikutuk'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-6330236335482168213</id><published>2008-10-15T21:02:00.000-07:00</published><updated>2008-11-23T20:55:05.083-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Ada Cinta di Busway (Jaket Almamater)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Yang Kali deres jangan masuk dulu. Harmoni ... harmoni ... " Lelaki berseragam merah lada itu tampak semakin beringas bagiku. Bayangkan saja. Kulitnya yang hitam legam dengan dibalut seragam merah lada membuat siapa saja yang melihat akan berpendapat sama denganku. ia seperti dendeng yang habis disengai di tengah panasnya matahari waktu lohor. Tapi bila dicoba dilihat lebih teliti. Ya, mungkin sediakan saja sedikit waktu barang 10 detik ternyata muka dendeng itu punya senyum yang bagus. Seolah minum air kelapa muda dingin waktu buka puasa yang hari pertama Ramadhan. Sejuk, manis, menyegarkan. Mungkin itulah senyum yang berasal dari hati. Tulus, tanpa ada campur tangan negatif otak yang berkedok logika yang meyesatkan. Mungkin ini yang disebut bekerja dengan hati. Dari performance saja sudah terlihat kecuali orang katarak atau orang yang pura-pura katarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya menghadang antrian penumpang kalideres yang ingin menyerbu masuk ke dalam busway jurusan Harmoni. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini bukan bis kalian, sabar, nanti juga datang, jangan mempersulit saya, antri saja dengan tenang. &lt;/span&gt;Mungkin itulah yang ada dalam otak lelaki dendeng itu. Bagiku menyelip antrian adalah sebuah pelanggaran hukum sekaligus pelanggaran agama. Pelanggaran hukunm karena sudah nyata-nyata tertulis dalam norma kesopanan "Harap Antri" tapi masih dilanggar. Pelanggaran agama karena akan menimbulkan dosa. Orang yang diselip marah, menggerutu, menyumpah-nyumpah dalam hati dan yang paling parah akan memicu pertengkaran. Tapi hari ini pagi ini mau tidak mau aku harus menerobos masuk tidak memedulikan peringatan si dendeng merah lada. Palang tangannnya kukibas. Tak memedulikan tatapan mata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sewotnya&lt;/span&gt; dibelakangku.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Masuk is a must, saat ini detik ini, tak bisa dibantah dan tak terbantah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Alasan telat, bukan itu kali ini. Masalahnya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;emotion reason. &lt;/span&gt;Alasan nakal yang tidak berlogika. Karena yang kutahu tidak ada logika untuk rasa suka. lebih dari itu semua adalah rasa penasaran yang menggelayut.&lt;br /&gt;Kuingsutkan badan tepat ditiang bus dekat pintu masuk. Mataku mencoba mencari-cari sosok yang selama ini membuat hatiku tidak hanya mencari tapi berkelana. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Si Jaket Almamater&lt;/span&gt;. Dimanakah dia. bukankah sosok itu tepat dihadapanku tadinya mengantri di jalur yang seharusnya, Harmoni.&lt;br /&gt;Penat mata ini mengitari tiap sudut bus. Aku berhenti tapi tidak menyerah. Bukankah masih ada esok hari. Perjuangan masih berlanjut. BANZAIIIII, ADES  san ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teeeet .... teeeet .... teeeeeeett. Klakson bus gaban angkuh ini menohok berkali-kali ditelingaku. Seolah membuat anak telinga meloncat keluar dan mencari induk baru. Ada sebuah bis  patas yang sengaja memakai jalur yang khusus disediakan untuk bus gaban ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Woiiiiiii, ini wilayah gue, kau mengotori jalanku saja, dasar bis bau dengan penumpang yang juga bau.&lt;/span&gt; Itulah seolah yang ingin disampaikan oleh klakson sialan itu. Lamunanku berserak dengan dalam wujud wajah masam. Kulirik kembali pemandangan yang ada didepan sana. Bis patas berusaha sedikit menepi, tapi tetap saja bus gabanku tidak bisa menginsut ke depan.&lt;br /&gt;Tak sengaja kepalaku mendongak ke arah kiri. Oh my godness, si Jaket Almamater itu ada disana. Persis dihadapanku. Sempat kumerasa dua bola matanya tertuju kepadaku. Menohok kearahku, tepatnya. Aku suka kata menohok untuk mendeskripsikannya. Terkesan tepat sasaran, keras, tajam, nakal, binal tapi punya estetika. Entah bagi orang lain.&lt;br /&gt;Inilah yang kuidam-idamkan sejak lama. Bisa sebus dengan si Jaket Almamater itu. Dan ternyata di langit ketujuh catatan takdir itu ditulis hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlulah tahu siapa namanya. Tak perlulah tahu berapa no handphonenya. Apa makanan kesukaannya, hobbynya, tinggal dimana ia, anak keberapa dari berapa bersaudara, punya agama atau tidak. Itu tak penting. Bagiku curriculum vitaenya hanya tercantum satu hal, yaitu jenis kelaminnya. Itupun bila ia tak pernah operasi transgender. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hopefully&lt;/span&gt;!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi yang lo mau apa sich, gue jadi bingung?" Itu satu hal yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kudu&lt;/span&gt; terlontar dari setiap orang bila mendengar ceritaku ini. Tak jauh beda dengan Lunnad. Itupulalah yang ingin diketahuinya dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku cuma mau satu bis gaban dengan si Jaket Almamater itu. Menutupi rasa penasaran. That's it."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lunnad mengerutkan keningnya, hampir menembus angka sepuluh kerutan. Fantastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lain kali?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ga ada lain kali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Juanda, 16 Okto 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-6330236335482168213?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/6330236335482168213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=6330236335482168213&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6330236335482168213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/6330236335482168213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/10/bus-way-kiu.html' title='Ada Cinta di Busway (Jaket Almamater)'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-8856805699061642210</id><published>2008-07-10T19:53:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T17:55:23.545-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Cerpenku di Teen</title><content type='html'>Syukur banget akhirnya cerpen aku dimuat juga di salah satu tabloid remaja, Tabloid Teen edisi Februari 2008. Judulnya &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Eitoku Case,&lt;/span&gt; ceritanya berkisah tentang seorang cewek bernama Lulu yang harus menghadapi "bisik-bisik tetangga" alias gosip para penghuni gang buntu tempat dimana ia tinggal. Para penghuni gang buntu punya praduga masing-masing tentang bagaimana LUlu yang hanya seorang anak dari keluarga ekonomi lemah tak berdaya bisa diterima sekolah di sebuah SMU termahal. Biaya dari mana coba???&lt;br /&gt;Nah sayangnya, setiap praduga tersebut umumnya tidak ada yang berdasar pada fakta. Malah aneh2, lucu dan ada kesan mistiknya juga. Sebut aja ada Mpok HIndun (madam gosip gang buntu), Bang Ucok (seniman yang karyanya sering ditolak mulu), Ali Tongtong (Hansip kelurahan yang sok tau banget), Mbah Jarwo (Paranormal yang mirip Hagrid, guru sihir Harry Potter yang badannya segede gaban), Dian (Rival beratnya LUlu) serta tak lupa Prince Charming, Bang HUsain. Ups ada lagi kelewat Bapaknya lulu dan sebagai figuran Pak RT gang buntu. Wakakaka ... ^ ^ Masing-masing punya persepsi masing-masing. Untungnya Lulu punya pembelaan untuk setiap praduga.&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya apa sih yang bisa membuat Lulu bisa bersekolah di Eitoku (sekolah termahal itu)???? Jeng jeng jeeeeeeeeeeeeeeeeengggg .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi&lt;br /&gt;SEbenarnya cerpen ini terinspirasi dari serial hana yori dango-F4. Pertama nulis iseng aja. Eh akhirnya selesai juga 1 cerita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-8856805699061642210?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/8856805699061642210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=8856805699061642210&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8856805699061642210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/8856805699061642210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/07/syukur-banget-akhirnya-cerpen-aku.html' title='Cerpenku di Teen'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-3125865060815768262</id><published>2008-07-09T22:17:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T17:54:51.435-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Televisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Suami-Suami Takut Istri</title><content type='html'>"Kalo udah maghrib matiin tv aja." Biasanya ibu protes (dengan santun) kalo maghrib2 tv masih menyala. Pasalnya seusai shalat biasanya beliau memilih membaca Al Qur'an (mengaji). Kira-kira setengah sampai satu jam an sampe waktu isya datang. Takut keganggu suara tv, tentunya kami yang ga ikut ngaji juga ga enak.&lt;br /&gt;Memang tidak ada aturan baku kalau pas maghrib tv harus mati. Bagi yang ga lagi shalat atau dapat halangan sah2 aja klo nngisi waktu dengan nonton tv. Ibu juga sebenarnya no prolemo banget sama tv nyala atau tidak, toh ibadah jalan terus. Namun yang 'sedikit' mengganggu adalah ketika channel tv sedang on dan menayangkan sitkom SSTI ini.&lt;br /&gt;"Sinetron apaan nih?" awalnya cuma pertanyaan itu yang mengalir dari mulut ibu.&lt;br /&gt;"Acara kayak gini ditonton, ga mendidik." Lama-lama kritikan bahkan sebentuk perintah agar kami tidak pernah lagi menonton sitkom yang satu ini.&lt;br /&gt;Pernah saya menonton satu episode penuh, cuma pengen tau apa sih yang buat ibu greget pengen tvdimatiin klo ada tayangn ini. Setelah saya tonton ada beberapa bahkan klo tidak dibilang terlalu berlebihan 'banyak sekali' hal yang kurang pantas dan tidak sesuai dengan norma yang ada. Misalnya :&lt;br /&gt;1. Para istri dengan angkuhnya main perintah sana sini sama suaminya, dengan kata2 dan cara yang kasar pula. Bahkan ada yang memperlakukan suaminya layaknya seperti seorang pembantu. Buruk sekali, cerminan istri2 durhaka. Inikah tayangan yang mendidik? Mendidik para istri untuk berani berlaku tidak sopan dan petantang petenteng sama suami.&lt;br /&gt;2. Dalam adegan pernah sang istri bentak2 suaminya didepan anaknya, dimana notabene anak itu masih ingusan. Parahnya sang anak malah juga ikut2an aksi sang ibu dengan membentak2 sang ayah bahkan mengancam segala. Parah kan??? Sekarang malah anaknya yang diajar durhaka sama orang tua.&lt;br /&gt;3. Dari dialog pun sebenarnya, sitkom ini sangat tidak pantas untuk ditonton oleh semua kalangan terutama anak-anak.&lt;br /&gt;4. Sayangnya dari beberapa tokoh yang dihadirkan dalam sitkom ini, tak satupun yang jadi penetralisir. Dalam arti tidak ada satu pun yang bisa menjadi contoh teladan bagi keluarga yang lain. Hampir semua tokoh punya watak yang negatif.&lt;br /&gt;5. Akhirnya tidak ada sedikitpun pembelajaran atau pun manfaat yang bisa diambil dari sitkom ini. Mungkin bagi sebagian orang, SSTI cuma sebuah lawakan yang menghibur. Tapi tidak dipungkiri sebuah tayangan sedikit banyak mempengaruhi diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah saya mempunyai seorang ibu yang masih sangat sensitif dengan hal-hal yang merusak moral dan norma. Entah diluar sana, mereka punya pendapat yang sama atau tidak? Wallahualam ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-3125865060815768262?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/3125865060815768262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=3125865060815768262&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3125865060815768262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/3125865060815768262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/07/sitkom-ssti.html' title='Suami-Suami Takut Istri'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8147471179505277609.post-9053966329207452450</id><published>2008-07-09T01:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-09T01:57:56.398-07:00</updated><title type='text'>First Time</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_BWHfsA4ATaE/SHR9TfLFNzI/AAAAAAAAAA8/voGwEmGbNPU/s1600-h/foto+bareng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_BWHfsA4ATaE/SHR9TfLFNzI/AAAAAAAAAA8/voGwEmGbNPU/s200/foto+bareng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220935641768212274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengen nulis apa ya di blog baru ini ? Belum ada ide ... Tapi mudah2an suatu hari nti blog ini akan diisi dengan hal2 yang bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8147471179505277609-9053966329207452450?l=keneznezway.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keneznezway.blogspot.com/feeds/9053966329207452450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8147471179505277609&amp;postID=9053966329207452450&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/9053966329207452450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8147471179505277609/posts/default/9053966329207452450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keneznezway.blogspot.com/2008/07/first-time.html' title='First Time'/><author><name>Kenez</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17599663329913063563</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_BWHfsA4ATaE/SHR9TfLFNzI/AAAAAAAAAA8/voGwEmGbNPU/s72-c/foto+bareng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
